Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Satgas Temukan Berbagai Klaster Penularan COVID-19 Pasca Ramadan dan Idulfitri

Angga Yudha Pratama - Rabu, 26 Mei 2021

Merahputih.com - Satgas COVID-19 menemukan berbagai klaster penularan COVID-19 akhir-akhir ini setelah libur Lebaran. Terdapat beberapa potensi penyebaran COVID-19 yang meluas selama masa bulan Ramadan hingga Idulfitri.

Di antaranya berasal dari kasus positif pelaku perjalanan dari Jakarta di Klaten, Cianjur, dan Cilacap. Lalu pelaku perjalanan di Pati dan Bogor.

"Klaster halalbilhalal dan ibadah tarawih yang dilakukan masyarakat di Banyumas, Pati, Malang, dan Banyuwangi Jawa Timur, termasuk juga klaster di Jakarta (Johar Baru, Cilangkap, Jagakarsa) dan Bogor," ujar Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito dalam keteranganya, Rabu (26/5).

Baca Juga:

Alasan Pemerintah Perpanjang Pengetatan Masa Larangan Mudik

Padahal, ancaman penyebaran COVID-19 saat halalbihalal ini sudah diperingatkan sebelumnya oleh Satgas COVID-19 maupun sejumlah pihak berwajib. "Namun nyatanya kita belum berhasil sepenuhnya mencegah penularan yang terjadi," ujarnya.

Dengan ditemukannya beberapa klaster ini, Satgas meminta masyarakat terus mempertahankan kehati-hatian dengan protokol kesehatan yang ketat. Karena potensi klaster keluarga bisa muncul akibat importasi kasus dari luar kediaman.

"Sebagus apapun kebijakan dibuat, tanpa kepatuhan dari masyarakat maka tidak akan terimplementasi dengan baik," ujarnya.

Wiku menuturkan, provinsi yang berkontribusi besar dalam kenaikan kasus positif dan kematian didominasi oleh daerah tujuan mudik dan arus balik mudik. Ini baru minggu pertama sejak periode libur Idulfitri. Bahkan, mobilitas juga masih tinggi satu minggu setelah Idufitri.

"Hal ini dapat berdampak pada potensi lebih panjangnya dampak dari periode libur ini sampai pertengahan bulan Juni," tambah Wiku.

Pelaksanaan tes cepat antigen di pos penyekatan di Lampung. (ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)
Pelaksanaan tes cepat antigen di pos penyekatan di Lampung. (ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)

Karena itu, Wiku meminta kepada seluruh pemda untuk meningkatkan kesiapan rumah sakit dan fasilitas karantina terpusat di seluruh wilayah. Wiku juga meminta masyarakat untuk belajar dari pengalaman, lebih berhati-hati dan meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

"Sebagus apapun kebijakan dibuat, tanpa kepatugan dari masyarakat makan tidak akan terimplementasi dengan baik," ujarnya.

COVID-19 kembali menanjak dengan penambahan 5.060 kasus dan kasus aktif yang naik kembali. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, Selasa (25/5) hingga pukul 12:00 WIB, kasus COVID-19 di Indonesia mencapai 1,786 juta orang.

Kasus aktif atau jumlah pasien yang harus mendapatkan perawatan tercatat naik 1.093 orang, sehingga totalnya 94.486 orang. Padahal sebelumnya kasus aktif di tanah air sudah kurang dari 90 ribu orang.

Sementara itu jumlah spesimen yang diperiksa sebanyak 84.424 orang dengan jumlah suspek 92.350 orang. Kabar baiknya, jumlah pasien yang sembuh terus bertambah sebanyak 3.795 orang sehingga totalnya, 1,642 juta orang.

Meski jumlah pasien sembuh terus meningkat, masih ada angka kematian baru akibat virus ini sebanyak 172 kasus. Dengan begitu jumlah kasus meninggal akibat COVID-19 di Indonesia telah menembus 49.627 kasus.

Baca Juga:

Polda Metro Jaya Temukan 596 Pemudik Terindikasi COVID-19

Adapun provinsi dengan penambahan kasus tertinggi adalah Jawa Barat dengan penambahan lebih dari 1.000 orang, atau 1.024 orang. Total kasus dari provinsi terpadat ini pun kini mencapai 306.807 kasus. DKI Jakarta masih mencatatkan total kasus terbanyak yakni 425.212 orang, dengan penambahan kasus baru 384 orang dan menunjukan tren penurunan.

Sementara tambahan kasus kematian paling tinggi tercatat di Jawa tengah sebanyak 28 kasus, sehingga totalnya 9.095 kasus. Angka kematian tertinggi berikutnya tercatat di Jawa Timur dengan tambahan 22 kasus kematian, dan masih menjadi provinsi dengan angka kematian tertinggi sebanyak 11.207 kasus. (Knu)

Baca Artikel Asli