MerahPutih.com - Wali Kota Solo Respati Ardi mengambil langkah unik dengan meninggalkan mobil dinasnya berplat merah AD 1 A di lokasi pembangunan Gereja GBI Mojo Solo, Jumat (19/6).
Aksi ini dilakukan Respati untuk memberikan rasa aman setelah sebelumnya pembangunan gereja sempat ditolak sejumlah warga. Langkah serupa juga pernah dilakukan mantan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka pada periode 2021–2024.
Baca juga:
Respati Rotasi Massal 209 ASN Solo, Biar Sama-Sama Merasakan Pedih dan Lelah
Respati menegaskan mobil dinas dititipkan di lokasi sebagai simbol komitmen pemerintah daerah menjamin keberlangsungan pembangunan gereja tetap dapat berjalan lancar.
“Silakan, kebebasan berpendapat. Tetapi musyawarah mufakat dan kepentingan umum jauh lebih penting dari atas segalanya,” kata Respati, kepada media di lokasi pembangunan gereja, Jumat (19/6).
Mobil Diambil Kalau Harga BBM Turun
Bahkan, Respati memilih pulang dengan sepeda setelah peletakan batu pertama pembangunan gereja. Dia menambahkan mobil dinas akan tetap ditinggalkan di lokasi hingga harga BBM turun.
“Mobil dinas saya titipkan Gereja Mojo. Ini bisa penghematan karena Bahan Bakar Minyak naik. Intinya karena (Harga) BBM mundak (naik) kita hemat, tidak menggunakan mobil dinas sampai BBM-nya rodok medun sitik (turun sedikit),” Wali Kota Solo Respati Ardi.
Lanjutkan Amanah Gibran
Menurut Respati, pembangunan Gereja Mojo bukan sekadar tempat ibadah, melainkan juga fasilitas umum yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Dia juga menekankan pembangunan ini merupakan kelanjutan dari komitmen Wali Kota sebelumnya.
Baca juga:
Roy Suryo dan dr Tifa Ditahan Polda Metro Jaya, Jokowi: Kita Ikuti Proses Hukum
“Saya melanjutkan amanah Wali Kota Solo sebelumnya, Gibran Rakabuming Raka, untuk melanjutkan pembangunan gereja di Solo,” tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)