Ramadan 2021

Santri Negeri Aing yang Berbagi Tongkrongan

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Sabtu, 10 April 2021
Santri Negeri Aing yang Berbagi Tongkrongan

Kebutuhan berkumpul yang menjadikan keakraban di antara santri. (foto: instagram @miqdad_aziziy)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SANTRI sebutan bagi seseorang yang mengikuti pendidikan agama Islam di pesantren, biasanya menetap hingga pendidikannya selesai.

Bicara soal santri, ada beberapa hal yang dapat membuat para alumni santri bernostalgia. Seperti tongkrongan ala Santri.

Baca Juga:

Mengisi Buku Kegiatan Ramadan Sangat Memorable

tas
Tas selempang merupakan salah satu tas yang banyak digunakan oleh santri (foto: Unsplash/Ashkan Forouzani)

Banyak hal yang sangat memorable di tongkrongan para santri. Salah satunya dari segi fesyen. Biasanya para santri yang mengenakan tas selempang yang nempel dipinggang.

Entah mengapa banyak santri yang mengenakan tas jenistersebut. Mungkin karena tas selempang terbilang cukup keren, sederhana dan praktis.

Hal tersebut senada dengan jumlah perlengkapan yang dibawa santri di tas tidak terlalu banyak. Antara lain yakni buku, alat tulis, perlengkapan salat dan kitab Al Quran.

Serba-serbi tongkrongan santri yang kedua yakni tempat tongkrongan para santri. Biasanya para santri mengobrol dengan teman-temannya di tangga masjid.

Baca Juga:

Tipikal Anak Bukber di Tongkrongan

Para santri kerap nongkrong di tangga masjid selepas beribadah atau belajar (foto: instagram@yuhunha_306)

Lantaran kesehariannya beribadah dan belajar agama di Masjid, para santri kerap nongkrong di tangga masjid pada waktu-waktu istirahat, atau di sela-sela waktu belajar.

Biasanya para santri saling tegur sapa dan bercanda dengan santri lainnya, untuk sekadar melepas penat dari rutinitas. Namun biasanya waktu nongkrong hanya sebentar, karena jadwal kegiatan santri yang cukup padat.

Serba-serbi ketiga tongkrongan santri, yakni mengobrol seputar hal mistis di pesantren. Hal ini biasanya dilakukan ketika waktu senggang di malam hari, selepas kegiatan rutin selesai.

Ketika bercerita di tongkrongan, biasanya ada berbagai tipe-tipe orang. Ada yang menjadi ketakutan namun antusias mendengarkan, ada yang biasa saja dan cuek, hingga orang yang sok berani tapi kemana-mana minta ditemani.

Baca Juga:

Bangunin Sahur ala Bocil Ganggu di Negeri Aing

Sejumlah santri yang 'nakal' kerap bersekongkol dengan temannya dalam mencari cara untuk kabur dari pesantren (Foto: Pixabay/free-photos)

Serba-serbi santri yang keempat yakni bersekongkol mencari celah untuk kabur. Biasanya hal seperti itu dilakukan oleh santri yang 'nakal'. Mereka biasanya mengajak sejumlah teman untuk kabur dari pesantren.

Namun para santri yang 'nakal' itu tak asal kabur, melainkan mempelajari dahulu sejumlah celah yang bisa digunakan untuk kabur. Dari mulai waktu-waktu penjagaan yang senggang, pintu keluar mana saja yang bisa dilewati dengan mudah, hingga memanjat pagar dengan tangga dan sebagainya.

Ada beberapa alasan para santri 'nakal' kabur dari pesantren cukup beragam. Seperti halnya ingin main di luar area pesantren, hingga tidak betah tinggal di pesantren.

Baca Juga:

Ibu-Ibu Penjual Takjil Dadakan, Pemadam Kelaparan Saat Ramadan

Tongkrongan belum bubar bila Ustaz atau Ustazah belum berkumandang memberikan teguran (Foto: instagram@hasnafaridatul_07)

Serba-serbi yang kelima di tongkrongan santri yakni dibubarkan ketika tengah nongkrong terlalu lama atau melebihi batas waktu istirahat. Biasanya ketika para guru atau Ustaz sudah berkumandang, tongkrongan pun bubar.

Karena, bila tidak bubar, para santri bisa dikenakan sanksi atau menerima teguran. Hal itu dilakukan oleh para guru atau ustaz agar para santri disiplin dalam belajar dan beribadah.

Nah itu dia beberapa serba-serbi tongkrongan Santri di Negeri Aing. Apakah kamu pernah merasakan salah satunya?. (Ryn)

Baca Juga:

Perang Sarung, Pembuktian Kekuatan Anak Tongkrongan di Bulan Ramadan

#Santri #Pondok Pesantren #April Tongkrongan Di Negeri Aing
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Oknum Pimpinan Pesantren di Garut Diduga 'Garap' Santriwati, Video Penangkapan oleh Polisi Viral di Medsos
Kabar miring perbuatan noda oknum pimpinan pesantren tersebut sempat menyulut emosi massa sekitar lingkungan lembaga pendidikan
Angga Yudha Pratama - Senin, 18 Mei 2026
Oknum Pimpinan Pesantren di Garut Diduga 'Garap' Santriwati, Video Penangkapan oleh Polisi Viral di Medsos
Indonesia
Kemenag Tegas Cabut Izin Pesantren Terlibat Kasus Kekerasan Seksual
Kementerian Agama mencabut izin operasional pondok pesantren terkait dugaan kekerasan seksual dan menegaskan pelaku harus dihukum berat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Kemenag Tegas Cabut Izin Pesantren Terlibat Kasus Kekerasan Seksual
Indonesia
Puluhan Santri Jadi Korban, DPR Minta Predator Seksual Dihukum Tanpa Kompromi
Pengetatan pengawasan terhadap lembaga pendidikan berasrama melalui audit berkala pada sistem perlindungan anak dan mekanisme pengaduan internal juga menjadi poin mendesak
Angga Yudha Pratama - Senin, 11 Mei 2026
Puluhan Santri Jadi Korban, DPR Minta Predator Seksual Dihukum Tanpa Kompromi
Indonesia
DPR Desak Pemberatan Hukuman UU TPKS bagi Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati
Selain hukuman bagi oknum, evaluasi total terhadap sistem pendidikan pesantren menjadi fokus utama
Angga Yudha Pratama - Senin, 11 Mei 2026
DPR Desak Pemberatan Hukuman UU TPKS bagi Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati
Indonesia
Diduga Cabuli Santri Laki-Laki, Polisi Keluarkan Red Notice Ustadz Syekh Ahmad Al Misry
SAM berstatus warga negara Indonesia (WNI) melalui jalur naturalisasi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 08 Mei 2026
Diduga Cabuli Santri Laki-Laki, Polisi Keluarkan Red Notice Ustadz Syekh Ahmad Al Misry
Indonesia
Arsitek Pelarian Pengasuh Ponpes Pati Pelaku Pelecehan Santri Diciduk di Bekasi
AS, pelaku kasus pencabulan puluhan santriwati sempat melarikan diri setelah mangkir dari panggilan pemeriksaan pada 4 Mei.
Wisnu Cipto - Jumat, 08 Mei 2026
Arsitek Pelarian Pengasuh Ponpes Pati Pelaku Pelecehan Santri Diciduk di Bekasi
Indonesia
Pengasuh Cabuli Puluhan Santriwati, Kemenag Cabut Izin Operasi Ponpes Ndolo Kusumo Pati
Saat ini 252 santri di Ponpes Ndolo Kusumodi Pati pulangkan ke rumah dan proses pembelajaran dialihkan secara daring,
Wisnu Cipto - Jumat, 08 Mei 2026
Pengasuh Cabuli Puluhan Santriwati, Kemenag Cabut Izin Operasi Ponpes Ndolo Kusumo Pati
Indonesia
Soroti Kasus Dugaan Pelecehan di Ponpes Pati, DPR Desak Negara ‘Selamatkan’ para Korban
Korban ialah kelompok rentan yang butuh pendekatan layanan kesehatan yang sensitif dan berperspektif korban.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Mei 2026
Soroti Kasus Dugaan Pelecehan di Ponpes Pati, DPR Desak Negara ‘Selamatkan’ para Korban
Indonesia
Sebut Kekerasan Seksual di Pati Tindakan Biadab, Wakil Ketua Komisi IX DPR Tekankan Perlindungan Korban
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI mengecam kasus dugaan kekerasan seksual di Pati dan meminta korban mendapat perlindungan serta pendampingan menyeluruh.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 08 Mei 2026
Sebut Kekerasan Seksual di Pati Tindakan Biadab, Wakil Ketua Komisi IX DPR Tekankan Perlindungan Korban
Indonesia
Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes Pati Terungkap, Polisi Sebut Modus Pengobatan Spiritual
Polresta Pati mengungkap kasus dugaan kekerasan seksual di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo. Polisi menyebut pelaku memakai modus pengobatan spiritual.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 08 Mei 2026
Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes Pati Terungkap, Polisi Sebut Modus Pengobatan Spiritual
Bagikan