Merahputih.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses mengamankan posisi di zona hijau sampai akhir bel penutupan perdagangan saham sore ini.
Rilis indikator ekonomi makro internasional menjadi pemicu utama gairah investasi di kawasan regional. Penurunan tekanan harga di tingkat konsumen global secara langsung memengaruhi ekspektasi investor domestik maupun asing terhadap pergerakan instrumen ekuitas.
IHSG dan bursa regional Asia bergerak menguat, rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) meredam ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed,
ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus.
Sentimen Makro Amerika Serikat dan Kebijakan Fiskal Domestik
Penurunan laju volatilitas pasar modal terjadi setelah data resmi menunjukkan perlambatan harga di level global. Kondisi ekonomi makro ini memberi ruang bagi aset berisiko untuk terus bertumbuh.
Rincian indikator makro global dan domestik pendorong laju pergerakan indeks:
-
Tingkat Inflasi Tahunan Amerika Serikat: Merosot menuju angka 3,5 persen pada Juni dari posisi 4,2 persen pada Mei 2026.
-
Perbandingan Ekspektasi Pasar: Realisasi inflasi 3,5 persen berada di bawah estimasi awal konsensus sebesar 3,8 persen.
-
Peluang Kenaikan Suku Bunga: Pasar memprediksi peluang sebesar 50 persen terkait kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026 akibat faktor geopolitik minyak dunia.
-
Komitmen Kebijakan Fiskal Internal: Pemerintah Indonesia memastikan pembatalan rencana kenaikan tarif pajak baru demi menjaga daya saing korporasi.
-
Fokus Ekstensi Pajak Dalam Negeri: Pemerintah memilih strategi perluasan basis pajak lewat program digitalisasi serta peningkatan kepatuhan wajib pajak.
Rangkuman Statistik Perdagangan Saham Bursa Efek Indonesia
Aktivitas transaksi di lantai bursa menunjukkan partisipasi aktif para pelaku pasar sepanjang sesi perdagangan berlangsung. Indeks terus bertahan di area positif sejak pembukaan perdagangan pagi hari.
Data capaian transaksi dan pergerakan sektoral IDX-IC sore ini:
-
Posisi Penutupan IHSG: Menguat 2,45 poin atau 0,04 persen menuju level 6.041,97.
-
Capaian Kelompok 45 Saham Unggulan (LQ45): Mengalami kenaikan 1,01 poin atau 0,17 persen menuju area 599,90.
-
Total Nilai Transaksi Saham: Mencapai Rp11.330.000.000.000 (sebelas triliun tiga ratus tiga puluh miliar rupiah).
-
Volume dan Frekuensi Perdagangan: Melibatkan 21,78 miliar lembar saham melalui total frekuensi transaksi sebanyak 2.008.000 kali.
-
Peta Pergerakan Emiten: Sebanyak 348 saham mencatat penguatan harga, 286 saham mengalami penurunan, sedangkan 331 saham stagnan.
-
Sektor IDX-IC Terkuat: Sektor barang baku memimpin penguatan sebesar 0,67 persen, menyusul sektor properti sebesar 0,64 persen.
-
Sektor IDX-IC Terlemah: Sektor kesehatan menderita penurunan terdalam sebesar 0,60 persen, menyusul sektor industri sebesar 0,38 persen.
-
Barisan Saham Top Gainers: Kenaikan harga tertinggi melanda saham INAI, RANS, PRDL, AGAR, dan GDST.
-
Barisan Saham Top Losers: Pelemahan harga terdalam menimpa saham COCO, SKBM, CASA, SQMI, dan RUNS.
Penguatan moncer bursa saham dalam negeri sejalan dengan pergerakan mayoritas indeks saham utama di Asia.
Indeks Nikkei Tokyo melonjak 1,49 persen ke 68.775,00, indeks Hang Seng Hong Kong terangkat 1,40 persen ke 24.681,10, indeks Strait Times Singapura naik 1,09 persen ke 5.554,66, dan indeks Kospi Korea Selatan memimpin lonjakan tajam sebesar 6,24 persen ke posisi 7.284,41.
Sebaliknya, hanya indeks Shanghai China melaju melawan arus dengan penurunan 0,29 persen ke posisi 3.955,58.

