MerahPutih.com - Warga Desa Nepen, Kecamatan Teras, Boyolali, Jawa Tengah mendapati temuan benda cagar budaya (BCB) berupa stupa. Temuan tersebut dilaporkan Pemkab Boyolali pada Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Jateng dan dilakukan pemasangan garis polisi guna mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan.
Staf Bidang Kebudayaan Disdikbud Boyolali, Farid Burhanudin, mengatakan total ada tiga benda diduga objek bersejarah di Desa Nepen, Kecamatan Teras, Boyolali yang ditemukan warga.
Lokasi temuan sudah dipasang garis polisi. Daun dan tanah di sekitar lokasi juga telah dibersihkan warga,
kata Farid, Jumat (29/5).
Dia mengatakan pemasangan garis polisi dilakukan bersama oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boyolali, Pemerintah Desa Nepen, dan Polsek Teras. Langkah ini diambil untuk mencegah kerusakan dan mengamankan lokasi dari pihak tak bertanggung jawab.
Struktur benda yang ditemukan berbentuk seperti lonceng. Dari corak yang terlihat, diduga objek ini peninggalan era Buddha. Namun untuk menentukan usia dan abadnya masih perlu kajian lebih dalam,
katanya.
Farid menyebut langkah awal yang dilakukan Disdikbud adalah pengamanan dan pendataan. Setelah itu, pihaknya akan mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa ada ODCB yang perlu dijaga bersama.
Baca juga:
Bikin Geger, Warga Desa Nepen Boyolali Jelaskan Penemuan Stupa saat Buka Akses Jalan
“Selanjutnya kita dorong agar muncul kajian-kajian lebih lanjut untuk mendeskripsikan temuan ini,” ujarnya.
Dia memastikan temuan sudah dilaporkan ke Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Jateng, baik secara online maupun telepon. BPK Wilayah X sudah merespons dan akan melakukan kajian lebih lanjut, meski butuh waktu.
“Kami belum bisa memastikan apakah temuan ini bagian dari candi besar atau stupa. Tapi di Desa Nepen memang banyak ditemukan struktur diduga cagar budaya seperti batu perigi, lapik candi, arca yoni, dan beberapa stupa lainnya.”
“Dari bentuk langgamnya yang seperti lonceng, kemungkinan ini stupa. Tapi butuh kajian lagi,” ucap dia.
Dia menyebut Pemdes Nepen berharap benda bersejarah ini tetap ditempatkan di desa mereka. Mereka siap merawat dan menjaga temuan tersebut.
“Kami belum bisa menyetujui permintaan itu karena masih dilakukan kajian,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Warga Desa Nepen, Kecamatan Teras, Boyolali dibikin geger adanya penemuan benda bersejarah berupa stupa. Temuan itu terjadi saat warga membuka lahan untuk akses jalan baru.
Seorang warga setempat Sopan mengatakan temuan stupa tersebut terjadi pada tanggal 14 Mei 2026 saat warga tengah melakukan pembukaan jalan.
“Jadi temuan pertama kali muncul ketika alat berat melakukan perataan tanah,” ujar Sopan, Selasa (26/5).
Saat alat berat sedang meratakan jalan, lanjut dia, objek pertama ditemukan. Objek tersebut ditemukan dalam kondisi sedikit miring, dan tidak jauh dari lapik yang sebelumnya ditemukan.
“Untuk menjaga agar struktur bangunan purbakala tersebut tidak rusak, saya berinisiatif mencari tambang untuk mengangkatnya secara manual dan hati-hati,” ujar Sopan. (Ismail/Jawa Tengah)