Gelombang Panas Tewaskan Ribuan Orang, Nasib Keselamatan WNI di Eropa Jangan Sampai Luput

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
Gelombang Panas Tewaskan Ribuan Orang, Nasib Keselamatan WNI di Eropa Jangan Sampai Luput

Ilustrasi - Cuaca Panas (Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara di Eropa telah menelan lebih dari 1.300 korban jiwa.

Kondisi ini memicu alarm kewaspadaan di parlemen Indonesia, khususnya terkait keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di kawasan terdampak.

Baca juga:

WHO Peringatkan Gelombang Panas yang Menyapu Eropa Sebabkan 1.300 Kematian

Kemenlu Harus Ambil Langkah Intervensi Darurat

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Taufiq R. Abdullah, mendesak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) segera mengambil langkah intervensi darurat.

“Kemenlu wajib proaktif memantau kondisi WNI di wilayah terdampak melalui seluruh perwakilan. Jangan tunggu ada korban dari warga kita baru sibuk bertindak,” kata Taufiq, di Jakarta, Jumat (3/7).

Taufiq menekankan agar seluruh KBRI dan KJRI di Eropa bergerak cepat melakukan jemput bola, memperbarui pendataan WNI, serta membuka posko siaga darurat yang beroperasi penuh 24 jam.

Baca juga:

Gelombang Panas Hantam Eropa, DPR Desak Kemenlu Buka Hotline Darurat WNI

Menurut dia, gelombang panas kerap memicu bencana turunan seperti kebakaran hutan, kelangkaan pasokan air, gangguan transportasi massal, hingga pemadaman listrik berkepanjangan.

Jika ada WNI yang mengalami gangguan kesehatan atau kesulitan mengakses rumah sakit setempat, perwakilan RI harus hadir mendampingi dan memfasilitasi,

Anggota Komisi I DPR Taufiq R. Abdullah

Keselamatan WNI Kewajiban Konstitusional Negara

Lebiih jauh, Taufiq menekankan negara memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi WNI di mana pun mereka berada. Untuk itu, dia menegaskan pentingnya jalur koordinasi antara perwakilan RI dengan otoritas kedaruratan dan layanan kesehatan setempat.

“Kesiapsiagaan dan kecepatan respons adalah kunci utama untuk memastikan seluruh saudara kita di Eropa tetap aman,” tandas legislator yang duduk di komisi urusan luar negeri itu. (Knu)

#WNI #Eropa #Gelombang Panas
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Tahun Ini Sudah 2.292 Orang Meninggal Dunia di Laut Mediterania Maksa Ingin Masuk Eropa
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), banyak orang yang menemui ajal saat berupaya menyeberangi Laut Mediterania.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Tahun Ini Sudah 2.292 Orang Meninggal Dunia di Laut Mediterania Maksa Ingin Masuk Eropa
Indonesia
Jubir Kemlu Terima WhatsApp dari WNI Gabung Militer Rusia, Isinya Titip Pesan Buat Menlu
Jubir Kemlu terima pesan WhatsApp dari WNI yang diduga gabung militer Rusia. Pesan dititipkan untuk Menlu Sugiono, investigasi perekrutan ilegal terus digali.
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Jubir Kemlu Terima WhatsApp dari WNI Gabung Militer Rusia, Isinya Titip Pesan Buat Menlu
Indonesia
Makkah Jadi Target Serangan Drone, WNI di Jeddah Hingga Taif Diminta Waspada
Arab Saudi dihujani serangan drone Houthi yang mengincar kawasan Makkah. Kemlu RI minta WNI tingkatkan kewaspadaan dan catat nomor darurat ini!
Wisnu Cipto - Rabu, 16 September 2026
Makkah Jadi Target Serangan Drone, WNI di Jeddah Hingga Taif Diminta Waspada
Indonesia
Kemenlu Dalami Klaim Ukraina soal 8 WNI Direkrut Jadi Militer Rusia
Kemenlu memiliki tugas memberikan pelindungan kepada WNI di luar negeri.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Kemenlu Dalami Klaim Ukraina soal 8 WNI Direkrut Jadi Militer Rusia
Indonesia
Sudah Jelas! 1.512 Anak Pekerja Migran di Malaysia Akhirnya Diberikan Kewarganegaraan Indonesia
Berawal dari penegasan status kewarganegaraan, ini akan menjadi pintu bagi anak-anak kita untuk bersekolah, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
Sudah Jelas! 1.512 Anak Pekerja Migran di Malaysia Akhirnya Diberikan Kewarganegaraan Indonesia
Indonesia
Kapal Berbobot 268 Ton Terbalik di Busan Korea Selatan, ABK WNI Ikut Hilang
Kapal tunda terbalik di Busan, Korea Selatan, menewaskan satu awak. Dua ABK WNI ikut jadi korban, satu selamat, satu masih hilang.
Wisnu Cipto - Kamis, 03 September 2026
Kapal  Berbobot 268 Ton Terbalik di Busan Korea Selatan, ABK WNI Ikut Hilang
Indonesia
Terungkap Awal Mula 8 WNI Diduga Masuk Militer Rusia, Pemerintah Kini Telusuri Perekrutnya
Pemerintah menelusuri pihak yang merekrut 8 WNI yang diduga awalnya ditawari pekerjaan sebelum diarahkan mengikuti dinas militer Rusia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Terungkap Awal Mula 8 WNI Diduga Masuk Militer Rusia, Pemerintah Kini Telusuri Perekrutnya
Indonesia
WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia, Yusril Ingatkan Masyarakat Tak Gegabah
Kasus 8 WNI yang diduga direkrut menjadi tentara Rusia mendapat perhatian pemerintah. Yusril meminta masyarakat waspada terhadap tawaran kerja di luar negeri.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia, Yusril Ingatkan Masyarakat Tak Gegabah
Indonesia
8 WNI Gabung Militer Rusia, DPR Soroti Konsekuensi Status Kewarganegaraan
Sebanyak 8 WNI bergabung dengan militer Rusia. DPR meminta pemerintah untuk tidak kecolongan lagi.
Soffi Amira - Rabu, 02 September 2026
8 WNI Gabung Militer Rusia, DPR Soroti Konsekuensi Status Kewarganegaraan
Indonesia
Diduga 8 Orang Gabung Tentara Rusia, DPR Sebut Otomatis Kehilangan Kewarganegaraan Indonesia
Jika ada WNI yang bergabung dengan militer negara asing maka status kewarganegaraan Indonesia akan hilang.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
Diduga 8 Orang Gabung Tentara Rusia, DPR Sebut Otomatis Kehilangan Kewarganegaraan Indonesia
Bagikan