Panas Ekstrem, Sungai Danube di Budapest Surut Mengungkap Jasad Tentara Perang Dunia II dan Sepeda Motor

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
Panas Ekstrem, Sungai Danube di Budapest Surut Mengungkap Jasad Tentara Perang Dunia II dan Sepeda Motor

Motor peninggalan Perang Dunia II yang tersingkap di Sungai Danube.(foto: dok Komisi Makam Perang Jerman)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — JASAD dua tentara Jerman yang tewas dalam Perang Dunia II ditemukan di Sungai Danube, Budapest. Jasad itu muncul akibat permukaan air sungai yang mencapai titik terendah dalam sejarah setelah kekeringan parah.

Bersama jasad mereka, ditemukan pula tanda identitas kedua tentara, sebuah sepeda motor Wehrmacht milik Angkatan Darat Jerman yang sebagian besar masih utuh, cincin pernikahan, serta sebuah perisai Kuban, lencana penghargaan tempur Wehrmacht. Demikian diungkapkan Komisi Makam Perang Jerman.

Penemuan luar biasa tersebut memunculkan harapan bahwa sejumlah keluarga akhirnya dapat mengetahui nasib leluhur mereka, lebih daripada 80 tahun setelah perang berakhir.

“Sekarang dimulai sebuah teka-teki, yakni kami akan berusaha menentukan identitas kedua orang yang tewas tersebut,” kata Arne Schrader dari Komisi Makam Perang Jerman kepada surat kabar Jerman Bild.

Baca juga:

Jerman Bakal Lebih Ketat Terapkan Aturan Perpindahan Migran Antar Negara Anggota Uni Eropa

Ditemukan dalam Kondisi Terawat


Puing-puing yang berada di Sungai Danube itu dilaporkan ditemukan pada 2 Agustus, setelah seorang warga yang melintas melaporkan adanya bagian sepeda motor yang mencuat dari bebatuan di tepi sungai di pusat Kota Budapest. Selain itu, tim juga menemukan ranjau antitank, sehingga tepi sungai untuk sementara ditutup ketika unit penjinak bom dikerahkan.

Komisi Makam Perang Jerman menjelaskan sejumlah benda yang ditemukan di sungai, terutama tanda identitas dan sepeda motor, berada dalam kondisi yang sangat terawat berkat campuran lumpur pelabuhan dan minyak yang terdapat di dasar sungai. Komisi tersebut merupakan organisasi nirlaba Jerman yang bertugas mencari, mengevakuasi, dan memakamkan korban tewas akibat perang atas nama pemerintah Jerman.

Sepeda motor itu diyakini merupakan model DKW NZ 350-1, yang menurut organisasi tersebut, diproduksi khusus untuk keperluan perang mulai 1944. Komisi tersebut menambahkan, dari dua tanda identitas yang ditemukan, satunya merupakan milik tentara Wehrmacht dan satu lainnya milik anggota Waffen-SS, yang dinyatakan sebagai organisasi kriminal karena bertanggung jawab atas kejahatan perang dalam Pengadilan Nuremberg.

Baca juga:

Cuaca Panas Ekstrem Berlanjut di Eropa, Prancis Catat 2.025 Kematian

Pihak Keluarga Mungkin masih Menunggu Kabar



Selama Perang Dunia II, tanda identitas tentara Jerman dibuat dengan cara yang memungkinkan tanda tersebut dipisahkan menjadi dua ketika seorang tentara meninggal. Satu bagian tetap bersama jasad tentara, sedangkan bagian lainnya dikirimkan kepada otoritas Angkatan Darat Jerman yang mendata korban militer Jerman dan akan memberitahukan kematian tersebut kepada keluarga.

Komisi Makam Perang Jerman mengatakan keluarga kedua tentara tersebut mungkin menunggu dengan sia-sia pemberitahuan resmi mengenai kematian mereka. Komisi itu mengatakan telah memulai penyelidikan untuk mengungkap identitas kedua tentara tersebut. Orang-orang yang hingga kini masih kehilangan anggota keluarga mereka juga dapat mencari nama kerabatnya melalui basis data komisi tersebut.

Namun, diperlukan waktu untuk memastikan identitas mereka. Komisi harus memastikan apakah tanda identitas dan perisai Kuban yang ditemukan benar-benar milik kedua tentara tersebut.

“Nama pemilik asli benda-benda tersebut mungkin dapat ditemukan dengan cepat, tetapi itu baru langkah pertama. Masih terlalu banyak potongan teka-teki yang harus dikumpulkan dan hasil akhirnya belum dapat dipastikan,” ujarnya.

Analisis Tulang Bantu Ungkap Asal-Usul



Analisis tulang akan menjadi salah satu cara penting untuk menentukan identitas kedua tentara tersebut.

Kabar penemuan jasad kedua tentara tersebut mendapat perhatian luas di berbagai grup media sosial yang membahas Perang Dunia II.

“Seburuk apa pun kondisi permukaan air yang rendah ini, saya senang keluarga yang berduka akhirnya dapat kembali memperoleh informasi mengenai keberadaan kerabat mereka dan para tentara yang gugur dapat dimakamkan dengan layak. Beristirahatlah dengan tenang,” ujar seseorang warganet dalam sebuah grup Facebook yang menjadi tempat berbagi informasi mengenai nasib leluhur mereka yang bertempur dalam Perang Dunia I dan II.

Kedua tentara tersebut akan dimakamkan di pemakaman perang Jerman di Budaors, tepat di luar ibu kota Hungaria.

Budapest menjadi lokasi pertempuran sengit antara Tentara Merah Uni Soviet dan Wehrmacht Jerman pada akhir Perang Dunia II. Peninggalan lain dari Perang Dunia II juga baru-baru ini muncul dari Sungai Danube, termasuk bangkai kapal yang hancur di dekat Prahovo, Serbia.(dwi)

Baca juga:

Kekeringan Parah Landa Eropa, Penggunaan Air Mulai Dibatasi dan Dilarang Isi Kolam Renang

#Sungai Danube #Eropa #Kekeringan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Politisi AS dan Uni Eropa Siapkan Teknologi Rekayasa Iklim
Para aktivis lingkungan menentang keras penggunaan teknologi tersebut karena berisiko merusak lapisan ozon pelindung bumi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Politisi AS dan Uni Eropa Siapkan Teknologi Rekayasa Iklim
Indonesia
2 Daerah di Kota Tangerang Masuk Zona Merah Kekeringan, Tiap Hari Dikirim 5.000 Liter Air
Masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih bisa melakukan pengajuan melalui kanal LAKSA di aplikasi Tangerang LIVE, telepon 112 maupun hotline BPBD Kota Tangerang.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
2 Daerah di Kota Tangerang Masuk Zona Merah Kekeringan, Tiap Hari Dikirim 5.000 Liter Air
Indonesia
25 Provinsi Alami Hari Tanpa Hujan, 61,91 Persen Daratan Indonesia Dalam Cengkeraman Kemarau
Saat ini sebanyak 556 ZOM atau 61,91 persen dari total luas daratan Indonesia masih berada dalam cengkeraman musim kemarau panjang.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
25 Provinsi Alami Hari Tanpa Hujan, 61,91 Persen Daratan Indonesia Dalam Cengkeraman Kemarau
Indonesia
Tahun Ini Sudah 2.292 Orang Meninggal Dunia di Laut Mediterania Maksa Ingin Masuk Eropa
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), banyak orang yang menemui ajal saat berupaya menyeberangi Laut Mediterania.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Tahun Ini Sudah 2.292 Orang Meninggal Dunia di Laut Mediterania Maksa Ingin Masuk Eropa
Indonesia
DPRD DKI Desak Pemprov Jakarta Ubah Air Laut Jadi Tawar Buat Atasi Kekeringan
Langkah antisipasi mulai disiapkan oleh Pemprov DKI Jakarta, termasuk memanfaatkan sumber air yang tersedia di sekitar Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
DPRD DKI Desak Pemprov Jakarta Ubah Air Laut Jadi Tawar Buat Atasi Kekeringan
Indonesia
DPRD DKI Jakarta Usul Pengembangan Desalinasi Olah Air Laut Jadi Air Bersih, Hadapi Kekeringan
Di Kepulauan Seribu sudah ada desalinasi, mengubah air laut jadi air bersih, air tawar.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
DPRD DKI Jakarta Usul Pengembangan Desalinasi Olah Air Laut Jadi Air Bersih, Hadapi Kekeringan
Indonesia
Tak Ada Warga Mengeluh Kekeringan, Pemkot Jaktim Beruntung Punya Waduk Hingga Embung
Keberadaan waduk dan embung di Jakarta Timur dangat membantu menjaga ketersediaan air saat musim kemarau.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Tak Ada Warga Mengeluh Kekeringan, Pemkot Jaktim Beruntung Punya Waduk Hingga Embung
Indonesia
Kekeringan Mengancam Sejumlah Wilayah, BNPB Siapkan 4 Strategi Antisipasi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menjalankan empat strategi utama sebagai antisipasi terhadap kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia.
Yusuf Abdillah - Selasa, 15 September 2026
Kekeringan Mengancam Sejumlah Wilayah, BNPB Siapkan 4 Strategi Antisipasi
Indonesia
Jakarta Kekeringan, BPBD Mulai Pasok Air Bersih ke Warga
Pemerintah sudah menyediakan sarana untuk menambah kedalaman sumur bor. Pemilik rumah hanya perlu menyediakan lokasi serta tempat penampungan air.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Jakarta Kekeringan, BPBD Mulai Pasok Air Bersih ke Warga
Indonesia
BPBD DKI Ingatkan Potensi Kekeringan, Warga Diminta Hemat Air
Wilayah yang masuk kategori Awas meliputi Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, serta Kabupaten Kepulauan Seribu.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
BPBD DKI Ingatkan Potensi Kekeringan, Warga Diminta Hemat Air
Bagikan