Merahputih.com - Suasana haru menyelimuti upacara persemayaman Deden Maulana (43), pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Pangkep.
Di balik duka yang mendalam, pihak keluarga membagikan kisah perjuangan saat ikut memantau proses pencarian di Sulawesi Selatan.
Adik ipar Deden Maulana, Asep Hilman Rosadi, menceritakan betapa beratnya medan yang harus ditempuh tim gabungan untuk mengevakuasi para korban.
Baca juga:
Tim Evakuasi Dikerahkan ke Titik Koordinat Terakhir Pesawat Patroli KKP Hilang Kontak
Hilman bahkan memberanikan diri menempuh perjalanan darat selama berjam-jam hingga menggunakan sepeda motor demi mendapatkan informasi langsung di lokasi.
“Saya melihat dengan mata saya sendiri bagaimana para relawan dari Basarnas dan TNI bekerja keras. Dan kami dari pihak keluarga menyadari ternyata memang tidak mudah untuk mengevakuasi para korban,” ungkap Hilman, Kamis (22/1).
Apresiasi Pelayanan dan Identifikasi Cepat
Pihak keluarga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KKP, tim medis, dan otoritas terkait yang memfasilitasi seluruh proses, mulai dari pemberangkatan keluarga ke Makassar hingga penanganan jenazah.
Tim DVI Biddokes Polda Sulsel berhasil mengidentifikasi jenazah Deden melalui tes post mortem dan ante mortem pada Rabu (21/1) malam sebelum akhirnya diterbangkan ke Jakarta.
“Alhamdulillah kami dari pihak keluarga kemarin difasilitasi untuk bisa berangkat ke Makassar. Selama di sana, kami mendapatkan pelayanan terbaik dan informasi-informasi yang akurat,” tambah Hilman.
Penghormatan Terakhir dan Pangkat Anumerta
Pemerintah sendiri memberikan penghormatan terakhir kepada Deden Maulana atas pengabdiannya di bidang pengelola barang milik daerah KKP. Upacara persemayaman yang dimulai pukul 10.36 WIB tersebut ditandai dengan penganugerahan pangkat anumerta bagi mendiang Deden Maulana.
Baca juga:
Pesawat Patroli KKP Hilang, Dirjen Ipunk Terbang ke Maros Kawal Langsung Pencarian
Deden ditemukan pada kedalaman 300 meter di lereng gunung Bulusaraung setelah pesawat milik Indonesia Air Transport (IAT) pada Sabtu (17/1).
Setelah upacara di Jakarta selesai, jenazah langsung diberangkatkan menuju Kota Garut, Jawa Barat, untuk dimakamkan di tanah kelahirannya.