Mengenal 4 Fakta Menarik Mild Stimulation IVF

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 21 Maret 2025
Mengenal 4 Fakta Menarik Mild Stimulation IVF

Ilustrasi. (Foto: Unsplash/Juan Encalada)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kato Ojin IVF Center (KOIC) membawa pendekatan baru dalam dunia fertilitas. Lewat metode mild stimulation IVF, KOIC menawarkan proses bayi tabung yang lebih lembut dan alami. Ini dia 4 hal penting soal metode ini:

1. Lebih Alami, Minim Risiko

Berbeda dari IVF konvensional yang memakai hormon dosis tinggi, mild stimulation hanya menggunakan obat dalam dosis minimal. Hasilnya? Risiko komplikasi seperti sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS) jadi jauh lebih kecil.

2. Fokus ke Kualitas, Bukan Kuantitas

Metode ini menekankan pada kualitas sel telur dan embrio—bukan banyaknya jumlah yang dihasilkan. Tujuannya: meningkatkan peluang kehamilan yang sehat dan berkelanjutan.

3. Tingkat Keberhasilan Lebih Tinggi

Dengan metode ini, KOIC mencatat tingkat keberhasilan mencapai 62,5%, jauh di atas rata-rata keberhasilan IVF di Indonesia yang hanya 30–40 persen.

Baca juga:

Penting, Asupan Protein bagi Ibu Hamil

4. Bayi Sehat, Kehamilan Aman

Tak hanya soal berhasil hamil, mild stimulation juga mengurangi risiko keguguran, pre-eklampsia, hingga kelahiran prematur.

“Kami ingin pasien tidak hanya hamil, tapi bisa menjalani kehamilan yang cukup bulan, minim komplikasi, dan melahirkan anak yang sehat,” ujar dr. Eko Prabowo, Sp.OG-KFER, dokter spesialis fertilitas KOIC. (ikh)

#Ibu Hamil #Kesehatan #Medis
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan