MerahPutih.com - Krisis bahan bakar minyak (BBM) melanda Prancis setelah berlangsungnya serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Februari 2026. Harga solar di negara tersebut telah mencapai 2,30 euro atuu sekitar Rp 46.809) per liter, sedangkan bensin mencapai 2,10 euro atau sekitar Rp 42.738) per liter. Rata-rata harga tersebut melonjak hampir 30 persen dibandingkan sebelum krisis.
Presiden Prancis Emmanuel Macron meminta Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen melonggarkan standar kualitas bahan bakar EU agar kilang dapat meningkatkan produksi di tengah tingginya harga BBM di Prancis, lapor BFMTV, Senin (21/9).
Radio RTL melaporkan bahwa para pengemudi di Prancis sengaja melanggar aturan dengan mengisi kendaraan mereka dengan bahan bakar khusus mesin pertanian akibat tingginya harga bahan bakar biasa.
BFMTV juga melaporkan bahwa sebagian pengendara di Prancis mulai menggunakan minyak rapeseed sebagai bahan bakar untuk mobil bermesin diesel.
Baca juga:
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Macron juga mendesak von der Leyen untuk meningkatkan porsi biofuel dalam bahan bakar diesel serta menunda kewajiban baru EU bagi importir bahan bakar fosil, demi memperkuat kapasitas Eropa dan meningkatkan pasokan di pasar domestik.
Sedangkan France 3 melaporkan bahwa para nelayan memblokir pelabuhan di kota Cannes, Prancis, sebagai bentuk protes atas kurangnya tindakan pemerintah di tengah lonjakan bahan bakar yang mencapai rekor tertinggi.