Tekan Penyebaran Corona, Pemkot Yogyakarta Tingkatkan Pemeriksaan Kesehatan Ibu Hamil

Selasa, 22 September 2020 - Andika Pratama

MerahPutih.com - Pemerintah Kota Yogyakarta meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan kesehatan ibu hamil (bumil). Pengetatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi pencegahan penularan COVID-19 di kalangan bumil.

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta, Heroe Poerwadi menjelaskan, para ibu hamil wajib melaporkan diri ke perangkat desa dan kader kesehatan. Para kader kesehatan kemudian akan mendata dan memasukkan para bumil dalam grup di sosial media.

Baca Juga

Positif COVID-19, Menteri Agama Fachrul Razi Lama Tak ke Istana

"Mereka akan mendapat berbagai bekal menjaga kesehatan kehamilan termasuk persiapan kelahiran selama masa pandemi di grup itu. Biasanya dalamnya juga ada dokter sehingga bisa menjawab berbagai permasalahan yang dialami ibu hamil,” katanya di Yogyakarta, Senin (21/9).

Pendataan ini juga menjadi bagian informasi di kecamatan yang harus mempersiapkan berbagai dokumen saat ibu hamil melahirkan, seperti akta kelahiran, kartu identitas ada dan perubahan kartu keluarga (KK). Serta persiapan melakukan test COVID-19 jelang kelahiran.

“Pada masa pandemi COVID-19 seperti saat ini, ibu hamil diwajibkan melakukan uji swab saat usia kehamilan 38 minggu,” tegasnya.

Ibu hamil

Heroe melanjutkan pihaknya sudah memiliki sistem untuk mendukung pemantauan kesehatan terhadap ibu hamil yang sudah berjalan baik bahkan jauh sebelum terjadi pandemi COVID-19. Pasalnya, bumil rentan terkena beragam penyakit lantaran daya tahan tubuh mereka turun.

Dari sejumlah uji swab yang dilakukan terhadap ibu hamil, lanjut Heroe, ditemukan sekitar 10 ibu hamil yang kemudian dinyatakan positif COVID-19.

"Bumil yang positif COVID-19 sebagian besar pekerja dan pedagang," pungkas politikus PAN ini.

Baca Juga

Polisi Siap Bubarkan Gerombolan Pesepeda yang Berkumpul di Kawasan Sudirman-Bundaran HI

Berdasarkan data corona.jogjakota.go.id hingga Minggu (20/9), jumlah kasus aktif positif COVID-19 di Yogyakarta 133 orang, 186 kasus sembuh, dan 14 pasien meninggal dunia. (Teresa Ika/Yogyakarta)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan