Merahputih.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan sebesar 61,61 poin atau 1,07 persen ke posisi 5.806,17 pada pembukaan transaksi Jumat (3/7) pagi. Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 tidak mau kalah, merangkak naik 6,97 poin atau 1,23 persen menuju level 572,46.
Jika mampu menembus 5.762 atau 5.806, dan berlanjut di atas 5.853 dengan didukung peningkatan volume transaksi, IHSG berpeluang menguji resistance 5.904, kemudian 5.974, hingga area psikologis 6.000,
Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata.
Redanya Tensi Geopolitik dan Kebijakan The Fed
Faktor eksternal menjadi pendorong utama lonjakan indeks domestik berkat kemajuan pembicaraan damai antara Amerika Serikat dengan Iran.
Baca juga:
Normalisasi aktivitas pelayaran di Selat Hormuz sukses mengamankan pasokan energi, menekan harga minyak bumi, serta meredam ekspektasi inflasi dunia.
Selain itu, pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh mengenai penghentian forward guidance eksplisit memberikan ruang napas baru bagi pasar finansial.
Ditambah lagi, laporan ketenagakerjaan AS tampil lebih lemah daripada ekspektasi pasar, menurunkan probabilitas kenaikan suku bunga acuan Negeri Paman Sam tahun ini.
Data penutupan pasar saham global, regional, serta indikator makro ekonomi domestik:
-
Performa Bursa Eropa (Kamis): Euro Stoxx 50 melonjak 1,35 persen, FTSE 100 Inggris naik 1,67 persen, DAX Jerman melejit 2,16 persen, CAC 40 Prancis tumbuh 1,65 persen.
-
Performa Wall Street AS (Kamis): Dow Jones naik 1,14 persen, S&P 500 naik tipis 0,01 persen, Nasdaq melemah 1,61 persen.
-
Performa Bursa Asia (Jumat Pagi): Nikkei Jepang naik 0,62 persen, Shanghai Tiongkok menguat 0,35 persen, Hang Seng Hongkong meroket 1,65 persen, Kospi Korea Selatan melesat 2,27 persen, Straits Times Singapura naik 0,17 persen.
-
Asumsi Kerangka RAPBN 2027: Pertumbuhan ekonomi disepakati 5,8–6,5 persen, inflasi kisaran 1,5–3,5 persen, defisit anggaran 1,80–2,40 persen PDB.
-
Nilai Tukar Rupiah & Target ICP: Kurs Rupiah diproyeksikan Rp16.800–Rp17.500 per dolar AS, harga minyak Indonesia (ICP) dipatok Rp1.200.500–Rp1.629.250 per barel (70–95 dolar AS).
Insentif Gila-Gilaan Pusat Finansial Domestik
Suntikan moral dari dalam negeri ikut memperkuat kepercayaan diri investor lewat kesepakatan kerangka awal RAPBN 2027 antara DPR dan pemerintah.
Struktur pendapatan negara ditargetkan mencapai 12,01–12,40 persen PDB, dengan sokongan rasio penerimaan pajak sebesar 10,16–10,50 persen PDB.
Baca juga:
Dolar Amerika Perkasa Tabrak Rupiah, Pergerakan IHSG Kamis Pagi Tawarkan Sedikit Harapan
Langkah berani pemerintah mempercepat pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) melalui RUU PFII juga memanen sentimen positif. Kawasan khusus ini menawarkan pembebasan pajak penuh serta mengadopsi sistem hukum komersial internasional layaknya Dubai dan Abu Dhabi.
Kehadiran pengadilan khusus penyelesaian sengketa bisnis internasional diharapkan mampu menyedot modal asing dalam jumlah raksasa guna memperkuat posisi ekonomi nasional.