Pesawat Pelita Air Jatuh di Nunukan Produksi 2013, Rawat Rutin Terakhir 15 Februari

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Jumat, 20 Februari 2026
Pesawat Pelita Air Jatuh di Nunukan Produksi 2013, Rawat Rutin Terakhir 15 Februari

Dokumentasi - Pesawat yang dioperasikan Pelita Air dengan registrasi PK-PAA. ANTARA/HO-Pelita Air

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Manajemen Pelita Air Service memastikan pesawat carter miliknya yang jatuh saat menjalankan misi distribusi program BBM Satu Harga di Kalimantan Utara, Kamis (19/2), dalam kondisi layak terbang, meski sudah berusia di atas 10 tahun.

Pesawat yang naas itu tipe Air Tractor AT-802 tahun produksi 2013. Pesawat jenis Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA ini diawaki satu orang pilot, Capt. Hendrick Lodewyck Adam (54), dengan pengalaman terbang lebih dari 8.000 jam sejak bergabung dengan Pelita Air pada Juli 2021.

“Pesawat telah menjalani perawatan rutin terkini pada 15 Februari,” kata Corporate Secretary PT Pelita Air Service, Patria Rhamadonna, Jumat (20/2).

Baca juga:

Pesawat Pelita Air Pembawa BBM Alami Kecelakaan Maut di Nunukan, Pilot Dipastikan Gugur

Kronologi Jatuhnya Pesawat

Pesawat lepas landas dari Tarakan pada pukul 10.22 WITA dan mendarat dengan baik di Long Bawan pada pukul 11.24 WITA. Setelah muatan BBM dibongkar, pesawat kembali terbang menuju Tarakan pada pukul 12.10 WITA tanpa muatan.

Namun, pada pukul 12.30 WITA, kantor pusat Pelita Air di Jakarta menerima informasi awal pesawat PK-PAA diduga jatuh tidak jauh dari Bandara Long Bawan.

Koordinasi segera dilakukan dengan Lanud Tarakan, Basarnas, dan masyarakat setempat. Lokasi pesawat ditemukan pada pukul 13.25 WITA. Pilot kemudian dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 14.33 WITA dan dibawa ke RS Pratama Long Bawan pukul 15.20 WITA.

Jenazah direncanakan dievakuasi menuju Tarakan pada Jumat (20/2) pukul 09.50 WITA, sebelum diterbangkan ke Jakarta untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Baca juga:

Pilot Pelita Air Service Berhasil Dievakuasi dari Lereng Pegunungan Pabetung Remayo

Investigasi KNKT

PT Pelita Air Service bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan memberangkatkan tim gabungan ke Long Bawan pada 20 Februari 2026 untuk memulai proses investigasi penyebab jatuhnya pesawat.

“Pelita Air Service bersama KNKT memberangkatkan tim gabungan ke Long Bawan untuk memulai investigasi jatuhnya pesawat,” tutup Patria. (Knu)

#Pelita Air Service #Pesawat Jatuh #Maskapai Penerbangan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Bandara Ngurah Rai Kembali Layani Penerbangan ke Jakarta dan Bandung, 7 Maskapai Beroperasi
Bandara Ngurah Rai kini kembali dibuka, setelah ditutup akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Sejumlah maskapai sudah melayani penerbangan.
Soffi Amira - Selasa, 08 September 2026
Bandara Ngurah Rai Kembali Layani Penerbangan ke Jakarta dan Bandung, 7 Maskapai Beroperasi
Indonesia
Bandara Soekarno-Hatta Terdampak Abu Vulkanik, Pindah ke Kertajati hingga Yogyakarta
Bandara Soekarno-Hatta terganggu akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Bandara Kertajati hingga Yogyakarta jadi alternatif.
Soffi Amira - Senin, 07 September 2026
Bandara Soekarno-Hatta Terdampak Abu Vulkanik, Pindah ke Kertajati hingga Yogyakarta
Indonesia
268 Ribu Penumpang Pesawat Gagal Terbang Akibat Erupsi Anak Krakatau
Erupsi Gunung Anak Krakatau melumpuhkan sektor penerbangan Indonesia. Sebanyak 268 ribu penumpang gagal terbang akibat penutupan tujuh bandara.
Wisnu Cipto - Senin, 07 September 2026
268 Ribu Penumpang Pesawat Gagal Terbang Akibat Erupsi Anak Krakatau
Indonesia
Bandara Hasanuddin Kembali Normal Usai Insiden Garuda Pecah Ban, Runway Sudah Dibuka!
Landasan pacu sempat ditutup sementara akibat kejadian Garuda Indonesia mengalami pecah ban di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Wisnu Cipto - Kamis, 03 September 2026
Bandara Hasanuddin Kembali Normal Usai Insiden Garuda Pecah Ban, Runway Sudah Dibuka!
Indonesia
Setelah 25 Tahun, Indonesia Kembali Incar Posisi Kursi Dewan Penerbangan Sipil Internasional ICAO
Indonesia memastikan pencalonkan diri sebagai anggota Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dalam Sidang Luar Biasa ke-43 Majelis ICAO di Montreal, Kanada, 19–20 November 2026 mendatang.
Wisnu Cipto - Senin, 31 Agustus 2026
Setelah 25 Tahun, Indonesia Kembali Incar Posisi Kursi Dewan Penerbangan Sipil Internasional ICAO
Dunia
Amukan Lava Erupsi Gunung Etna Masih Terjadi, Bandara Catania Sisilia Terpaksa Ditutup
Bandara Catania di Sisilia ditutup akibat erupsi Gunung Etna. Abu vulkanik dari empat kawah mencapai ketinggian 1,5 km, memaksa pembatasan penerbangan masuk dan keluar.
Wisnu Cipto - Minggu, 09 Agustus 2026
Amukan Lava Erupsi Gunung Etna Masih Terjadi, Bandara Catania Sisilia Terpaksa Ditutup
Indonesia
Maskapai Super Air Jet Ajukan Rute 8 Kota Baru dari Bandung Pakai Airbus A320, Ini Daftarnya!
Super Air Jet mengajukan delapan rute baru dari Bandara Husein Sastranegara Bandung ke Denpasar, Makassar, Balikpapan, Pontianak, Batam, Pekanbaru, Padang, dan Kualanamu. Maskapai akan menggunakan Airbus A320 berkapasitas 180 kursi.
Wisnu Cipto - Kamis, 16 Juli 2026
Maskapai Super Air Jet Ajukan Rute 8 Kota Baru dari Bandung Pakai Airbus A320, Ini Daftarnya!
Indonesia
Garuda Indonesia Ubah Ketentuan Bagasi, Ini Aturannya dan Jangan Sampai Kelebihan
Melalui skema tersebut, Garuda Indonesia memberikan kepastian jumlah dan berat maksimum setiap koli bagasi tercatat.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 Juli 2026
Garuda Indonesia Ubah Ketentuan Bagasi, Ini Aturannya dan Jangan Sampai Kelebihan
Dunia
Kata-Kata Terakhir Pilot K2 Airways Pakistan Sebelum Hilang di Atas Laut Arab
Pilot K2 Airways sempat mengucapkan kata-kata terakhir “Rolling or floating, 1732” sebelum pesawat Boeing 737 hilang kontak di Laut Arab, bangkai ditemukan 53 mil laut selatan Ormara, investigasi masih berlangsung.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 Juli 2026
Kata-Kata Terakhir Pilot K2 Airways Pakistan Sebelum Hilang di Atas Laut Arab
Dunia
12 Jam Hilang Kontak, Bangkai Boeing K2 Airways Ditemukan di Pantai Ormara Pakistan
Pesawat kargo Boeing 737-400 K2 Airways hilang kontak 12 jam di Laut Arab, ditemukan 53 mil laut selatan Ormara Pakistan, 5 awak masih dicari, investigasi penyebab musibah berlangsung.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 Juli 2026
12 Jam Hilang Kontak, Bangkai Boeing K2 Airways Ditemukan di Pantai Ormara Pakistan
Bagikan