Kecelakaan KRL vs Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, DPR Desak KNKT Segera Investigasi

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 28 April 2026
Kecelakaan KRL vs Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, DPR Desak KNKT Segera Investigasi

Petugas memeriksa kondisi gerbong KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). ANTAR

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) didesak segera melakukan investigasi menyeluruh terkait kecelakaan kereta api yang terjadi di Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.

Insiden tersebut melibatkan kereta rel listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di sekitar Stasiun Bekasi Timur, yang memicu perhatian publik terhadap aspek keselamatan perkeretaapian.

Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya (DWS), menegaskan pentingnya investigasi mendalam guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan sekaligus mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

"Perlu investigasi lebih lanjut oleh KNKT untuk mengetahui secara detail penyebab kecelakaan ini, apakah faktor teknis, human error, atau masalah di perlintasan," ujar Danang kepada wartawan, Selasa (28/4).

Baca juga:

Insiden Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, 19 Perjalanan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen Dibatalkan

Prabowo Siapkan Rp 4 T Amankan Perlintasan Kereta Pulau Jawa, Khusus Bekasi Dibangun Flyover

Sebagai Kapoksi Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra, Danang menjelaskan bahwa berdasarkan informasi awal, kecelakaan diduga bermula dari insiden di perlintasan sebidang JPL 85.

Diduga terdapat kejadian yang melibatkan taksi listrik berwarna hijau atau dikenal dengan Green SM di lokasi tersebut, yang kemudian memicu rangkaian peristiwa hingga terjadinya kecelakaan kereta.

Komisi V DPR RI, lanjut Danang, akan terus memantau perkembangan investigasi dan meminta semua pihak terkait untuk mengambil langkah konkret.

Termasuk operator kereta dan otoritas perhubungan, agar meningkatkan standar keselamatan, khususnya di perlintasan sebidang yang masih menjadi titik rawan kecelakaan.

Baca juga:

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Tewaskan 14 Orang, DPR Desak Pemerintah Atasi Darurat Perlintasan Sebidang

Prabowo Perintahkan Penanganan Maksimal Korban Tabrakan Kereta Bekasi

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan perlintasan, mulai dari pemanfaatan teknologi, peningkatan penjagaan petugas, hingga kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas di jalur kereta api.

"Kami berharap hasil investigasi KNKT nantinya dapat menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan transportasi perkeretaapian di Indonesia," tutupnya. (Asp)

#Kecelakaan Kereta #KNKT #Komisi V DPR
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
DPR Soroti Rencana Kenaikan HET MinyaKita, Pemerintah Diminta Jaga Daya Beli Masyarakat
Komisi V DPR menyoroti rencana kenaikan harga MinyaKita. Pemerintah pun diminta menjaga daya beli masyarakat.
Soffi Amira - Senin, 08 Juni 2026
DPR Soroti Rencana Kenaikan HET MinyaKita, Pemerintah Diminta Jaga Daya Beli Masyarakat
Indonesia
DPR Dukung Rel Kereta Banda Aceh-Bandar Lampung, Minta KAI Jangan Abaikan Jalur Lama
DPR mendukung pembangunan jalur kereta api Banda Aceh-Bandar Lampung. KAI pun diminta tak mengabaikan jalur lama.
Soffi Amira - Minggu, 07 Juni 2026
DPR Dukung Rel Kereta Banda Aceh-Bandar Lampung, Minta KAI Jangan Abaikan Jalur Lama
Indonesia
Kecelakaan Maut KA Argo Bromo vs KRL, DPR Dorong Pembangunan Flyover Bekasi tak Bisa Ditunda
DPR mendesak pembangunan flyover Bekasi dipercepat, setelah tragedi KRL vs KA Argo Bromo Anggrek.
Soffi Amira - Jumat, 22 Mei 2026
Kecelakaan Maut KA Argo Bromo vs KRL, DPR Dorong Pembangunan Flyover Bekasi tak Bisa Ditunda
Indonesia
Sopir Taksi Green SM Tersangka Tabrakan Kereta Maut Bekasi, Dijerat Pasal Kelalaian UU Lalu Lintas
Terancam pidana penjara paling lama 6 bulan dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000,00.
Wisnu Cipto - Kamis, 21 Mei 2026
Sopir Taksi Green SM Tersangka Tabrakan Kereta Maut Bekasi, Dijerat Pasal Kelalaian UU Lalu Lintas
Indonesia
Berkas Perkara Tabrakan Kereta Maut Bekasi Rampung, Siapa Tersangkanya?
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memastikan berkas perkara kasus kecelakaan tabrakan maut kereta di Stasiun Bekasi Timur pada akhir April lalu telah rampung.
Wisnu Cipto - Kamis, 21 Mei 2026
Berkas Perkara Tabrakan Kereta Maut Bekasi Rampung, Siapa Tersangkanya?
Indonesia
Hampir Sebulan Berlalu, 5 Korban Tabrakan Maut Kereta Bekasi Masih Dirawat di RS
Hampir sebulan pasca tabrakan maut KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, lima korban masih dirawat di rumah sakit.
Wisnu Cipto - Kamis, 21 Mei 2026
Hampir Sebulan Berlalu, 5 Korban Tabrakan Maut Kereta Bekasi Masih Dirawat di RS
Indonesia
KAI Tutup 20 Perlintasan Sebidang Berisiko Tinggi, Keselamatan Jadi Prioritas
KAI bersama stakeholder menutup 20 perlintasan sebidang dan meningkatkan keselamatan di ribuan titik lain demi mengurangi risiko kecelakaan kereta api.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
KAI Tutup 20 Perlintasan Sebidang Berisiko Tinggi, Keselamatan Jadi Prioritas
Indonesia
Transportasi Indonesia Darurat Kecelakaan, DPR RI Desak Pembentukan Panja Keselamatan Nasional
Keselamatan publik dalam bermobilisasi merupakan isu strategis yang menuntut perhatian serius
Angga Yudha Pratama - Rabu, 13 Mei 2026
Transportasi Indonesia Darurat Kecelakaan, DPR RI Desak Pembentukan Panja Keselamatan Nasional
Indonesia
KAI Buka Suara soal Insiden Kecelakaan Bekasi Timur, Minta Tunggu Hasil Investigasi KNKT
KAI buka suara soal insiden kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur. KAI meminta publik menunggu hasil investigasi KNKT.
Soffi Amira - Jumat, 08 Mei 2026
KAI Buka Suara soal Insiden Kecelakaan Bekasi Timur, Minta Tunggu Hasil Investigasi KNKT
Indonesia
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki BBM di Muratara, DPR Minta Investigasi Total
Tragedi bus ALS vs truk tangki BBM di Muratara menewaskan 16 orang. DPR pun meminta KNKT untuk segera melakukan investigasi total.
Soffi Amira - Kamis, 07 Mei 2026
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki BBM di Muratara, DPR Minta Investigasi Total
Bagikan