MerahPutih.com - Jumlah migran yang masuk ke Eropa pada 2026 turun dikabarkan terus menurun hampir 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), banyak orang yang menemui ajal saat berupaya menyeberangi Laut Mediterania.
Hampir 60.000 migran dan pengungsi telah tiba di Eropa melalui jalur laut sepanjang 2026. Jumlah tersebut turun 39 persen dari 98.040 orang pada periode yang sama tahun lalu,
kata IOM.
Pada saat yang sama, sedikitnya 2.292 orang meninggal dunia atau hilang saat berupaya melakukan penyeberangan tersebut, dibandingkan 1.999 orang pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga:
AS Tolak Semua Permohonan Visa Imigran, Harga Visa Kerja Diusulkan Jadi Rp 1,8 Miliar
Penurunan kedatangan paling tajam terjadi di rute Mediterania Tengah menuju Italia, dengan jumlah kedatangan turun 55 persen dari 48.231 menjadi 21.393 orang.
Sementara itu, Australia akan memberlakukan larangan bagi mahasiswa internasional untuk menyertakan anggota keluarga ke dalam visa pelajar mereka serta membatasi perpanjangan visa liburan kerja (Working Holiday Visa atau WHV) guna menekan angka migrasi di negara itu.
Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke di Canberra, Kamis (17/9), sebagai bagian dari perombakan besar-besaran terhadap peraturan migrasi untuk menurunkan angka bersih migrasi asing menjadi 225.000 pada tahun 2028 dari tingkat saat ini sekitar 300.000.
Berdasarkan kebijakan baru tersebut, sistem pemilihan acak akan diberlakukan bagi mereka yang ingin memperpanjang WHV untuk tahun kedua atau ketiga.
Pembatasan kuota juga akan diberlakukan dengan membatasi visa tahun kedua menjadi 45.000, dibandingkan dengan 57.000 yang diberikan tahun lalu, dan visa tahun ketiga menjadi hanya 5.000, dibandingkan dengan sebelumnya 31.000.
Meskipun sebagian besar mahasiswa internasional tidak lagi diizinkan membawa anggota keluarga mereka tinggal di Australia, pengecualian akan diberlakukan bagi mahasiswa dari negara-negara kepulauan Pasifik dan ASEAN, serta sebagian mahasiswa program doktoral.
Wisatawan asing juga tidak akan diizinkan memperpanjang masa tinggal mereka lewat ketentuan "tidak boleh tinggal lebih lama" pada visa kunjungan.
Upaya tersebut diambil di tengah perdebatan yang semakin memanas mengenai isu imigrasi, seiring dengan meningkatnya biaya hidup dan kelangkaan perumahan yang memberikan membebani rumah tangga di Australia.
Sebelumnya, Senin (14/9), partai sayap kanan ekstrem One Nation, yang dukungannya terus meningkat dalam jajak pendapat terkini, mengusulkan pengurangan drastis jumlah migran sementara sebanyak 750.000 orang dalam tiga tahun. Menurut One Nation, hal itu dapat memulihkan standar hidup masyarakat Australia.
Namun demikian, Burke menepis anggapan bahwa perubahan yang diumumkan itu merupakan respons terhadap iklim politik. Menurut Burke, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan sistem imigrasi tetap sesuai dengan tujuan aslinya. (*)