Black Box Pesawat ATR 42-500, Segera Diserahkan ke KNKT Buat Dianalisis
Serpihan pesawat ATR 42-500 di Maros
MerahPutih.com - Operasi SAR jatuhnya pesawat di Sulawesi Selatan, telah menemukan dan mengevakuasi dua korban yang telah teridentifikasi identitasnya oleh tim DVI, yakni Florencia Lolita Wibisono merupakan pramugari pesawat dan Deden Maulana diketahui ASN Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kedua korban sudah diambil keluarganya. Sedangkan potongan tubuh korban ketiga masih diidentifikasi.
Tercatat ada 10 orang berada dalam pesawat naas itu dengan rute Yogyakarta-Makassar. Tetapi, saat hendak mendarat di Bandara Hasanuddin, pesawat hilang kontak sampai akhirnya menabrak Gunung Bulusaraung di Pangkep pada Sabtu (17/1) siang. Pesawat diduga mengalami masalah mesin saat hendak mendarat.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii segera menyerahkan black box pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT milik perusahaan penerbangan Indonesia Air Transport (IAT) yang mengalami kecelakaan di pegunungan Bulusaraung Pangkep kepada Komite Nasiomal Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Black box ini akan kami serahkan kepada KNKT sebagai otoritas yang berwenang melakukan investigasi. Data di dalamnya sangat penting untuk mengungkap kronologi dan penyebab kecelakaan secara menyeluruh,” ujarnya.
Baca juga:
Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Tebing Bulusaraung, KNKT Siap Mulai Investigasi
Dalam operasi SAR pada hari kelima, Rabu (21/1), tim berhasil menemukan dua unit black box saat melakukan penyisiran di badan dan ekor pesawat, meski di tengah kondisi medan ekstrem serta kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Black box yang ditemukan terdiri dari Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR). Kedua kotak hitam ini dibawa langsung dari lokasi operasi oleh Pangdam Mayjen TNI Bangun Nawoko, sebagai bagian dari koordinasi lintas unsur dalam mendukung kelancaran operasi pencarian dan pertolongan.
Ia menegaskan, setelah diterima oleh Basarnas, black box tersebut selanjutnya diserahkan kepada pihak yang berwenang, yakni KNKT dalam waktu secepatnya guna dilakukan proses analisis dan investigasi lebih lanjut terkait penyebabnya.
Penyerahan black box ini menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian penanganan kecelakaan pesawat, sekaligus menegaskan sinergi dan komitmen seluruh unsur dalam menjalankan operasi SAR sebagai misi kemanusiaan yang profesional dan bertanggung jawab.
Syafii menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan yang bertugas di lapangan karena berhasil menemukan black box di tengah medan ekstrem serta kondisi cuaca yang menantang.
"Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada tim SAR di lapangan yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dan profesionalisme hingga berhasil menemukan black box pesawat," ujarnya.
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Black Box Pesawat ATR 42-500, Segera Diserahkan ke KNKT Buat Dianalisis
Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Tebing Bulusaraung, KNKT Siap Mulai Investigasi
DVI Ambil Sampel DNA Jenazah Laki-laki Pertama Korban Pesawat ATR 42-500
Tim SAR Kerahkan Helikopter Angkut Korban Pesawat ATR 42-500 dari Jurang Penggungan Lampeso
2 Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi
Keluarga Korban Asal Karanganyar Dibawa ke Makassar Buat Pantau Pencarian Pesawat ATR 42-500
Polda Jateng Ambil Sampel DNA dan Data Antemortem Keluarga Korban Pesawat ATR 42-500
Keluarga Korban Pesawat Jatuh ATR 42-500 Serahkan Sampel DNA
Inspeksi Jalur Kereta Api di Pulau Jawa Jelang Nataru 2026, KAI dan KNKT Temukan Sejumlah Titik Rawan Longsor
Pesawat Tempur India Jatuh Saat Dubai Airshow, Pilot Tewas di Tempat