MERAHPUTIH.COM - PRANCIS menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra kunci strategis di sektor pertahanan yang berada di tengah kawasan Indo-Pasifik. Sebagai bukti, Komandan Misi Pegase 2026 Angkatan Udara Prancis Mayjen Julien Sabenet mengatakan pihaknya melakukan kegiatan latihan bersama dengan TNI Angkatan Udara (TNI-AU) di Lanud Halim Perdanakusuma.
"Itulah alasan ini menjadi kali kelima kami singgah di sini, karena Anda berada di pusat gravitasi kawasan ini," kata dia di sela-sela kegiatan latihan bersama dengan TNI Angkatan Udara (TNI-AU) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (22/9).
Selain Indonesia, Misi Pegase 2026 akan melewati Greenland, Kanada, Alaska, Korea Selatan, Jepang, India, Qatar, dan Mesir.
Sabene menjelaskan Misi Pegase 2026 merupakan rangkaian penerbangan jelajah dunia yang membentang dari Arktik, Asia-Pasifik, hingga Timur Tengah sepanjang 8 September hingga 15 Oktober.
Indonesia menjadi satu dari sembilan negara tujuan dalam agenda persinggahan pada 20-25 September. Menurut Sabene, Indonesia merupakan negara yang penting di kawasan Indo-Pasifik, terlebih kini TNI-AU juga mengoperasikan pesawat Rafale dan A400M.
Baca juga:
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, jet tempur Rafale dan Airbus A400M milik kedua negara akan melakukan latihan bersama untuk pertama kalinya. Selain itu, Sabene juga mencatat sekitar 2 juta warga negara Prancis berada di kawasan Indo-Pasifik. Hal itu membuat Prancis merasa harus meningkatkan kemampuan pertahanan demi melindungi warganya.
Prancis merupakan negara yang terhubung langsung dengan kawasan Indo-Pasifik. “Kami memiliki sekitar dua juta warga negara di wilayah ini. Kami harus hadir untuk melindungi mereka jika diperlukan," ucap Sabene yang juga wakil komandan Komando Operasi dan Pertahanan Udara Prancis.
Menurut dia, lanskap Indonesia yang dipenuhi kepulauan dengan landasan terpencil dan lingkungan tropis sangat panas menjadi alasan lain kenapa Indonesia kembali dipilih dalam misi tersebut. "Saya memahami Indonesia memiliki sekitar 17 ribu pulau sehingga Anda memiliki keahlian di kawasan Indo-Pasifik yang ingin kami pelajari," ucap Sabene.
Melalui latihan bersama di Misi Pegase 2026, Prancis dan Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan operasional serta memperkuat ikatan persahabatan militer kedua negara, meskipun memiliki lingkungan dan misi berbeda.
"Kami telah membuktikannya berkali-kali bahwa kami dapat terbang langsung dari Prancis dengan beberapa titik singgah, lalu bekerja sama secara cerdas karena kita sudah saling mengenal," ujar Sabene.(knu)
Baca juga:
Prabowo Lawatan ke Paris, Presiden Macron Apresiasi Indonesia Borong Jet Tempur Rafale