Gelombang Panas Menyengat Paris, Rumah Duka Overload

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 30 Juni 2026
 Gelombang Panas Menyengat Paris, Rumah Duka Overload

Ilustrasi cuaca panas. ANTARA/HO

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — SETIAP beberapa menit, Zouhaeir Hertelli menjawab panggilan telepon yang masuk. Setiap kali pula, ia menjawab, "Tidak." Nyaris semua telepon itu menanyakan hal serupa: ‘apakah masih ada tempat untuk satu jenazah lagi?’.

Hertelli mengelola sebuah rumah duka di Paris. Sebanyak 32 ruang penyimpanan berpendingin di sana telah penuh terisi, Senin (29/6).

"Kami menghadapi situasi yang benar-benar katastrofik. Saya menerima ratusan telepon,” katanya, dikutip BBC.

Sejak gelombang panas memecahkan rekor mulai merenggut nyawa, kapasitas penyimpanan jenazah di Paris dan wilayah sekitarnya mengalami overload. Ketika gelombang panas bersejarah bergeser ke arah timur pada akhir pekan ini dan membawa suhu mematikan ke wilayah lain di Eropa, Prancis mulai menghitung dampak kemanusiaan yang terjadi.

Baca juga:

WHO Peringatkan Gelombang Panas yang Menyapu Eropa Sebabkan 1.300 Kematian


Butuh Waktu Menghitung Korban Jiwa akibat Gelombang Panas




Proses statistik dan analisis kesehatan masyarakat untuk menghitung jumlah kematian akibat gelombang panas mungkin memerlukan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Namun, jelas sekali bahwa suhu ekstrem yang berkepanjangan telah menimbulkan korban jiwa yang sangat besar di Prancis, negara pertama yang terdampak sejak pertengahan Juni. Banyak kalangan lanjut usia ditemukan meninggal di rumah.

Kami menghadapi lonjakan kematian yang sangat besar akibat gelombang panas dan kami benar-benar penuh, penuh, penuh.

Zouhaeir Hertelli, pengelola rumah duka di Paris


Dalam estimasi awalnya, Badan Kesehatan Masyarakat Prancis menyatakan jumlah kematian melonjak selama puncak gelombang panas pekan lalu, ketika sebagian besar wilayah Prancis mengalami suhu di atas 40 derajat celsius. Sejumlah daerah juga mencatat rekor suhu malam hari tertinggi, menciptakan tekanan ganda yang sangat melelahkan bagi tubuh manusia.

Badan tersebut mencatat lebih dari 1.200 kematian pada Rabu (24/6), saat Prancis mengalami hari terpanas sepanjang sejarah, memecahkan rekor yang baru saja tercipta sehari sebelumnya. Jumlah kematian kemudian meningkat menjadi lebih dari 1.400 orang pada Kamis dan kembali sekitar 1.400 orang pada Jumat. Sebagai perbandingan, sebelum gelombang panas melanda, angka kematian harian pada April dan Mei berkisar 900 hingga 1.000 orang.

Lembaga itu memperingatkan estimasi sedikitnya 1.000 kematian tambahan selama tiga hari yang sangat panas tersebut mungkin masih akan bertambah karena semakin banyak sertifikat kematian dari korban yang meninggal di rumah maupun di panti jompo yang belum tercatat secara elektronik.

"Akibatnya, angka kematian pada akhirnya akan lebih tinggi daripada data awal ini," kata badan tersebut.



Mayoritas Korban ialah Lansia




Menurut badan kesehatan tersebut, sekitar 85 persen kematian yang telah tercatat selama tiga hari pengamatan melibatkan orang-orang berusia 65 tahun ke atas. Selain itu, terjadi juga lonjakan tajam kematian di rumah, meningkat sekitar 40 persen, terutama di kawasan Paris.

Hertelli dan pelaku industri pemakaman lainnya mengatakan kamar jenazah di Paris dengan cepat kehabisan kapasitas penyimpanan. Balai Kota Paris menyatakan telah memasang dua unit penyimpanan sementara. Setiap unit penyimpanan mampu menampung 20 jenazah untuk kamar jenazah milik pemerintah kota. Rumah sakit di Paris juga menyediakan tambahan sekitar 50 ruang penyimpanan.

Meski demikian, Hertelli mengatakan sejumlah pengelola pemakaman terpaksa menyimpan jenazah hingga ke Kota Chartres yang berjarak sekitar 80 kilometer dari Paris maupun ke wilayah lain di sekitar ibu kota.

Untuk menambah kapasitas, ia telah meminta izin kepada pemerintah agar dapat memasang kontainer berpendingin sementara di luar rumah dukanya yang berada di dekat Bandara Orly, Paris. Namun, hingga kini izin tersebut belum diberikan.

Keluarga-keluarga korban sangat menderita. Kami tidak memiliki solusi untuk ditawarkan karena rumah-rumah duka sudah penuh. Kami sangat berempati kepada mereka, tetapi memang tidak ada lagi yang bisa kami lakukan. Kami benar-benar menghadapi masalah yang sangat besar.

Zouhaeir Hertelli, pengelola rumah duka di Paris


Rekor Suhu Tertinggi dalam Sejarah



Gelombang panas pada 2003, yang kini telah terlampaui oleh kejadian tahun ini, sebelumnya dikaitkan dengan sekitar 15.000 kematian di Prancis. Kondisi tersebut bahkan memicu evaluasi nasional mengenai perlindungan terhadap kelompok lanjut usia yang menjadi korban terbanyak. Sementara itu, lebih dari 5.700 kematian juga dikaitkan dengan musim panas yang sangat ekstrem tahun lalu.

Direktur rumah duka di Paris, Veronique Bertrand, mengatakan ia khawatir masyarakat telah melupakan pelajaran dari tragedi tersebut.

"Sebagian besar korban yang kami tangani saat ini ialah orang-orang yang tinggal sendirian di rumah dan hidup dalam kesendirian. Dari kondisi saat mereka ditemukan, tidak ada kesimpulan lain selain bahwa mereka meninggal akibat gelombang panas," katanya.

Bertrand mengatakan masyarakat benar-benar harus sadar. Ia menyerukan solidaritas kembali tumbuh.

Setelah tragedi pada 2003, sempat muncul kesadaran untuk lebih memperhatikan tetangga atau orang-orang di sekitar yang tinggal sendirian, misalnya dengan sesekali memastikan mereka minum cukup air dan mendapatkan perhatian.

Veronique Bertrand, direktur rumah duka di Paris



"Namun seiring berjalannya waktu, mungkin kita mulai melupakan bahwa kejadian seperti ini bisa terulang lagi, bahkan mungkin dengan dampak yang lebih buruk,” tutupnya.(dwi)

Baca juga:

Badan Cuaca PBB Peringatkan Dampak El Nino, Dunia Bisa Dilanda Gelombang Panas

#Gelombang Panas #Prancis #Cuaca Ekstrem
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem 10 Agustus 2026, Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai
BMKG memperingatkan cuaca ekstrem pada 10 Agustus 2026. Hujan lebat hingga angin kencang melanda sebagian wilayah Indonesia.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem 10 Agustus 2026, Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai
Indonesia
Waspada! Puncak Kemarau 2026 Terjadi pada Agustus hingga September, Hotspot Bisa Makin Meningkat
Meskipun kondisi kemarau 2026 diperkirakan tidak sekering El Nino 1997, pemerintah tetap perlu mewaspadai dampak lanjutan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
Waspada! Puncak Kemarau 2026 Terjadi pada Agustus hingga September, Hotspot Bisa Makin Meningkat
Indonesia
Prakiraan Cuaca Indonesia 4-7 Agustus 2026, Kota-Kota Ini Berpotensi Diterpa Angin Kencang dan Hujan Sedang
Meski sebagian besar daerah mulai memasuki kondisi kering, dinamika atmosfer memicu peningkatan curah hujan dan terpaan angin kencang
Angga Yudha Pratama - Selasa, 04 Agustus 2026
Prakiraan Cuaca Indonesia 4-7 Agustus 2026, Kota-Kota Ini Berpotensi Diterpa Angin Kencang dan Hujan Sedang
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG 3 Agustus: Jakarta Selatan, Timur, dan Barat Diguyur Hujan Sore Ini
Pergerakan cuaca di Jakarta hari ini terbilang cukup dinamis
Angga Yudha Pratama - Senin, 03 Agustus 2026
Prakiraan Cuaca BMKG 3 Agustus: Jakarta Selatan, Timur, dan Barat Diguyur Hujan Sore Ini
Indonesia
Prakiraan Cuaca 31 Juli-3 Agustus: Daftar Wilayah Siaga Hujan Lebat dan Angin Kencang
Meskipun sebagian besar wilayah Indoensia sudah memasuki kemarau, beberapa daerah tetap perlu mengencangkan sabuk pengaman menghadapi cuaca ekstrem
Angga Yudha Pratama - Jumat, 31 Juli 2026
Prakiraan Cuaca 31 Juli-3 Agustus: Daftar Wilayah Siaga Hujan Lebat dan Angin Kencang
Indonesia
Prakiraan Cuaca Indonesia 28–30 Juli 2026: Kota-Kota Ini Berpotensi Diguyur Hujan Sedang Hingga Angin Kencang
BMKG membagikan beberapa imbauan penting untuk masyarakat
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Prakiraan Cuaca Indonesia 28–30 Juli 2026: Kota-Kota Ini Berpotensi Diguyur Hujan Sedang Hingga Angin Kencang
Dunia
3.800 Orang di Spanyol Meninggal Akibat Gelombang Panas, Rp 205,54 Miliar Disiapkan Buat Fasilitas Perlindungan
Spanyol telah mencatat 32 kebakaran hutan hebat sejak awal 2026 yang menghanguskan sekitar 153 ribu hektar lahan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 Juli 2026
3.800 Orang di Spanyol Meninggal Akibat Gelombang Panas, Rp 205,54 Miliar Disiapkan Buat Fasilitas Perlindungan
Indonesia
Kota-Kota Ini Berpotensi Diguyur Hujan Sedang dan Angin Kencang 27-31 Juli 2026
Aktivitas pembakaran sampah atau pembukaan lahan secara sembarangan sangat melanggar imbauan keselamatan
Angga Yudha Pratama - Minggu, 26 Juli 2026
Kota-Kota Ini Berpotensi Diguyur Hujan Sedang dan Angin Kencang 27-31 Juli 2026
Indonesia
BMKG Prediksi Langit Jakarta Dominan Cerah dan Berawan pada Jumat (24/7)
Sementara, kondisi langit cerah hingga berawan merata di seluruh wilayah administrasi DKI Jakarta sejak pagi hingga malam hari
Angga Yudha Pratama - Jumat, 24 Juli 2026
BMKG Prediksi Langit Jakarta Dominan Cerah dan Berawan pada Jumat (24/7)
Indonesia
Jepang Keluarkan Peringatan Serangan Gelombang Panas, Suhu Capai 40,5 Derajat Celsius
Pada musim panas lalu, lebih dari 100.000 orang dilarikan ke rumah sakit karena serangan gelombang panas.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 22 Juli 2026
Jepang Keluarkan Peringatan Serangan Gelombang Panas, Suhu Capai 40,5 Derajat Celsius
Bagikan