Tekan Penyebaran Corona, Pemkot Yogyakarta Tingkatkan Pemeriksaan Kesehatan Ibu Hamil
Ilustrasi ibu hamil. (Foto: Pixabay/DanielReche)
MerahPutih.com - Pemerintah Kota Yogyakarta meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan kesehatan ibu hamil (bumil). Pengetatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi pencegahan penularan COVID-19 di kalangan bumil.
Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta, Heroe Poerwadi menjelaskan, para ibu hamil wajib melaporkan diri ke perangkat desa dan kader kesehatan. Para kader kesehatan kemudian akan mendata dan memasukkan para bumil dalam grup di sosial media.
Baca Juga
Positif COVID-19, Menteri Agama Fachrul Razi Lama Tak ke Istana
"Mereka akan mendapat berbagai bekal menjaga kesehatan kehamilan termasuk persiapan kelahiran selama masa pandemi di grup itu. Biasanya dalamnya juga ada dokter sehingga bisa menjawab berbagai permasalahan yang dialami ibu hamil,” katanya di Yogyakarta, Senin (21/9).
Pendataan ini juga menjadi bagian informasi di kecamatan yang harus mempersiapkan berbagai dokumen saat ibu hamil melahirkan, seperti akta kelahiran, kartu identitas ada dan perubahan kartu keluarga (KK). Serta persiapan melakukan test COVID-19 jelang kelahiran.
“Pada masa pandemi COVID-19 seperti saat ini, ibu hamil diwajibkan melakukan uji swab saat usia kehamilan 38 minggu,” tegasnya.
Heroe melanjutkan pihaknya sudah memiliki sistem untuk mendukung pemantauan kesehatan terhadap ibu hamil yang sudah berjalan baik bahkan jauh sebelum terjadi pandemi COVID-19. Pasalnya, bumil rentan terkena beragam penyakit lantaran daya tahan tubuh mereka turun.
Dari sejumlah uji swab yang dilakukan terhadap ibu hamil, lanjut Heroe, ditemukan sekitar 10 ibu hamil yang kemudian dinyatakan positif COVID-19.
"Bumil yang positif COVID-19 sebagian besar pekerja dan pedagang," pungkas politikus PAN ini.
Baca Juga
Polisi Siap Bubarkan Gerombolan Pesepeda yang Berkumpul di Kawasan Sudirman-Bundaran HI
Berdasarkan data corona.jogjakota.go.id hingga Minggu (20/9), jumlah kasus aktif positif COVID-19 di Yogyakarta 133 orang, 186 kasus sembuh, dan 14 pasien meninggal dunia. (Teresa Ika/Yogyakarta)
Bagikan
Patricia Pur Dara Vicka
Berita Terkait
Puan Soroti Kematian Ibu Hamil Usai Ditolak 4 RS di Jayapura, Minta Evaluasi Total Layanan Kesehatan 3T
Kata Politikus PSI Soal Rencana Pemprov Jakarta Beri Bantuan Bagi Pasangan Kesulitan Hamil
Hai Ibu Hamil! Disarankan Konsumsi Asam Folat Untuk Perkembangan Anak di Masa Depan
Klaim Vaksin HPV Sebabkan Kemandulan, Ini Penjelasan Ahli yang Bikin Plong
Dokter Bocorkan Cara Ajaib Bikin Anak Berprestasi Hanya dengan Musik
Air Kelapa Lebih dari Sekadar Segar! Ini Manfaatnya yang Vital untuk Ibu Hamil dan Pembentukan Air Ketuban
Dokter Tekankan Pentingnya Nutrisi Seimbang dan Susu Khusus bagi Ibu Hamil di Indonesia
Modus Dokter Kandungan Cabul di Garut, Ajak Korban ke Kosan untuk Pemeriksaan Medis
Dokter Tekankan Pentingnya Gaya Hidup Sehat untuk Program Bayi Tabung
Mengenal 4 Fakta Menarik Mild Stimulation IVF