Eropa Rusuh, Pengamat Minta Pemerintahan Prabowo Siaga

Dwi AstariniDwi Astarini - 1 jam, 49 menit lalu
Eropa Rusuh, Pengamat Minta Pemerintahan Prabowo Siaga

Pengamat politik Fernando Emas.(foto: Merahputih.com/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - DIREKTUR Rumah Politik Indonesia Fernando Emas mengingatkan pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto agar mengantisipasi berbagai potensi gejolak di dalam negeri di tengah gelombang kerusuhan yang melanda sejumlah wilayah di Eropa.
Fernando menilai situasi di Eropa tidak serta-merta akan memicu gangguan keamanan di Indonesia.

Meski begitu, pemerintah tetap perlu mewaspadai berbagai persoalan domestik yang berpotensi memengaruhi stabilitas nasional.


“Saya berharap situasi beberapa negara yang mengalami kerusuhan karena berbagai persoalan di negaranya tidak akan berdampak terhadap Indonesia,” kata Fernando kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/10).


Ia menegaskan pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan kondisi keamanan yang relatif kondusif. Kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan dinilai penting, mengingat Indonesia juga tengah menghadapi sejumlah persoalan yang perlu ditangani secara serius.

“Namun, perlu kesiapan pemerintahan Prabowo Subianto untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi karena berbagai persoalan sedang melanda Indonesia,” ujarnya.

Baca juga:

Milan Dilanda Kerusuhan Protes Tingginya Biaya Hidup, Toko Dijarah


Bagi Indonesia, situasi tersebut menjadi pengingat bahwa stabilitas nasional perlu dijaga melalui kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi persoalan yang berkembang di masyarakat. Meski tidak memprediksi kerusuhan serupa akan terjadi di Tanah Air, Fernando meminta pemerintahan Prabowo tetap memperhitungkan berbagai kemungkinan.

Pernyataan tersebut muncul di tengah laporan kerusuhan di Prancis yang dipicu demonstrasi menentang tingginya biaya hidup. Aksi yang berlangsung di sejumlah wilayah itu berkembang menjadi bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan, disertai aksi penjarahan di Paris.


AFP melaporkan hampir 2.400 orang ditangkap pada Sabtu dalam gelombang kerusuhan tersebut. Kementerian Dalam Negeri Prancis juga mencatat hampir 1.000 polisi dan anggota gendarmerie terluka, termasuk tujuh orang yang mengalami luka serius.


Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam aksi kekerasan tersebut sekaligus menyatakan pemerintah akan memperkuat pengamanan dan mengevaluasi penanganan demonstrasi oleh kepolisian.

Meski mengecam tindakan perusakan dan penjarahan, Macron menekankan perlunya membedakan warga yang menyampaikan aspirasi secara sah dengan kelompok yang melakukan kekerasan. Ia juga menegaskan pelaku perusakan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.(knu)

Baca juga:

Macron Tetap Terbang ke Negara Teluk di Tengah Kerusuhan Prancis, Harga BBM Jadi Sorotan

#Presiden Prabowo #Kerusuhan Massa #Eropa
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Eropa Rusuh, Pengamat Minta Pemerintahan Prabowo Siaga
Pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan kondisi keamanan yang relatif kondusif.
Dwi Astarini - 1 jam, 49 menit lalu
Eropa Rusuh, Pengamat Minta Pemerintahan Prabowo Siaga
Dunia
Prancis Kaos! Presiden Macron Tolak Pengunduran Diri Mendagri Laurent Nunez
Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak pengunduran diri Mendagri Laurent Nunez usai kerusuhan massal. 2.400 orang ditangkap & 1.500 toko dijarah. Simak detailnya!
Wisnu Cipto - 2 jam, 24 menit lalu
Prancis Kaos! Presiden Macron Tolak Pengunduran Diri Mendagri Laurent Nunez
Indonesia
2 Tahun Pemerintahan Prabowo: Penilaian Harus Berdasar Dirasakan Rakyat
Lembaga swadaya seperti CELIOS (Center of studi Economic and Law Studies) bersama Kabinet Bayangan memberikan "rapor merah" dengan skor kepuasan publik yang rendah.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
2 Tahun Pemerintahan Prabowo: Penilaian Harus Berdasar Dirasakan Rakyat
Dunia
Milan Dilanda Kerusuhan Protes Tingginya Biaya Hidup, Toko Dijarah
Seruan untuk berkumpul di Piazza del Duomo kembali beredar di media sosial sejak Minggu (18/10) pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Milan Dilanda Kerusuhan Protes Tingginya Biaya Hidup, Toko Dijarah
Dunia
Macron Tetap Terbang ke Negara Teluk di Tengah Kerusuhan Prancis, Harga BBM Jadi Sorotan
Emmanuel Macron tetap melanjutkan kunjungan ke empat negara Teluk di tengah kerusuhan Prancis akibat lonjakan biaya hidup dan harga BBM. Lebih dari 2.000 orang ditahan.
Frengky Aruan - Senin, 19 Oktober 2026
Macron Tetap Terbang ke Negara Teluk di Tengah Kerusuhan Prancis, Harga BBM Jadi Sorotan
Dunia
Kerusuhan di Paris Prancis Bikin Gerai Ritail Rugi Ratusan Juta Euro
kepolisian kekurangan personel dan sumber daya untuk menjamin keamanan masyarakat selama kerusuhan pada Sabtu.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
 Kerusuhan di Paris Prancis Bikin Gerai Ritail Rugi Ratusan Juta Euro
Indonesia
Presiden Prabowo Kumpulkan Menteri di Istana Bogor, Ajak Kenalan dengan Wakil PM Rusia
Bukan perayaan ulang tahun.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Presiden Prabowo Kumpulkan Menteri di Istana Bogor, Ajak Kenalan dengan Wakil PM Rusia
Indonesia
Presiden Prabowo Subianto Ultah Ke-75, Didoakan Sehat dan Berstamina
Sejak pagi hari, ucapan selamat, doa, dan harapan terus mengalir dari berbagai lapisan masyarakat.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto Ultah Ke-75, Didoakan Sehat dan Berstamina
Indonesia
Prabowo Buka Pintu Bantuan Asing untuk Atasi Karhutla
Presiden Prabowo Subianto menyetujui tawaran bantuan dari negara-negara tetangga untuk menangani karhutla.
Yusuf Abdillah - Kamis, 15 Oktober 2026
Prabowo Buka Pintu Bantuan Asing untuk Atasi Karhutla
Indonesia
Karhutla belum Beres, 639 Hektare Lahan masih Terbakar
Berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, upaya pemadaman masih berlangsung di enam provinsi terdampak.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Karhutla belum Beres, 639 Hektare Lahan masih Terbakar
Bagikan