MERAHPUTIH.COM — TIM Curry dikabarkan meninggal dunia di usia 80 tahun, Rabu (26/8). Curry dikenal sebagai aktor karakter yang menciptakan deretan tokoh antagonis yang unik dan eksentrik di panggung maupun layar lebar. Ia dinekal luas sebagai karakter Dr Frank-N-Furter dalam The Rocky Horror Picture Show dan petugas concierge di Home Alone 2: Lost in New York.
Curry diketahui mengalami stroke pada 2012 sehingga harus menggunakan kursi roda. Ia dikabarkan meninggal pada Rabu (26/8) di rumahnya di Los Angeles. Kabar itu disampaikan manajer sekaligus sahabat lamanya, Marcia Hurwitz. Meski demikian, sang manajer tidak meyebut penyebab kematian Curry.
Dengan gaya humor nan jenaka, wajah ekspresif, serta kemampuan mengolah suara, Curry meraih tiga nominasi Tony Award melalui perannya dalam Spamalot, My Favorite Year, dan Amadeus. Ia juga mendapat nominasi Emmy pada 1994.
“Saya suka memainkan sisi-sisi yang lebih unik dari pikiran dan perilaku manusia, sebagian karena sisi-sisi itu sedikit lebih menarik,” kata Curry kepada The Associated Press pada 1993.
Curry mulai dikenal luas sebagai Frank-N-Furter, karakter dari Transylvania, dalam musikal rock fiksi ilmiah The Rocky Horror Picture Show yang menampilkan karakter lintas busana. Pertunjukan tersebut pertama kali dipentaskan pada 1973 di Royal Court Theatre, London. Curry kemudian membawa peran tersebut ke Broadway sebelum membintangi film klasik kultus yang dirilis pada 1975 bersama Barry Bostwick, Meat Loaf, dan Susan Sarandon.
Baca juga:
Obituarium Reza Gunawan: Praktisi Kesehatan Holistik Suami Dewi Lestari
Pertunjukan tersebut dianggap melampaui zamannya dalam hal representasi karakter LGBTQ+ dan kemudian menjadi bagian dari budaya pop berkat berbagai adegan ikonis dan mudah diingat, termasuk lagu The Time Warp, yang telah dibawakan ulang oleh sejumlah artis, serta kalimat yang sering dikutip, ‘Dammit, Janet!’.
Pertunjukan tersebut telah dua kali dihidupkan kembali di Broadway, dengan versi terbaru hadir pada 2026 dengan Luke Evans memerankan Frank-N-Furter.
Kehidupan dan Karier Bermula di Inggris
Curry lahir di Cheshire, Inggris. Ia merupakan putra seorang pendeta angkatan laut dan sekretaris sekolah. Ayahnya meninggal ketika Curry berusia 12 tahun. Setelah itu, ibunya mulai bekerja. Curry muda belajar memasak sarapannya sendiri, yang kemudian berkembang menjadi kecintaan seumur hidupnya terhadap memasak. Pada saat yang sama, ia juga mengasah kemampuan humornya.
“Ayah saya ialah pendeta Methodist di angkatan laut, dan kami hampir selalu pindah setiap 18 bulan. Jadi saya harus menunjukkan siapa diri saya di sekolah dan tempat bermain yang baru dengan sangat cepat. Selera humor menjadi cara terbaik untuk melakukan itu. Saya selalu suka menirukan orang lain, salah satu dari anak-anak menyebalkan yang mungkin tidak pernah berhenti,” kata Curry dalam wawancara dengan AP.
Akting baru menarik perhatiannya ketika ia beranjak remaja. Saat itu, ia bersekolah di sebuah sekolah untuk anak-anak laki-laki putra pendeta Methodist. Pendidikan aktingnya berlanjut pada 1965, ketika ia masuk University of Birmingham, yang saat itu merupakan salah satu dari hanya tiga universitas di Inggris yang memiliki jurusan drama.
“Saya mengambil pendidikan akademis, yang sebagian besar saya abaikan, saya akui, dan saya hanya berakting sepanjang waktu,” ujarnya.
Curry kemudian pindah ke London dan berhasil mendapatkan pekerjaan pertamanya dalam musikal Hair di kawasan West End. Ia kemudian bergabung dengan dunia teater yang lebih formal di Royal Shakespeare Company dan Royal Court Theatre, tempat ia akhirnya terlibat dalam The Rocky Horror Picture Show.
Baca juga:
Peran-peran Lain Tim Curry
Curry juga berperan sebagai petugas hotel yang sia-sia berusaha menghentikan Kevin McCallister yang diperankan Macaulay Culkin memanfaatkan kemewahan Plaza Hotel di New York dalam Home Alone 2: Lost in New York.
Ia juga memerankan Wadsworth, kepala pelayan eksentrik dengan masa lalu rahasia, dalam film yang juga terkenal dengan dialog-dialog ikonis, Clue.
Pada 1995, Curry memerankan seorang filantrop kaya dalam film Congo dan tampil bersama Carol Burnett dalam film Annie.
“Hollywood cenderung menggunakan aktor Eropa, terutama aktor Inggris, sebagai penjahat karena mereka lebih menyukai pahlawan yang merupakan orang Amerika. Saya pikir kami membawa sejumlah gaya tertentu yang sulit diperoleh aktor Amerika,” katanya kepada AP pada 1997.
Pada tahun-tahun berikutnya, Curry mengisi suara untuk berbagai karakter dalam serial televisi anak-anak, termasuk Star Wars: The Clone Wars, The Wild Thornberrys, dan The Adventures of Jimmy Neutron, Boy Genius.
Setelah bertahun-tahun tidak tampil dalam produksi live-action, Curry kembali berakting dalam film Stream pada 2024. Ia memerankan seorang pria bertopeng dokter wabah yang menggunakan kursi roda. Sutradara film tersebut, Michael Leavy, menyebut keterlibatan Curry sebagai sebuah impian yang menjadi kenyataan.
Curry tidak pernah menikah dan tidak memiliki anak. Ia juga dikenal sangat tertutup mengenai kehidupan pribadinya.
Namun, dalam memoarnya, Curry mengatakan ia akhirnya yakin untuk menceritakan kisah hidupnya karena begitu banyak pengalaman mengharukan yang ia alami bersama para penggemarnya.(dwi)
Baca juga:
Hayden Panettiere Meninggal Dunia Usia 36 Tahun: Profil dan Rekam Jejak