MerahPutih.com - Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan tes simulasi terhadap sistem persinyalan kereta api sebagai bagian dari investigasi pascainsiden kecelakaan kereta rel listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan simulasi persinyalan KNKT dilakukan untuk memahami kemungkinan penyebab teknis, khususnya terkait fungsi dan respons sistem persinyalan saat kejadian.
"Hasil simulasi menjadi bahan penting dalam mengidentifikasi faktor penyebab kecelakaan serta potensi kelemahan system,” kata Dudy kepada wartawan di Jakarta dikutip Kamis (30/4).
Baca juga:
DPR Desak KAI Integrasikan Pusat Kendali Komunikasi Kereta Pasca-Tabrakan Bekasi
Investigasi Berbasis Data Lapangan
Dudy menyampaikan KNKT telah menekankan proses investigasi dilakukan secara menyeluruh, objektif, dan berbasis data lapangan.
Untuk itu, lanjut dia, Kemenhub juga berkomitmen menindaklanjuti hasil investigasi guna meningkatkan keselamatan operasional perkeretaapian. "Kami tekankan kembali, aspek keselamatan sebagai prioritas utama,” tegas Dudy.
Baca juga:
Ahli Waris Guru Korban Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur Dapat Satunan Kecelakaan Kerja
Mekanisme Santunan Korban Tabrakan Kereta Bekasi
Terkait penanganan korban, Dudy menjelaskan, proses pendataan dan identifikasi telah dilakukan sejak awal oleh PT Jasa Raharja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Menurutnya, penyaluran santunan akan dilaksanakan mengikuti mekanisme yang telah diatur.
“Sejak hari pertama, Jasa Raharja telah terlibat dalam proses identifikasi dan pendataan korban. Untuk mekanisme santunan, akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tandas Menteri Dudy. (Knu)