MERAHPUTIH.COM — OPERASI modifikasi cuaca yang dilakukan TNI bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dilaporkan menghasilkan hujan di seluruh kabupaten/kota di Sumatra Selatan. Upaya ini dilakukan untuk membantu mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus mengurangi dampak kabut asap di Palembang dan wilayah sekitarnya.
Dalam operasi pada Rabu (28/10), Satgas Udara yang berpangkalan di Lanud Sri Mulyono Herlambang mengerahkan pesawat untuk menyemai awan menggunakan total sembilan ton bahan, terdiri atas 800 kilogram dry ice dan 8,2 ton garam semai atau natrium klorida (NaCl).
Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi mengatakan operasi tersebut melibatkan pesawat Hercules C-130 dan Cassa NC-212 milik TNI-AU, serta pesawat sipil jenis Caravan.
Menurut Agung, hasil pelaksanaan modifikasi cuaca dipantau melalui radar, alat penakar hujan, dan laporan petugas di lapangan. Berdasarkan pemantauan tersebut, hujan dilaporkan turun di seluruh wilayah kabupaten/kota di Sumatra Selatan setelah penyemaian awan dilakukan.
“Pelaksanaan penyemaian ini membuahkan hasil positif dengan turunnya hujan di seluruh wilayah kabupaten/kota di Sumatera Selatan,” kata Agung dalam keterangannya, Kamis (29/10).
Baca juga:
2 Jam Operasi Modifikasi Cuaca di Kalteng Gagal, 800 Kg Garam Tak Mampu Turunkan Hujan
Pengerahan armada udara tersebut menjadi bagian dari upaya TNI mendukung penanganan karhutla sesuai instruksi Presiden. Operasi modifikasi cuaca akan dilanjutkan secara berkesinambungan bersama BMKG dan tim gabungan.
Langkah ini diharapkan membantu mempercepat penanggulangan karhutla dan mendukung penanganan dampak kabut asap di Sumatra Selatan melalui koordinasi lintas instansi. Meski hujan dilaporkan turun di seluruh kabupaten/kota, data tersebut belum dengan sendirinya memastikan seluruh titik api padam.
Kondisi kebakaran dan kualitas udara tetap perlu dipantau untuk mengetahui perkembangan penanganan karhutla di wilayah tersebut.(knu)
Baca juga: