Tahun Ini Sudah 2.292 Orang Meninggal Dunia di Laut Mediterania Maksa Ingin Masuk Eropa

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Tahun Ini Sudah 2.292 Orang Meninggal Dunia di Laut Mediterania Maksa Ingin Masuk Eropa

Ilustrasi suasana wilayah kantong (enklave) Spanyol, Ceuta, di Afrika Utara, dengan para migran yang berupaya memperoleh peluang menjadi penduduk negara tersebut. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Jumlah migran yang masuk ke Eropa pada 2026 turun dikabarkan terus menurun hampir 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), banyak orang yang menemui ajal saat berupaya menyeberangi Laut Mediterania.

Hampir 60.000 migran dan pengungsi telah tiba di Eropa melalui jalur laut sepanjang 2026. Jumlah tersebut turun 39 persen dari 98.040 orang pada periode yang sama tahun lalu,

kata IOM.

Pada saat yang sama, sedikitnya 2.292 orang meninggal dunia atau hilang saat berupaya melakukan penyeberangan tersebut, dibandingkan 1.999 orang pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga:

AS Tolak Semua Permohonan Visa Imigran, Harga Visa Kerja Diusulkan Jadi Rp 1,8 Miliar

Penurunan kedatangan paling tajam terjadi di rute Mediterania Tengah menuju Italia, dengan jumlah kedatangan turun 55 persen dari 48.231 menjadi 21.393 orang.

Sementara itu, Australia akan memberlakukan larangan bagi mahasiswa internasional untuk menyertakan anggota keluarga ke dalam visa pelajar mereka serta membatasi perpanjangan visa liburan kerja (Working Holiday Visa atau WHV) guna menekan angka migrasi di negara itu.

Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke di Canberra, Kamis (17/9), sebagai bagian dari perombakan besar-besaran terhadap peraturan migrasi untuk menurunkan angka bersih migrasi asing menjadi 225.000 pada tahun 2028 dari tingkat saat ini sekitar 300.000.

Berdasarkan kebijakan baru tersebut, sistem pemilihan acak akan diberlakukan bagi mereka yang ingin memperpanjang WHV untuk tahun kedua atau ketiga.

Pembatasan kuota juga akan diberlakukan dengan membatasi visa tahun kedua menjadi 45.000, dibandingkan dengan 57.000 yang diberikan tahun lalu, dan visa tahun ketiga menjadi hanya 5.000, dibandingkan dengan sebelumnya 31.000.

Meskipun sebagian besar mahasiswa internasional tidak lagi diizinkan membawa anggota keluarga mereka tinggal di Australia, pengecualian akan diberlakukan bagi mahasiswa dari negara-negara kepulauan Pasifik dan ASEAN, serta sebagian mahasiswa program doktoral.

Wisatawan asing juga tidak akan diizinkan memperpanjang masa tinggal mereka lewat ketentuan "tidak boleh tinggal lebih lama" pada visa kunjungan.

Upaya tersebut diambil di tengah perdebatan yang semakin memanas mengenai isu imigrasi, seiring dengan meningkatnya biaya hidup dan kelangkaan perumahan yang memberikan membebani rumah tangga di Australia.

Sebelumnya, Senin (14/9), partai sayap kanan ekstrem One Nation, yang dukungannya terus meningkat dalam jajak pendapat terkini, mengusulkan pengurangan drastis jumlah migran sementara sebanyak 750.000 orang dalam tiga tahun. Menurut One Nation, hal itu dapat memulihkan standar hidup masyarakat Australia.

Namun demikian, Burke menepis anggapan bahwa perubahan yang diumumkan itu merupakan respons terhadap iklim politik. Menurut Burke, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan sistem imigrasi tetap sesuai dengan tujuan aslinya. (*)

#Imigran Gelap #Laut Mediterania #Eropa
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Tahun Ini Sudah 2.292 Orang Meninggal Dunia di Laut Mediterania Maksa Ingin Masuk Eropa
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), banyak orang yang menemui ajal saat berupaya menyeberangi Laut Mediterania.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Tahun Ini Sudah 2.292 Orang Meninggal Dunia di Laut Mediterania Maksa Ingin Masuk Eropa
Olahraga
Hasil Lengkap Undian Liga Champions 2026/27 Siapa Lawan Siapa, 32 Klub Elit Eropa Saling Bunuh!
Hasil undian Liga Champions 2026/27 menghadirkan duel panas sejak fase liga. Simak jadwal lengkap siapa lawan yang dihadapi setiap klub.
Wisnu Cipto - Jumat, 28 Agustus 2026
Hasil Lengkap Undian Liga Champions 2026/27 Siapa Lawan Siapa, 32 Klub Elit Eropa Saling Bunuh!
Dunia
Sungai Danube Mengering, Puluhan Kapal Perang Nazi Muncul Kembali
Kapal-kapal tersebut sengaja ditenggelamkan pasukan Jerman pada 1944 untuk mencegahnya jatuh ke tangan Tentara Merah yang terus bergerak maju.
Dwi Astarini - Minggu, 23 Agustus 2026
Sungai Danube Mengering, Puluhan Kapal Perang Nazi Muncul Kembali
Dunia
Panas Ekstrem, Sungai Danube di Budapest Surut Mengungkap Jasad Tentara Perang Dunia II dan Sepeda Motor
Bersama jasad mereka, ditemukan pula tanda identitas kedua tentara, sebuah sepeda motor Wehrmacht milik Angkatan Darat Jerman yang sebagian besar masih utuh.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
Panas Ekstrem, Sungai Danube di Budapest Surut Mengungkap Jasad Tentara Perang Dunia II dan Sepeda Motor
Indonesia
Jerman Bakal Lebih Ketat Terapkan Aturan Perpindahan Migran Antar Negara Anggota Uni Eropa
Berdasarkan peraturan Dublin, permohonan suaka dari migran non-Uni Eropa yang masuk ke wilayah Uni Eropa pada prinsipnya harus diproses di negara Uni Eropa pertama yang menjadi tempat masuk mereka.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Agustus 2026
Jerman Bakal Lebih Ketat Terapkan Aturan Perpindahan Migran Antar Negara Anggota Uni Eropa
Indonesia
Kekeringan Parah Landa Eropa, Penggunaan Air Mulai Dibatasi dan Dilarang Isi Kolam Renang
Warga dilarang mengisi atau mengoperasikan kolam renang pribadi. Larangan itu juga mencakup air mancur pribadi, fasilitas bermain air, dan fasilitas pribadi serupa lainnya.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Kekeringan Parah Landa Eropa, Penggunaan Air Mulai Dibatasi dan Dilarang Isi Kolam Renang
Indonesia
Gelombang Panas Tewaskan Ribuan Orang, Nasib Keselamatan WNI di Eropa Jangan Sampai Luput
Gelombang panas ekstrem di Eropa menewaskan lebih dari 1.300 orang. DPR mendesak Kemenlu segera membuka posko siaga darurat untuk melindungi WNI di wilayah terdampak.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
Gelombang Panas Tewaskan Ribuan Orang, Nasib Keselamatan WNI di Eropa Jangan Sampai Luput
Dunia
WHO Peringatkan Gelombang Panas yang Menyapu Eropa Sebabkan 1.300 Kematian
Suhu panas ekstrem tercatat terjadi di Jerman, Polandia, dan Rpublik Ceko.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
WHO Peringatkan Gelombang Panas yang Menyapu Eropa Sebabkan 1.300 Kematian
Olahraga
Hasil Lengkap Semifinal Play-off Piala Dunia 2026 Zona Eropa, Jadwal Final dan Siapa Lawan Siapa
Delapan tim besar Eropa memastikan langkah ke partai final play-off kualifikasi Piala Dunia setelah melewati laga semifinal penuh tensi Jumat (27/3) dini hari.
Wisnu Cipto - Jumat, 27 Maret 2026
Hasil Lengkap Semifinal Play-off Piala Dunia 2026 Zona Eropa, Jadwal Final dan Siapa Lawan Siapa
Dunia
Bukan Perang Eropa, Uni Eropa Belum Ingin Kerahkan Kapal Perang ke Selat Hormuz
Keputusan apakah mandat ini akan diperluas untuk mencakup Selat Hormuz hingga ke utara dari garis Muscat, tidak mendapat dukungan dari negara-negara anggota.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 17 Maret 2026
Bukan Perang Eropa, Uni Eropa Belum Ingin Kerahkan Kapal Perang ke Selat Hormuz
Bagikan