IHSG Hari Ini Siap Tembus Level 6.000, Dua Saham IPO Sukses Cetak ARA Saat Investor Asyik Nonton Piala Dunia

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - 1 jam, 4 menit lalu
IHSG Hari Ini Siap Tembus Level 6.000, Dua Saham IPO Sukses Cetak ARA Saat Investor Asyik Nonton Piala Dunia

Ilustrasi (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Lantai bursa Jakarta memancarkan warna hijau cerah sejak menit pertama perdagangan dibuka. Deretan angka digital pada papan elektronik Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak dinamis, memberi sinyal optimisme baru bagi para pelaku pasar modal domestik.

Di tengah riuh rendah demam Piala Dunia 2026 serta musim liburan sekolah, pasar keuangan dalam negeri justru menunjukkan taji untuk merangkak naik menuju level psikologis baru.

Baca juga:

The Fed Kasih Angin Segar, IHSG Hari Ini Langsung Lompat ke Zona Hijau Tinggalkan Bayang-Bayang Defisit Dagang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses membuka perdagangan Selasa (7/7) dengan lompatan 17,50 poin atau naik 0,30 persen menuju posisi 5.933,57. Langkah positif ini searah dengan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,60 poin atau 0,27 persen ke posisi 586,08.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan kenaikan dan menguji level 6.000,

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim.

Dua Saham IPO Pimpin Sektor Domestik

Aksi korporasi dalam negeri menjadi motor penggerak utama gairah pasar hari ini. Dua perusahaan baru resmi melantai di bursa langsung mencatatkan lonjakan harga hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA).

Fenomena ini menjadi angin segar setelah aktivitas perdagangan Senin (6/7) kemarin cenderung sepi akibat dominasi investor lokal memakai strategi wait and see.

Aktivitas perdagangan awal pekan kemarin mencatat total volume lebih dari 19,6 miliar lembar saham senilai Rp9,4 triliun. Angka transaksi tersebut merosot tajam jika membandingkan rata-rata harian BEI sekitar 41 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp24 triliun.

Selain maraknya aksi IPO tanpa kepastian katalis positif besar, faktor eksternal non-ekonomi ikut memengaruhi psikologis pasar.

Ilustrasi

"Selain itu musim liburan anak sekolah dan sedang berlangsungnya Piala Dunia 2026 diperkirakan juga berpengaruh terhadap volume perdagangan," tutur Ratna.

Sentimen positif lain datang dari rilis estimasi kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2027 sebesar Rp174 triliun. Angka ini memotong proyeksi awal sebesar Rp268 triliun berkat rasionalisasi titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari 27 ribu menjadi 21 ribu unit untuk melayani 84 ribu siswa.

"Jika anggaran program tersebut dapat diturunkan, maka dapat mengurangi tekanan terhadap defisit APBN dan diperkirakan akan direspon positif oleh pasar," ungkap Ratna.

Saham Sektor Teknologi Global Rebound

Kondisi eksternal ikut meniupkan angin segar setelah bursa kawasan Asia mencetak rekor tertinggi baru. Kebangkitan saham-saham sektor semikonduktor atau chip berhasil mengakhiri tren koreksi selama dua pekan terakhir akibat aksi ambil untung (profit taking).

Meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah mengembalikan fokus penuh pelaku pasar dunia pada ekspansi bisnis kecerdasan buatan (AI).

"Saham-saham chip, pendorong utama booming AI, berada di bawah tekanan selama dua minggu terakhir akibat kekhawatiran perdagangan AI menguat terlalu cepat," jelas Ratna.

Baca juga:

IHSG Terbang Tinggi Jelang Akhir Pekan, Ratusan Emiten Kompak Menghijau Dongkrak Indeks LQ45

Rangkuman data indikator ekonomi serta penutupan bursa global-regional terkini:

  • Indeks PMI Jasa ISM Amerika Serikat: Turun ke level 54,0 pada Juni 2026 dari posisi 54,5 pada Mei 2026, mencerminkan ekspansi aktivitas bisnis melambat sesuai ekspektasi.

  • Komoditas Minyak Mentah: Tren harga melemah imbas kebijakan Arab Saudi memangkas harga jual resmi, rencana peningkatan produksi OPEC+ bulan Agustus, serta normalisasi jalur Selat Hormuz.

  • Imbal Hasil Obligasi AS: U.S. 10-year Bond Yield turun tipis 1 basis poin ke level 4,469 persen menjelang rilis risalah FOMC dan KTT NATO di Turki.

  • Bursa Saham Wall Street (Senin, 06/07): Indeks Dow Jones naik 0,29 persen, S&P 500 naik 0,72 persen, sedangkan Nasdaq Composite terkoreksi 1,26 persen.

  • Bursa Saham Eropa (Senin, 06/07): Bergerak variatif dengan Euro Stoxx 50 melemah 0,27 persen, FTSE 100 Inggris minus 0,26 persen, DAX Jerman menguat 0,15 persen, dan CAC 40 Prancis turun 0,33 persen.

  • Bursa Saham Asia Pagi Ini: Indeks Nikkei Jepang anjlok 1,17 persen ke 68.920,00; Shanghai China turun 0,78 persen ke 4.009,73; Hang Seng Hong Kong naik 0,50 persen ke 23.641,00; Straits Times Singapura menguat 0,89 persen ke posisi 5.306,71.

#IHSG #Harga Saham #Pasar Saham #Indeks Saham #Pergerakan Saham
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
IHSG Hari Ini Siap Tembus Level 6.000, Dua Saham IPO Sukses Cetak ARA Saat Investor Asyik Nonton Piala Dunia
Sentimen positif lain datang dari rilis estimasi kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2027 sebesar Rp174 triliun
Angga Yudha Pratama - 1 jam, 4 menit lalu
IHSG Hari Ini Siap Tembus Level 6.000, Dua Saham IPO Sukses Cetak ARA Saat Investor Asyik Nonton Piala Dunia
Indonesia
The Fed Kasih Angin Segar, IHSG Hari Ini Langsung Lompat ke Zona Hijau Tinggalkan Bayang-Bayang Defisit Dagang
Investor domestik kini menantikan data cadangan devisa, indeks keyakinan konsumen
Angga Yudha Pratama - Senin, 06 Juli 2026
The Fed Kasih Angin Segar, IHSG Hari Ini Langsung Lompat ke Zona Hijau Tinggalkan Bayang-Bayang Defisit Dagang
Indonesia
IHSG Terbang Tinggi Jelang Akhir Pekan, Ratusan Emiten Kompak Menghijau Dongkrak Indeks LQ45
Sentimen positif tambahan berasal dari pelambatan data ketenagakerjaan nonfarm payrolls (NFP) AS
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 Juli 2026
IHSG Terbang Tinggi Jelang Akhir Pekan, Ratusan Emiten Kompak Menghijau Dongkrak Indeks LQ45
Indonesia
IHSG Hari Ini Ngamuk ke Zona Hijau Lompat Lewati Level 5.800, Saham LQ45 Ikut Melesat Ikuti Tren Asia
Langkah berani pemerintah mempercepat pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) melalui RUU PFII juga memanen sentimen positif
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 Juli 2026
IHSG Hari Ini Ngamuk ke Zona Hijau Lompat Lewati Level 5.800, Saham LQ45 Ikut Melesat Ikuti Tren Asia
Indonesia
Dolar Amerika Perkasa Tabrak Rupiah, Pergerakan IHSG Kamis Pagi Tawarkan Sedikit Harapan
Kelompok saham berkapitalisasi besar ikut mendorong laju indeks sektoral berada pada zona hijau
Angga Yudha Pratama - Kamis, 02 Juli 2026
Dolar Amerika Perkasa Tabrak Rupiah, Pergerakan IHSG Kamis Pagi Tawarkan Sedikit Harapan
Indonesia
IHSG Hari Ini Berhasil Lolos dari Kutukan Zona Merah, Indeks LQ45 Tetap Perkasa Naik Menembus Level 556
Menurunnya kinerja sektor manufaktur tidak menghalangi laju kelompok saham barang baku untuk memimpin penguatan sebesar 2,81 persen
Angga Yudha Pratama - Rabu, 01 Juli 2026
IHSG Hari Ini Berhasil Lolos dari Kutukan Zona Merah, Indeks LQ45 Tetap Perkasa Naik Menembus Level 556
Indonesia
IHSG Hari Ini Jeblok Tipis Saat Pembukaan, Kebijakan B50 Siap Jadi Penyelamat Saham Sektor Sawit
Beban berat pasar saham dalam negeri datang dari penguatan indeks dolar Amerika Serikat (DXY) menuju posisi 101,26
Angga Yudha Pratama - Rabu, 01 Juli 2026
IHSG Hari Ini Jeblok Tipis Saat Pembukaan, Kebijakan B50 Siap Jadi Penyelamat Saham Sektor Sawit
Indonesia
IHSG Hari Ini Jeblok Saat Wall Street Pesta Pora, Investor Saham Ramai-Ramai Tahan Duit
Investor global saat ini memfokuskan perhatian pada rilis data ketenagakerjaan AS (Non-Farm Payrolls) guna membaca arah kebijakan suku bunga Bank Sentral AS
Angga Yudha Pratama - Selasa, 30 Juni 2026
IHSG Hari Ini Jeblok Saat Wall Street Pesta Pora, Investor Saham Ramai-Ramai Tahan Duit
Indonesia
Rupiah dan IHSG Kompak Melemah, Stabilitas Makroekonomi Jangka Pendek Jadi Kunci
Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menegaskan pentingnya menjaga stabilitas makroekonomi dalam merespons dinamika global yang penuh ketidakpastian.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Juni 2026
Rupiah dan IHSG Kompak Melemah, Stabilitas Makroekonomi Jangka Pendek Jadi Kunci
Indonesia
IHSG Hari Ini Longsor ke Level 5.801 Bareng Indeks Saham LQ45, Rupiah Keok Dekati Rp18.000 Per Dolar AS
Tekanan eksternal membuat posisi mata uang Garuda sulit keluar dari zona merah pada perdagangan jangka pendek
Angga Yudha Pratama - Selasa, 30 Juni 2026
IHSG Hari Ini Longsor ke Level 5.801 Bareng Indeks Saham LQ45, Rupiah Keok Dekati Rp18.000 Per Dolar AS
Bagikan