MerahPutih.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) didesak segera melakukan investigasi menyeluruh terkait kecelakaan kereta api yang terjadi di Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.
Insiden tersebut melibatkan kereta rel listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di sekitar Stasiun Bekasi Timur, yang memicu perhatian publik terhadap aspek keselamatan perkeretaapian.
Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya (DWS), menegaskan pentingnya investigasi mendalam guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan sekaligus mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
"Perlu investigasi lebih lanjut oleh KNKT untuk mengetahui secara detail penyebab kecelakaan ini, apakah faktor teknis, human error, atau masalah di perlintasan," ujar Danang kepada wartawan, Selasa (28/4).
Baca juga:
Prabowo Siapkan Rp 4 T Amankan Perlintasan Kereta Pulau Jawa, Khusus Bekasi Dibangun Flyover
Sebagai Kapoksi Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra, Danang menjelaskan bahwa berdasarkan informasi awal, kecelakaan diduga bermula dari insiden di perlintasan sebidang JPL 85.
Diduga terdapat kejadian yang melibatkan taksi listrik berwarna hijau atau dikenal dengan Green SM di lokasi tersebut, yang kemudian memicu rangkaian peristiwa hingga terjadinya kecelakaan kereta.
Komisi V DPR RI, lanjut Danang, akan terus memantau perkembangan investigasi dan meminta semua pihak terkait untuk mengambil langkah konkret.
Termasuk operator kereta dan otoritas perhubungan, agar meningkatkan standar keselamatan, khususnya di perlintasan sebidang yang masih menjadi titik rawan kecelakaan.
Baca juga:
Prabowo Perintahkan Penanganan Maksimal Korban Tabrakan Kereta Bekasi
Ia juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan perlintasan, mulai dari pemanfaatan teknologi, peningkatan penjagaan petugas, hingga kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas di jalur kereta api.
"Kami berharap hasil investigasi KNKT nantinya dapat menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan transportasi perkeretaapian di Indonesia," tutupnya. (Asp)