Merahputih.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup sesi perdagangan Kamis (9/7) sore dengan senyum merekah.
Baca juga:
Penutupan pasar menunjukkan peningkatan 39,07 poin atau 0,67 persen menuju level 5.912,44. Gerak positif ini searah indeks saham unggulan LQ45, naik 4,49 poin atau 0,77 persen ke posisi 587,37.
Bursa kawasan Asia bergerak variatif di tengah konflik kembali memanas di Timur Tengah, militer Amerika Serikat mengonfirmasi serangan terhadap Iran,
ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus.
Banjir Emiten Baru Pengumpul Dana Raksasa
Maraknya aksi Initial Public Offering (IPO) sepanjang pekan menjadi motor utama penggerak zona hijau bursa domestik.
Enam perusahaan sukses merealisasikan pencatatan saham perdana guna menyerap likuiditas pasar modal dalam jumlah besar.
Berikut rincian data transaksi, kinerja sektor, serta indikator makro ekonomi domestik:
-
Total Dana IPO: Aksi korporasi emiten baru berhasil menghimpun dana publik sebesar Rp1,79 triliun.
-
Fenomena ARA: Lima saham perdana langsung menyentuh pembatasan Auto Reject Atas pada hari pertama perdagangan, sisa satu perusahaan menggelar IPO esok hari.
-
Total Nilai Transaksi: Frekuensi perdagangan mencatat 2.226.000 kali transaksi, volume 25,69 miliar lembar saham senilai Rp12,07 triliun.
-
Pergerakan Harga Emiten: Sebanyak 338 saham membukukan kenaikan, 296 saham mengalami penurunan, 330 saham bertahan stagnan.
-
Pimpinan Sektor IDX-IC: Sektor barang baku memimpin penguatan sebesar 2,14 persen, menyusul sektor transportasi-logistik 1,28 persen, sektor industri 1,08 persen.
-
Sektor Melemah: Sektor kesehatan merosot paling dalam sebesar 1,40 persen, bersama sektor properti 1,40 persen, sektor infrastruktur 0,29 persen.
-
Top Gainers Emiten: Kenaikan harga tertinggi melanda saham PRDL, JELI, MMIX, JAST, dan ARTO.
-
Proyeksi Pertumbuhan ADB: Asian Development Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil pada angka 5,2 persen periode 2026 hingga 2027.
Sentimen Suku Bunga dan Geopolitik Global
Ketahanan ekonomi nasional memberi suntikan kepercayaan diri tinggi bagi pelaku pasar lokal menghadapi ketidakpastian dunia. Proyeksi pertumbuhan stabil mencerminkan kondisi target realistis saat perekonomian global mengalami perlambatan.
“Proyeksi tersebut menunjukkan kondisi target realistis kondisi global mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi,” tutur Nico.
Ancaman pembalasan skala besar militer Iran terhadap pangkalan Amerika Serikat memicu lonjakan harga minyak dunia, memicu kecemasan inflasi tinggi.
Baca juga:
Di sisi lain, risalah internal bank sentral Amerika Serikat (The Fed) menunjukkan perbedaan pandangan mengenai kenaikan suku bunga acuan. Investor global kini menanti rilis data klaim pengangguran mingguan terbaru serta data penjualan rumah guna membaca arah kebijakan ekonomi mendatang.
“Pasar terus memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga The Fed pada akhir tahun,” ungkap Nico.
Penguatan juga melanda mayoritas bursa regional Asia sore ini. Indeks Nikkei Tokyo naik 1,55 persen ke level 67.856,56, indeks Shanghai menguat 1,65 persen ke 4.036,59, indeks Strait Times Singapura menanjak 1,20 persen ke 5.433,88. Sebaliknya, indeks Hang Seng Hong Kong justru melemah 0,70 persen menuju posisi 24.030,18.

