MerahPutih.com - Artificial intelligence/kecerdasan buatan (AI) telah merambah berbagai bidang. Di satu sisi, AI membantu kehidupan manusia. Namun, di sisi lain, AI juga mengancam lini hidup manusia jika tak dikelola dengan tepat. Misalnya dalam persaingan bisnis, sumber daya manusia atau tenaga kerja, dan privasi.
Karena itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria mengatakan tata kelola AI penting untuk menjamin persaingan usaha yang sehat. Caranya dengan mencegah monopoli kompetisi bisnis tidak sehat akibat pemanfaatan AI di sektor bisnis digital.
Baca juga:
"Saya kira ini menjadi concern karena seharusnya dalam pengembangan teknologi apalagi emerging technology yang dikembangkan oleh segelintir companies pada akhirnya menciptakan satu dominasi dan hubungan yang asimetris dari banyak stakeholder," ujar Nezar di Jakarta, Jumat (19/1), seperti dikutip Antara.
Tata kelola AI juga penting untuk mencegah dampak negatif AI, seperti hilangnya pekerjaan tenaga kerja manusia. AI berpotensi menghapus sekitar 14 persen tenaga kerja untuk satu sektor.
"Ini perlu juga dipikirkan bagaimana mitigasi risikonya. Tiap negara berbeda-beda," ujar Nezar.
Dari sisi konsumen, tata kelola AI berperan melindungi individu dari gangguan terhadap privasi yang dilakukan secara berlebihan.
Nezar berpendapat tata kelola AI pada tingkat global dibutuhkan untuk menjembatani akses penggunaan AI di negara maju dan berkembang. Dengan begitu, manfaat AI bagi ekonomi digital bisa dirasakan semua kalangan.
"Hal ini akan terus disuarakan Indonesia di berbagai forum bilateral yang membahas isu pengembangan AI," janji Nezar. (dru)
Baca juga:
AI Temukan Elemen Baru untuk Kurangi Penggunaan Lithium pada Baterai