Sungai Danube Mengering, Puluhan Kapal Perang Nazi Muncul Kembali

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 23 Agustus 2026
Sungai Danube Mengering, Puluhan Kapal Perang Nazi Muncul Kembali

Sungai Danube Mengering, Puluhan Kapal Perang Nazi Muncul Kembali.(foto: Instagram @geology.info)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — SUNGAI Danube mengering akibat gelombang panas. Kekeringan ekstrem yang terjadi menyingkap kembali sedikitnya 20 bangkai kapal perang Nazi yang telah terkubur di dasar sungai selama 82 tahun. Kapal-kapal tersebut sengaja ditenggelamkan pasukan Jerman pada 1944 untuk mencegahnya jatuh ke tangan Tentara Merah yang terus bergerak maju.

Sungai Danube merupakan sungai terpanjang kedua di Eropa dengan panjang sekitar 2.850 km. Sungai ini berhulu di Black Forest, Jerman, mengalir ke tenggara melewati 10 negara dan bermuara di Laut Hitam lewat Delta Danube di Rumania

Bulan ini, permukaan air Danube yang mencapai titik terendah dalam sejarah memperlihatkan sedikitnya 20 kapal perang Jerman di dekat Prahovo, Serbia bagian timur. Lambung kapal yang berkarat dan tiang-tiang yang patah mulai muncul ke permukaan. Ini merupakan sisa-sisa armada Laut Hitam Nazi yang sengaja ditenggelamkan selama Perang Dunia II.

Bangkai kapal-kapal tersebut pernah muncul saat kekeringan sebelumnya. Namun, gelombang panas ekstrem dan kekeringan yang melanda musim panas ini membuat puluhan kapal kembali terlihat. Sebagian kapal diyakini masih membawa senjata dan bahan peledak sehingga kawasan sungai yang menjadi salah satu jalur pelayaran utama dan daya tarik wisata Eropa ini berubah menjadi semacam medan perang yang kembali terlihat.

Baca juga:

Panas Ekstrem, Sungai Danube di Budapest Surut Mengungkap Jasad Tentara Perang Dunia II dan Sepeda Motor



Bagi wisatawan yang menyusuri Danube dengan kapal pesiar sungai musim panas ini, surutnya permukaan air menghadirkan pemandangan sekaligus sejarah yang biasanya tersembunyi di bawah sungai.



Terkubur 82 Tahun di Bawah Danube




Kisah kapal-kapal tersebut berada di dasar Danube bermula lebih daripada delapan dekade lalu. Pada 1944, pasukan Jerman mulai mundur di Front Timur ketika pasukan Uni Soviet terus bergerak maju. Kondisi tersebut membuat sekitar 200 kapal Nazi dari armada Laut Hitam terjebak di wilayah yang dengan cepat berada di bawah kendali Soviet.

Danube menjadi jalur untuk melarikan diri. Namun, kawasan Iron Gates, bagian sungai yang sempit dan sejak dulu dikenal berbahaya, menjadi titik penyumbatan.

Pada September 1944, Laksamana Muda Jerman Paul-Willy Zieb memerintahkan lebih dari 200 kapal ditenggelamkan secara sengaja ketika Tentara Merah semakin mendekat. Kapal-kapal tersebut ditenggelamkan agar tidak jatuh ke tangan Soviet sekaligus menghambat laju pasukan Soviet.

Sebagian besar kapal tetap berada di bawah permukaan sungai sejak saat itu. Selain karena kondisi sungai, keberadaan kapal-kapal tersebut juga menjadi ancaman bagi pelayaran karena sebagian di antaranya masih diyakini menyimpan persenjataan dan amunisi yang belum meledak.

Pemerintah Serbia telah meluncurkan program yang diperkirakan bernilai €30 juta (sekira Rp 620,8 miliar) untuk menyingkirkan sejumlah kapal tersebut. Namun, prosesnya berjalan lambat karena pembersihan dasar sungai dan pengangkatan kapal harus dilakukan dengan sangat hati-hati demi menghindari risiko ledakan dan bahaya lainnya.

"Hari ini, Anda bisa duduk di dek kapal pesiar sungai sambil menikmati segelas anggur dan menyaksikan negara-negara indah ini berlalu. Namun, lanskap yang sama pernah menjadi saksi perang, fasisme, penindasan, dan penderitaan manusia yang luar biasa," kata seorang perencana perjalanan, Kenneth Reece, dikutip BBC.



Daya Tarik Wisata



Meski kapal-kapal itu terlihat seperti sebuah ancaman, para wisatawan malah menikmati kemunculan bangkai kapal tersebut sebagai pemandangan yang mencolok di sepanjang salah satu sungai terpanjang di Eropa tersebut. Danube membentang sekitar 2.850 kilometer melintasi 10 negara dan melewati wilayah yang menyimpan sejarah berabad-abad tentang keruntuhan kekaisaran serta perubahan aliansi politik.

Kenneth Reece, seorang perencana perjalanan yang baru-baru ini menyusuri Danube bagian hilir dengan kapal pesiar sungai Avalon Passion, mengatakan berbagai pengingat tentang sejarah kelam kawasan tersebut terus mengiringi perjalanan mereka.

Seperti dilansir BBC, Reece telah mengunjungi benteng-benteng abad pertengahan, mendengar kisah kehidupan di bawah komunisme dan kediktatoran, mempelajari perang-perang yang membentuk kawasan ini, dan melewati tempat-tempat yang sebagian sejarahnya masih berada dalam ingatan masyarakat hingga sekarang.

"Mendengar tentang bangkai kapal Jerman dari era Perang Dunia II di bawah Danube menambahkan lapisan lain. Sejarah itu tidak hanya berada di museum atau monumen. Sebagiannya benar-benar berada tepat di bawah kami,” ujarnya.(dwi)



Baca juga:

Permukaan Air telah Capai Rekor Terendah, Kerangka Manusia Bermunculan di Waduk AS

#Sungai Danube #Eropa #Nazi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Sungai Danube Mengering, Puluhan Kapal Perang Nazi Muncul Kembali
Kapal-kapal tersebut sengaja ditenggelamkan pasukan Jerman pada 1944 untuk mencegahnya jatuh ke tangan Tentara Merah yang terus bergerak maju.
Dwi Astarini - Minggu, 23 Agustus 2026
Sungai Danube Mengering, Puluhan Kapal Perang Nazi Muncul Kembali
Dunia
Panas Ekstrem, Sungai Danube di Budapest Surut Mengungkap Jasad Tentara Perang Dunia II dan Sepeda Motor
Bersama jasad mereka, ditemukan pula tanda identitas kedua tentara, sebuah sepeda motor Wehrmacht milik Angkatan Darat Jerman yang sebagian besar masih utuh.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
Panas Ekstrem, Sungai Danube di Budapest Surut Mengungkap Jasad Tentara Perang Dunia II dan Sepeda Motor
Indonesia
Kekeringan Parah Landa Eropa, Penggunaan Air Mulai Dibatasi dan Dilarang Isi Kolam Renang
Warga dilarang mengisi atau mengoperasikan kolam renang pribadi. Larangan itu juga mencakup air mancur pribadi, fasilitas bermain air, dan fasilitas pribadi serupa lainnya.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Kekeringan Parah Landa Eropa, Penggunaan Air Mulai Dibatasi dan Dilarang Isi Kolam Renang
Indonesia
Gelombang Panas Tewaskan Ribuan Orang, Nasib Keselamatan WNI di Eropa Jangan Sampai Luput
Gelombang panas ekstrem di Eropa menewaskan lebih dari 1.300 orang. DPR mendesak Kemenlu segera membuka posko siaga darurat untuk melindungi WNI di wilayah terdampak.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
Gelombang Panas Tewaskan Ribuan Orang, Nasib Keselamatan WNI di Eropa Jangan Sampai Luput
Dunia
WHO Peringatkan Gelombang Panas yang Menyapu Eropa Sebabkan 1.300 Kematian
Suhu panas ekstrem tercatat terjadi di Jerman, Polandia, dan Rpublik Ceko.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
WHO Peringatkan Gelombang Panas yang Menyapu Eropa Sebabkan 1.300 Kematian
Olahraga
Hasil Lengkap Semifinal Play-off Piala Dunia 2026 Zona Eropa, Jadwal Final dan Siapa Lawan Siapa
Delapan tim besar Eropa memastikan langkah ke partai final play-off kualifikasi Piala Dunia setelah melewati laga semifinal penuh tensi Jumat (27/3) dini hari.
Wisnu Cipto - Jumat, 27 Maret 2026
Hasil Lengkap Semifinal Play-off Piala Dunia 2026 Zona Eropa, Jadwal Final dan Siapa Lawan Siapa
Dunia
Bukan Perang Eropa, Uni Eropa Belum Ingin Kerahkan Kapal Perang ke Selat Hormuz
Keputusan apakah mandat ini akan diperluas untuk mencakup Selat Hormuz hingga ke utara dari garis Muscat, tidak mendapat dukungan dari negara-negara anggota.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 17 Maret 2026
Bukan Perang Eropa, Uni Eropa Belum Ingin Kerahkan Kapal Perang ke Selat Hormuz
Fun
Film Sirat Bikin Heboh Eropa, Kisah Spiritual di Gurun Maroko
Sirat sukses mencuri perhatian setelah meraih Jury Prize di Festival Film Cannes atas pendekatan visual dan kedalaman emosionalnya.
Wisnu Cipto - Minggu, 22 Februari 2026
Film Sirat Bikin Heboh Eropa, Kisah Spiritual di Gurun Maroko
Dunia
Garda Revolusi Iran Dicap Organisasi Terorirs, Atase Militer Negara Eropa Diusir
Menurut UU Aksi Strategis yang disahkan Parlemen Iran, atase militer negara-negara Eropa pun harus diusir segera dari Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 01 Februari 2026
Garda Revolusi Iran Dicap Organisasi Terorirs, Atase Militer Negara Eropa Diusir
Dunia
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Jadi Organisasi Teroris, Iran: Eropa Sibuk Mengipasi Api.
Uni Eropa juga menjatuhkan sanksi tambahan terhadap 15 pejabat keamanan dan peradilan Iran, termasuk komandan IRGC dan perwira polisi senior
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 30 Januari 2026
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Jadi Organisasi Teroris, Iran: Eropa Sibuk Mengipasi Api.
Bagikan