Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Santri Negeri Aing yang Berbagi Tongkrongan

Raden Yusuf Nayamenggala - Sabtu, 10 April 2021

SANTRI sebutan bagi seseorang yang mengikuti pendidikan agama Islam di pesantren, biasanya menetap hingga pendidikannya selesai.

Bicara soal santri, ada beberapa hal yang dapat membuat para alumni santri bernostalgia. Seperti tongkrongan ala Santri.

Baca Juga:

Mengisi Buku Kegiatan Ramadan Sangat Memorable

tas
Tas selempang merupakan salah satu tas yang banyak digunakan oleh santri (foto: Unsplash/Ashkan Forouzani)

Banyak hal yang sangat memorable di tongkrongan para santri. Salah satunya dari segi fesyen. Biasanya para santri yang mengenakan tas selempang yang nempel dipinggang.

Entah mengapa banyak santri yang mengenakan tas jenistersebut. Mungkin karena tas selempang terbilang cukup keren, sederhana dan praktis.

Hal tersebut senada dengan jumlah perlengkapan yang dibawa santri di tas tidak terlalu banyak. Antara lain yakni buku, alat tulis, perlengkapan salat dan kitab Al Quran.

Serba-serbi tongkrongan santri yang kedua yakni tempat tongkrongan para santri. Biasanya para santri mengobrol dengan teman-temannya di tangga masjid.

Baca Juga:

Tipikal Anak Bukber di Tongkrongan

Para santri kerap nongkrong di tangga masjid selepas beribadah atau belajar (foto: instagram@yuhunha_306)

Lantaran kesehariannya beribadah dan belajar agama di Masjid, para santri kerap nongkrong di tangga masjid pada waktu-waktu istirahat, atau di sela-sela waktu belajar.

Biasanya para santri saling tegur sapa dan bercanda dengan santri lainnya, untuk sekadar melepas penat dari rutinitas. Namun biasanya waktu nongkrong hanya sebentar, karena jadwal kegiatan santri yang cukup padat.

Serba-serbi ketiga tongkrongan santri, yakni mengobrol seputar hal mistis di pesantren. Hal ini biasanya dilakukan ketika waktu senggang di malam hari, selepas kegiatan rutin selesai.

Ketika bercerita di tongkrongan, biasanya ada berbagai tipe-tipe orang. Ada yang menjadi ketakutan namun antusias mendengarkan, ada yang biasa saja dan cuek, hingga orang yang sok berani tapi kemana-mana minta ditemani.

Baca Juga:

Bangunin Sahur ala Bocil Ganggu di Negeri Aing

Sejumlah santri yang 'nakal' kerap bersekongkol dengan temannya dalam mencari cara untuk kabur dari pesantren (Foto: Pixabay/free-photos)

Serba-serbi santri yang keempat yakni bersekongkol mencari celah untuk kabur. Biasanya hal seperti itu dilakukan oleh santri yang 'nakal'. Mereka biasanya mengajak sejumlah teman untuk kabur dari pesantren.

Namun para santri yang 'nakal' itu tak asal kabur, melainkan mempelajari dahulu sejumlah celah yang bisa digunakan untuk kabur. Dari mulai waktu-waktu penjagaan yang senggang, pintu keluar mana saja yang bisa dilewati dengan mudah, hingga memanjat pagar dengan tangga dan sebagainya.

Ada beberapa alasan para santri 'nakal' kabur dari pesantren cukup beragam. Seperti halnya ingin main di luar area pesantren, hingga tidak betah tinggal di pesantren.

Baca Juga:

Ibu-Ibu Penjual Takjil Dadakan, Pemadam Kelaparan Saat Ramadan

Tongkrongan belum bubar bila Ustaz atau Ustazah belum berkumandang memberikan teguran (Foto: instagram@hasnafaridatul_07)

Serba-serbi yang kelima di tongkrongan santri yakni dibubarkan ketika tengah nongkrong terlalu lama atau melebihi batas waktu istirahat. Biasanya ketika para guru atau Ustaz sudah berkumandang, tongkrongan pun bubar.

Karena, bila tidak bubar, para santri bisa dikenakan sanksi atau menerima teguran. Hal itu dilakukan oleh para guru atau ustaz agar para santri disiplin dalam belajar dan beribadah.

Nah itu dia beberapa serba-serbi tongkrongan Santri di Negeri Aing. Apakah kamu pernah merasakan salah satunya?. (Ryn)

Baca Juga:

Perang Sarung, Pembuktian Kekuatan Anak Tongkrongan di Bulan Ramadan

Baca Artikel Asli