Jepang hingga Eropa Bersiap Hadapi Ancaman Krisis, Warga Diminta Simpan Stok Makanan dan Air

Soffi AmiraSoffi Amira - 2 jam, 18 menit lalu
Jepang hingga Eropa Bersiap Hadapi Ancaman Krisis, Warga Diminta Simpan Stok Makanan dan Air

Sejumlah negara bersiap hadapi ancaman krisis. Foto: Unsplash/Mika Baumeister

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sejumlah pemerintah di Asia dan Eropa mulai meningkatkan imbauan kesiapsiagaan kepada masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari mengeluarkan panduan darurat hingga membentuk badan khusus penanggulangan bencana.

Jepang menjadi salah satu negara Asia yang aktif mengeluarkan imbauan tersebut. Pada 2 November 2026, Jepang dijadwalkan secara resmi mengeluarkan imbauan nasional bersamaan dengan pembentukan badan penanggulangan bencana baru.

Menteri Penanggulangan Bencana Jepang, Goshi Hosono, meminta masyarakat menyimpan persediaan makanan, air, dan perlengkapan sanitasi untuk kebutuhan minimal tiga hari. Ia juga menyarankan agar warga menyiapkan persediaan untuk satu pekan jika memungkinkan.

Menurut infografis World Visualized, setidaknya 18 negara sepanjang 2026 telah meluncurkan, memperbarui, atau berpartisipasi dalam inisiatif serupa.

Baca juga:

Alarm Bahaya dari Tokyo! Jepang Petakan 3 Pemicu Krisis Keamanan Negara Asia Tenggara

Sementara di Jerman, Badan Perlindungan Sipil (BBK) menyarankan masyarakat menyimpan persediaan makanan dan minuman untuk sekitar 10 hari. Namun, bagi warga yang belum mampu memenuhi jumlah tersebut, persediaan untuk minimal tiga hari tetap dinilai sangat membantu.

Sementara itu, Norwegia meningkatkan anjuran kemandirian rumah tangga dari tiga hari menjadi satu pekan. Republik Ceko juga meluncurkan kampanye "72 Hours" dan membagikan 5,2 juta panduan kesiapsiagaan ke rumah-rumah.

Kemudian, sejumlah negara lain yang turut mengambil langkah serupa adalah Inggris, Prancis, Irlandia, dan Belanda.

Mengapa Negara-negara Eropa Tingkatkan Kesiapsiagaan?

Negara-negara Eropa mulai tingkatkan kesiapsiagaan
Negara-negara Eropa mulai tingkatkan kesiapsiagaan. Foto: Unsplash/Antoine Schibler

Salah satu rujukan utama langkah tersebut adalah Strategi Persatuan Kesiapsiagaan (Preparedness Union Strategy) yang diluncurkan Komisi Eropa pada 26 Maret 2025 lalu.

Strategi tersebut mendorong masyarakat untuk memiliki persediaan kebutuhan pokok setidaknya selama 72 jam. Selain itu, materi kesiapsiagaan juga didorong untuk masuk ke dalam kurikulum sekolah.

Komisi Eropa menyebutkan sejumlah faktor yang melatarbelakangi strategi tersebut. Di antaranya adalah meningkatnya ketegangan geopolitik dan konflik, ancaman hibrida dan siber, manipulasi informasi asing, hingga perubahan iklim serta bencana alam yang semakin sering terjadi.

Finlandia, yang sejak lama menjadi salah satu rujukan dalam hal kesiapsiagaan, menilai berbagai krisis dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa koordinasi Eropa masih perlu diperbaiki.

Baca juga:

SBY Bongkar Rahasia Kepemimpinan Kuat Hadapi Krisis Global, Belajar dari Tragedi Tsunami Hingga Krisis 2008

Krisis tersebut mencakup pandemi COVID-19, banjir, kebakaran hutan, serangan hibrida, hingga perang agresi Rusia.

Sedangkan di negara-negara yang berdekatan dengan Rusia, panduan kesiapsiagaan bahkan dibuat lebih ketat. Menurut laporan Newsweek, masyarakat di wilayah tersebut mendapat informasi mengenai cara menghadapi konflik militer dan prosedur evakuasi.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, pada 15 September 2026 lalu menyatakan bahwa serangan hibrida terhadap Eropa terus meningkat sejak invasi penuh Rusia ke Ukraina. Namun, Kremlin menolak tuduhan bahwa Rusia mengancam negara-negara Eropa.

Jepang Bersiap Hadapi Ancaman Megagempa

Jepang siap hadapi ancaman megagempa
Jepang siap hadapi ancaman megagempa. Foto: Unsplash/Jezael Melgoza

Sementara di Jepang, alasan utama peningkatan kesiapsiagaan adalah ancaman gempa Bumi.

Komite Penelitian Gempa memperkirakan peluang terjadinya megagempa bermagnitudo 8-9 di Palung Nankai dalam 30 tahun ke depan meningkat menjadi sekitar 80 persen, dari sebelumnya 70-80 persen.

Laporan pemerintah pada Maret 2025 juga memperkirakan skenario terburuk bencana tersebut dapat menyebabkan hingga 298.000 korban jiwa dan kerugian ekonomi mencapai 292 triliun yen (Rp 33,6 kuadriliun).

Evaluasi berikutnya sempat merevisi peluang tersebut menjadi kisaran sekitar 60-90 persen atau lebih tinggi. Dengan demikian, ancaman gempa besar di wilayah tersebut dinilai sebagai risiko yang serius dan nyata.

Bagi Hosono, persoalan kesiapsiagaan juga berkaitan dengan kemampuan pemerintah daerah. Ia mengakui, bahwa tingkat kesiapan setiap wilayah masih timpang, termasuk dalam hal ketersediaan stok logistik pemerintah daerah dan jumlah petugas yang mendapatkan pelatihan.

Baca juga:

Dunia di Ambang Krisis, Tinggi Permukaan Laut Naik 2 Kali Lipat dalam 10 Tahun

Kondisi tersebut membuat bantuan pemerintah belum tentu bisa segera tiba ketika gempa besar melanda banyak wilayah sekaligus.

Ia juga menyebut perbaikan tempat pengungsian sebagai salah satu prioritas. Rencananya, standar fasilitas pengungsian akan ditingkatkan dengan menambahkan fasilitas mandi, dapur yang menyediakan makanan hangat, serta tempat tidur. Sebelumnya, standar tersebut hanya mencakup fasilitas toilet.

Singapura Perbarui Panduan Darurat

Singapura mulai perbarui panduan darurat
Singapura mulai perbarui panduan darurat. Foto: Unsplash/Swapnil Bapat

Singapura juga mengambil pendekatan berbeda melalui Buku Panduan Darurat Pertahanan Sipil yang diterbitkan SCDF.

Edisi terbaru panduan tersebut memuat sejumlah topik baru, seperti Peringatan Darurat (SG Alert), perlindungan darurat di rumah, serta prosedur perlindungan di tempat yang telah diperbarui.

Pembaruan buku panduan ini berjalan beriringan dengan latihan nasional Exercise SG Ready 2026. Kegiatan tersebut dipimpin Kementerian Pertahanan bersama IMDA, EMA, People's Association, dan SCDF.

Berdasarkan panduan tersebut, masyarakat perlu menyiapkan air sebanyak tiga liter per orang per hari serta makanan yang tidak memerlukan proses memasak atau pendinginan.

Sejumlah media lain juga menambahkan beberapa kebutuhan yang perlu disiapkan, seperti obat-obatan, tisu toilet, senter, dan uang tunai. (tka)

#Krisis Ekonomi #Ekonomi Global Melambat #Keadaan Darurat #Eropa #Asia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Jepang hingga Eropa Bersiap Hadapi Ancaman Krisis, Warga Diminta Simpan Stok Makanan dan Air
Sejumlah negara seperti Jepang dan Eropa, kini bersiap menghadapi krisis. Warga diminta menyimpan stok makanan hingga air.
Soffi Amira - 2 jam, 18 menit lalu
Jepang hingga Eropa Bersiap Hadapi Ancaman Krisis, Warga Diminta Simpan Stok Makanan dan Air
Dunia
2 Kereta Bertabrakan di Spanyol, 64 Tewas
Ini merupakan kecelakaan kereta api besar kedua di Spanyol pada tahun ini.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
 2 Kereta Bertabrakan di Spanyol, 64 Tewas
Indonesia
Eropa Rusuh, Pengamat Minta Pemerintahan Prabowo Siaga
Pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan kondisi keamanan yang relatif kondusif.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Eropa Rusuh, Pengamat Minta Pemerintahan Prabowo Siaga
Olahraga
Nominasi AFC Awards 2026 Resmi Diumumkan, PSSI Masuk 1 Kategori
AFC Awards 2026 resmi umumkan daftar nominasi. Indonesia lewat PSSI masuk nominasi AFC President's Recognition Award for Grassroots Football!
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Oktober 2026
Nominasi AFC Awards 2026 Resmi Diumumkan, PSSI Masuk 1 Kategori
Olahraga
Api Asian Games 2026 Aichi-Nagoya Padam! China Juara Umum, Sampai Jumpa di Doha 2030
Upacara penutupan Asian Games 2026 digelar meriah di Nagoya. China sabet juara umum, Indonesia finish ke-16. Sampai jumpa di Asian Games Doha 2030!
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Api Asian Games 2026 Aichi-Nagoya Padam! China Juara Umum, Sampai Jumpa di Doha 2030
Olahraga
Gratis! Link Siaran Langsung Pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Mulai 16.00 WIB
Tonton live streaming pembukaan Asian Games 2026 gratis sore ini pukul 16.00 WIB, lengkap dengan kabar bonus emas Rp3 miliar bagi atlet Indonesia!
Wisnu Cipto - Sabtu, 19 September 2026
Gratis! Link Siaran Langsung Pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Mulai 16.00 WIB
Indonesia
Tahun Ini Sudah 2.292 Orang Meninggal Dunia di Laut Mediterania Maksa Ingin Masuk Eropa
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), banyak orang yang menemui ajal saat berupaya menyeberangi Laut Mediterania.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Tahun Ini Sudah 2.292 Orang Meninggal Dunia di Laut Mediterania Maksa Ingin Masuk Eropa
ShowBiz
AAA 2026 Digelar Dua Hari di Taiwan, Deretan Bintang Asia Siap Ramaikan Panggung
AAA 2026 digelar 5-6 Desember di Stadion Nasional Kaohsiung, Taiwan. Simak daftar pengisi acara dari dunia musik dan akting Asia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
AAA 2026 Digelar Dua Hari di Taiwan, Deretan Bintang Asia Siap Ramaikan Panggung
Olahraga
Hasil Lengkap Undian Liga Champions 2026/27 Siapa Lawan Siapa, 32 Klub Elit Eropa Saling Bunuh!
Hasil undian Liga Champions 2026/27 menghadirkan duel panas sejak fase liga. Simak jadwal lengkap siapa lawan yang dihadapi setiap klub.
Wisnu Cipto - Jumat, 28 Agustus 2026
Hasil Lengkap Undian Liga Champions 2026/27 Siapa Lawan Siapa, 32 Klub Elit Eropa Saling Bunuh!
Dunia
Sungai Danube Mengering, Puluhan Kapal Perang Nazi Muncul Kembali
Kapal-kapal tersebut sengaja ditenggelamkan pasukan Jerman pada 1944 untuk mencegahnya jatuh ke tangan Tentara Merah yang terus bergerak maju.
Dwi Astarini - Minggu, 23 Agustus 2026
Sungai Danube Mengering, Puluhan Kapal Perang Nazi Muncul Kembali
Bagikan