Identifikasi Korban ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Terkendala Kondisi Jenazah

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Januari 2026
Identifikasi Korban ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Terkendala Kondisi Jenazah

Jenazah Korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. (Foto: dok. SAR Sulsel)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Proses identifikasi jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang ditemukan di jurang Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, masih menghadapi sejumlah kendala.

Jenazah berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan pada Minggu (18/1) tersebut berada di kedalaman sekitar 200 meter dan ditemukan dalam kondisi yang sulit dikenali, sehingga mempersulit proses identifikasi awal.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Sulawesi Selatan, Kombes dr. Muh Haris, menjelaskan bahwa proses identifikasi korban bencana dilakukan melalui dua metode utama, yakni metode primer dan metode sekunder.

Metode primer, kata Haris, hanya membutuhkan satu indikator utama untuk menetapkan identitas korban, seperti sidik jari, profil gigi, atau pemeriksaan DNA.

“Jika sidik jari dan profil gigi sulit diperoleh, maka dilakukan pemeriksaan DNA. Metode inilah yang memerlukan waktu cukup lama,” jelasnya kepada wartawan di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (21/1).

Selain metode primer, tim Disaster Victim Identification (DVI) juga menggunakan metode sekunder dengan mencocokkan berbagai data pendukung.

Data tersebut meliputi catatan medis, properti yang dikenakan korban, pakaian, hingga ciri personal, seperti penggunaan cincin kawin atau aksesori tertentu.

Baca juga:

Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Tebing Bulusaraung, KNKT Siap Mulai Investigasi

Tim SAR Gabungan Evakuasi Jenazah Pesawat ATR 42-500 dari Tebing Curam Bulusaraung

Tim SAR Evakuasi Korban Jatuhnya Pesawat ATR-42-500 di Sulsel Hari ini, Identitas belum Diketahui

Meski menghadapi berbagai kendala, tim DVI memastikan proses identifikasi dilakukan secara maksimal dengan mengedepankan ketelitian dan ketepatan.

“Kami tidak membutuhkan kecepatan, tetapi ketepatan. Identitas korban harus dipastikan dengan benar,” tegas Kombes dr. Muh Haris.

Sebagai informasi, Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel telah menerima dua jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Salah satunya adalah jenazah pramugari yang tiba lebih dahulu, sementara satu lainnya merupakan korban berjenis kelamin pria.

Jenazah pria tersebut diketahui sebagai korban pertama yang ditemukan pada Minggu (18/1) sekitar pukul 14.20 Wita, di jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter dari puncak Gunung Bulusaraung.

Jenazah korban pria itu baru tiba di Lanud Hasanuddin, Maros, pada Rabu (21/1) pagi, untuk selanjutnya menjalani proses identifikasi lebih lanjut oleh tim DVI. (Knu)

#Pesawat ATR 42-500 #Kecelakaan Pesawat #Sulawesi Selatan
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Identifikasi Korban ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Terkendala Kondisi Jenazah
Proses identifikasi jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung terkendala kondisi korban. DVI Polda Sulsel prioritaskan ketepatan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Januari 2026
Identifikasi Korban ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Terkendala Kondisi Jenazah
Indonesia
Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Tebing Bulusaraung, KNKT Siap Mulai Investigasi
Tim SAR menemukan black box pesawat ATR 42-500 di Tebing Bulusaraung. KNKT pun siap memulai investigasi.
Soffi Amira - Rabu, 21 Januari 2026
Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Tebing Bulusaraung, KNKT Siap Mulai Investigasi
Indonesia
Tim SAR Gabungan Evakuasi Jenazah Pesawat ATR 42-500 dari Tebing Curam Bulusaraung
Saat ini, tim medis tengah melakukan identifikasi awal terhadap korban tersebut
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Januari 2026
Tim SAR Gabungan Evakuasi Jenazah Pesawat ATR 42-500 dari Tebing Curam Bulusaraung
Indonesia
Tim SAR Evakuasi Korban Jatuhnya Pesawat ATR-42-500 di Sulsel Hari ini, Identitas belum Diketahui
Tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, serta potensi SAR lainnya akan menyisir area sekitar Lampeso.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Januari 2026
Tim SAR Evakuasi Korban Jatuhnya Pesawat ATR-42-500 di Sulsel Hari ini, Identitas belum Diketahui
Indonesia
DVI Ambil Sampel DNA Jenazah Laki-laki Pertama Korban Pesawat ATR 42-500
Jenazah pertama korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung berhasil dievakuasi. Tim DVI Polda Sulsel lakukan tes DNA untuk identifikasi.
Wisnu Cipto - Rabu, 21 Januari 2026
DVI Ambil Sampel DNA Jenazah Laki-laki Pertama Korban Pesawat ATR 42-500
Indonesia
Tim SAR Kerahkan Helikopter Angkut Korban Pesawat ATR 42-500 dari Jurang Penggungan Lampeso
Proses pengangkatan jenazah dilakukan dengan metode hoist menggunakan teknik air landed pada pukul 07.59 WITA.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Januari 2026
Tim SAR Kerahkan Helikopter Angkut Korban Pesawat ATR 42-500 dari Jurang Penggungan Lampeso
Indonesia
Basarnas Sebut Rekaman Langkah Kaki Kopilot ATR 42-500 Merupakan Data Beberapa Bulan Lalu saat di Yogyakarta
Hal ini, menurut Mohammad Syafii, telah disampaikan pada pihak keluarga Farhan.
Frengky Aruan - Selasa, 20 Januari 2026
Basarnas Sebut Rekaman Langkah Kaki Kopilot ATR 42-500 Merupakan Data Beberapa Bulan Lalu saat di Yogyakarta
Indonesia
2 Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi
Dalam proses evakuasi tersebut, personel sempat dihadapkan pada tantangan medan ekstrem dan cuaca yang sulit diprediksi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Januari 2026
2 Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi
Indonesia
Keluarga Korban Asal Karanganyar Dibawa ke Makassar Buat Pantau Pencarian Pesawat ATR 42-500
Untuk proses pencarian, Adik Hariadi sudah berada di Makassar, Sulawesi Selatan untuk memantau langsung perkembangan selama proses pencarian.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Januari 2026
Keluarga Korban Asal Karanganyar Dibawa ke Makassar Buat Pantau Pencarian Pesawat ATR 42-500
Indonesia
Anggota Keluarga Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Datangi RS Polri Polda Sulsel, Serahkan Sampel DNA
Keluarga Copilot Muhammad Farhan Gunawan mendatangi Posko Ante Mortem Biddokkes Polda Sulsel di Jalan Kumala, Makassar, Minggu (18/1).
Dwi Astarini - Senin, 19 Januari 2026
Anggota Keluarga Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Datangi RS Polri Polda Sulsel, Serahkan Sampel DNA
Bagikan