Bangunin Sahur ala Bocil Ganggu di Negeri Aing

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Jumat, 09 April 2021
Bangunin Sahur ala Bocil Ganggu di Negeri Aing

Bikin kesel tapi niatnya baik. (Foto: Instagram/@dimafaizal)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SAAT menjalankan ibadah puasa, salah satu hal yang ngeselin adalah ketika sekumpulan bocah kecil (bocil) yang berkeliling komplek untuk membangunkan warga sahur. Meski begitu, kita harus berterima kasih karena berkat mereka, kita jadi enggak lupa untuk sahur. Tradisi ini pun sudah dilakukan di seluruh penjuru Tanah Air dengan cara beragam.

Nah kalau kamu perhatikan, penampilan mereka itu khas banget. Mulai dari sarung yang dijadikan selempang, sampai membawa perabotan rumah tangga emak-emak. Yuk, simak starter pack bocil-bocil ganggu kalau lagi berteriak ‘Sahur, sahur’.

Baca juga:

Cerminan Tongkrongan Negeri Aing dalam Film

1. Sarung

Bangunin Sahur ala Bocil Ganggu di Negeri Aing
Sarung yang dipakai secara acak. (Foto: Instagram/@fikrii_fikri)

Item fesyen yang satu ini memang wajib dibawa dan menjadi identitas mereka. Eits, tapi tunggu dulu. Apa jangan-jangan, sarung itu dibawa supaya mereka enggak kedinginan ya? Bisa jadi. Uniknya, sarung yang dibawa ini dipakai dalam berbagai model, mulai dari yang dijadikan selempang, dipakai di pinggang, digantung di leher, atau bahkan cuma digenggam di tangan. Cara pakai yang terakhir inilah yang bisa menimbulkan perang sarung, bukan bangunin sahur.

Terlepas dari itu, sarung memang memberikan kenyamanan tersendiri bagi mereka. Selain biar enggak kedinginan, sarung juga dijadikan sebagai pelindung kulit dari sengatan nyamuk.

2. Perabot rumah tangga

Bangunin Sahur ala Bocil Ganggu di Negeri Aing
Biar makin berisik. (Foto: Instagram/@89stories)


Yang kedua ini biasanya jadi penentu apakah bisa pulang ke rumah dengan selamat atau justru dimarahi emak mereka. Karena keterbatasan beduk yang dipasang di gerobak, para personel lainnya rela membawa ember dan baskom agar suara dentuman makin ramai. Biasanya sih tanpa izin orang tua mereka. Dalam hati berkata ‘Ah yang penting kan tujuannya mulia’.

Nah karena perabotan tersebut dipukul berkali-kali, di bagian belakangnnya pasti menyisakan bekas. Tingkatan bekas pun tergantung dari seberapa pukulan yang dilakukan saat beraksi. Lebih baik cukup mengandalkan beduk saja deh, daripada brabe.

3. Kayu asal ambil

Bangunin Sahur ala Bocil Ganggu di Negeri Aing
Diambil kemudian dipatahkan. (Foto: Instagram/@cempakamesari)


Kalau sudah membawa ember atau baskom dari rumah, untuk memukulnya, mereka mengambil patahan-patahan kayu yang ada di pinggir jalan. Inilah salah satu faktor kenapa perabotan tersebut bisa hancur.

Enggak cuma beduk atau baskom, bocil-bocil ganggu ini juga memukuli tiang listrik berulang kali menggunakan kayu tersebut. Yang terpenting jangan sampai kayu tersebut digunakan untuk memukul beduk, karena dapat merusak teksturnya.

Baca juga:

Colokan Mewarnai Tongkrongan di Negeri Aing

4. Hoodie hypebeast KW

Bangunin Sahur ala Bocil Ganggu di Negeri Aing
Yang penting percaya diri. (Foto: YouTube/Eky Firdaus)


Keliling komplek belum abdol kalau belum pakai hoodie hypebeast kualitas KW super. Ada dua kemungkinan jika mereka memakai hoodie ini, antara memang ingin terlihat kece dan kekinian, atau asal pakai saja karena cuma itu yang ada di rumah. Supaya terlihat misterius, mereka juga memakai kupluk bawaan hoodie tersebut.

Varian tulisannya macam-macam, ada Supreme, AHHA, WOLES, Deus, Thrasher, Converse, sampai Bape Shark. Epik.

5. Cover lagu sahur


Musisi sebenarnya bisa tercipta di mana dan kapan saja. Tidak pandang bulu. Bulan puasa ini tampaknya menciptakan musisi mendadak ala bocil ganggu pas bangunin sahur. Ide kreatif mereka dituangkan dalam sebuah lagu yang liriknya tentang sahur.

Uniknya, salah satu dari mereka akan berperan sebagai pemimpin lagu sedangkan yang lain mengikuti sambil joget bersama. Gerakannya pun sangat sederhana sehingga mudah ditirukan. (and)

Baca juga:

Ngajak Bolos Sekolah Ada Kodenya di Negeri Aing

#Ramadan
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

Fashion
Dari Panggung ke Warisan, Ramadan Runway 2026 Kenang Desainer Legendaris
Ramadan Runway berhasil mencatatkan omzet sebesar Rp 7,9 miliar.
Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
Dari Panggung ke Warisan, Ramadan Runway 2026 Kenang Desainer Legendaris
Indonesia
Maknai Idulfitri 2026, MUI Tekankan Pentingnya Hidup Efisien
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhammad Cholil Nafis, mengajak umat Islam menjaga kebersamaan dan nilai-nilai yang telah dibangun selama Ramadan
Frengky Aruan - Jumat, 20 Maret 2026
Maknai Idulfitri 2026, MUI Tekankan Pentingnya Hidup Efisien
Fashion
Sentuhan Etnik Jadi Tren Baru Identitas Modest Wear di Hari Raya
Tren modest wear kini tak hanya berkembang secara global, tetapi juga semakin menguatkan akar lokalnya.
Wisnu Cipto - Jumat, 20 Maret 2026
Sentuhan Etnik Jadi Tren Baru Identitas Modest Wear di Hari Raya
Indonesia
Nyepi 1948 Bareng Ramadan, Menag Sebut Dunia Satu Keluarga Tanpa Sekat
Selain itu, Amati Lelungan memberi kesempatan bagi alam untuk memulihkan keseimbangan, dan Amati Lelanguan mendorong kejernihan batin dengan melepaskan hiburan duniawi
Angga Yudha Pratama - Rabu, 18 Maret 2026
Nyepi 1948 Bareng Ramadan, Menag Sebut Dunia Satu Keluarga Tanpa Sekat
Indonesia
One Way Nasional Diberlakukan di Jalan Tol, Kendaraan Arah Jakarta Dialihkan ke Jalan Arteri
Sebelum one way nasional ini diberlakukan, polisi lebih dulu membersihkan lajur dan rest area.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 18 Maret 2026
One Way Nasional Diberlakukan di Jalan Tol, Kendaraan Arah Jakarta Dialihkan ke Jalan Arteri
Indonesia
7 Terminal Utama di Jakarta Sudah Dipadati Penumpang, Peningkatan Capau 82 Persen
Syafrin juga berujar, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, terjadi kenaikan jumlah penumpang meski tidak signifikan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 18 Maret 2026
7 Terminal Utama di Jakarta Sudah Dipadati Penumpang, Peningkatan Capau 82 Persen
Indonesia
Ribuan Pemudik Padati Area Pelabuhan Ciwandan, Puncak Mudik Sudah Terasa
Berdasarkan pantauan di lapangan, pada Rabu dini hari volume kendaraan roda dua mengalami lonjakan yang sangat signifikan dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 18 Maret 2026
Ribuan Pemudik Padati Area Pelabuhan Ciwandan, Puncak Mudik Sudah Terasa
Indonesia
Hasil Olah TKP, Polisi Temukan Jerigen Kimia Sumber Ledakan Masjid Jember
Polisi telah memasang garis polisi dan mensterilkan lokasi TKP ledakan masjid agar tidak didekati warga.
Wisnu Cipto - Selasa, 17 Maret 2026
Hasil Olah TKP, Polisi Temukan Jerigen Kimia Sumber Ledakan Masjid Jember
Indonesia
Pemkab Bandung Sediakan Wifi Gratis Kecepatan 100 Mbps di 21 Titik Posko Mudik
Diskominfo juga menyediakan informasi kondisi lalu lintas melalui kamera pengawas (CCTV) yang terintegrasi dengan sistem milik Dinas Perhubungan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 17 Maret 2026
Pemkab Bandung Sediakan Wifi Gratis Kecepatan 100 Mbps di 21 Titik Posko Mudik
Indonesia
Car Free Night Idul Fitri di Jakarta Tunggu Hasil Ketetapan Sidang Isbat
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menjelaskan, CFN akan dimulai pada pukul 20.00 sampai 22.00 WIB.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 17 Maret 2026
Car Free Night Idul Fitri di Jakarta Tunggu Hasil Ketetapan Sidang Isbat
Bagikan