Identifikasi Korban ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Terkendala Kondisi Jenazah
Jenazah Korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. (Foto: dok. SAR Sulsel)
MerahPutih.com - Proses identifikasi jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang ditemukan di jurang Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, masih menghadapi sejumlah kendala.
Jenazah berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan pada Minggu (18/1) tersebut berada di kedalaman sekitar 200 meter dan ditemukan dalam kondisi yang sulit dikenali, sehingga mempersulit proses identifikasi awal.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Sulawesi Selatan, Kombes dr. Muh Haris, menjelaskan bahwa proses identifikasi korban bencana dilakukan melalui dua metode utama, yakni metode primer dan metode sekunder.
Metode primer, kata Haris, hanya membutuhkan satu indikator utama untuk menetapkan identitas korban, seperti sidik jari, profil gigi, atau pemeriksaan DNA.
“Jika sidik jari dan profil gigi sulit diperoleh, maka dilakukan pemeriksaan DNA. Metode inilah yang memerlukan waktu cukup lama,” jelasnya kepada wartawan di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (21/1).
Selain metode primer, tim Disaster Victim Identification (DVI) juga menggunakan metode sekunder dengan mencocokkan berbagai data pendukung.
Data tersebut meliputi catatan medis, properti yang dikenakan korban, pakaian, hingga ciri personal, seperti penggunaan cincin kawin atau aksesori tertentu.
Baca juga:
Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Tebing Bulusaraung, KNKT Siap Mulai Investigasi
Tim SAR Gabungan Evakuasi Jenazah Pesawat ATR 42-500 dari Tebing Curam Bulusaraung
Tim SAR Evakuasi Korban Jatuhnya Pesawat ATR-42-500 di Sulsel Hari ini, Identitas belum Diketahui
Meski menghadapi berbagai kendala, tim DVI memastikan proses identifikasi dilakukan secara maksimal dengan mengedepankan ketelitian dan ketepatan.
“Kami tidak membutuhkan kecepatan, tetapi ketepatan. Identitas korban harus dipastikan dengan benar,” tegas Kombes dr. Muh Haris.
Sebagai informasi, Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel telah menerima dua jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Salah satunya adalah jenazah pramugari yang tiba lebih dahulu, sementara satu lainnya merupakan korban berjenis kelamin pria.
Jenazah pria tersebut diketahui sebagai korban pertama yang ditemukan pada Minggu (18/1) sekitar pukul 14.20 Wita, di jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter dari puncak Gunung Bulusaraung.
Jenazah korban pria itu baru tiba di Lanud Hasanuddin, Maros, pada Rabu (21/1) pagi, untuk selanjutnya menjalani proses identifikasi lebih lanjut oleh tim DVI. (Knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Identifikasi Korban ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Terkendala Kondisi Jenazah
Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Tebing Bulusaraung, KNKT Siap Mulai Investigasi
Tim SAR Gabungan Evakuasi Jenazah Pesawat ATR 42-500 dari Tebing Curam Bulusaraung
Tim SAR Evakuasi Korban Jatuhnya Pesawat ATR-42-500 di Sulsel Hari ini, Identitas belum Diketahui
DVI Ambil Sampel DNA Jenazah Laki-laki Pertama Korban Pesawat ATR 42-500
Tim SAR Kerahkan Helikopter Angkut Korban Pesawat ATR 42-500 dari Jurang Penggungan Lampeso
Basarnas Sebut Rekaman Langkah Kaki Kopilot ATR 42-500 Merupakan Data Beberapa Bulan Lalu saat di Yogyakarta
2 Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi
Keluarga Korban Asal Karanganyar Dibawa ke Makassar Buat Pantau Pencarian Pesawat ATR 42-500
Anggota Keluarga Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Datangi RS Polri Polda Sulsel, Serahkan Sampel DNA