4 Ton Garam Ditebar di Langit! Begini Cara Hujan Buatan BMKG Usir Polusi Jakarta

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Sabtu, 24 Oktober 2026
4 Ton Garam Ditebar di Langit! Begini Cara Hujan Buatan BMKG Usir Polusi Jakarta

Ilustrasi (BNPB)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Bayangkan empat ton garam ditebar langsung dari atas awan. Inilah manuver nyata yang baru saja dilakukan untuk 'mencuci' langit Jakarta dan sekitarnya dari kepungan polusi.

Hingga 25 Oktober 2026, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) akan terus dilakukan sebagai intervensi langsung terhadap kualitas udara ibu kota yang kerap bikin resah.

Lewat empat sorti penerbangan intensif, upaya penyemaian awan ini bukan sekadar coba-coba. Ini adalah kolaborasi teknis yang dirancang khusus agar polutan di udara bisa luruh terbawa air hujan.

Baca juga:

Efek Modifikasi Cuaca, Polusi Turun Drastis di Hari Pertama Jakarta Running Festival 2026


Di Balik Layar Penyemaian Awan Jabodetabek

Menciptakan hujan tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, membocorkan bahwa keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada kondisi atmosfer yang lembap serta adanya massa udara konvektif.

Ilustrasi:

Faktor alam inilah yang menjadi celah bagi tim cuaca untuk memicu potensi hujan secara maksimal di langit Jabodetabek.

Aksi puncaknya terjadi pada Jumat (23/10). Dengan basis posko komando di Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, BMKG mengerahkan pesawat Cessna Caravan C208B bernomor registrasi PK-SNH.

Pesawat ini terbang mengudara di ketinggian 10.000 hingga 11.000 kaki (sekitar 3.000-an meter) untuk memburu awan-awan potensial. Rute penyemaiannya pun cukup strategis:

  • Penerbangan pertama: Langsung menargetkan kawasan Jakarta Selatan, Bekasi, Depok, dan Bogor.

  • Penerbangan kedua: Berfokus total untuk mengguyur wilayah Bogor.

Hasilnya? Pantauan citra radar BMKG dan laporan visual di lapangan pada sore hingga malam hari mencatat turunnya hujan di sejumlah titik vital, terutama di kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.


Apakah Hujan Cukup untuk Menghapus Polusi?

Sinergi antara BMKG dan BPBD DKI Jakarta yang berlangsung dari tanggal 21 hingga 25 Oktober 2026 ini memang menargetkan pencucian udara lewat hujan. Tapi, mari bicara realita.

Meski hujan sangat membantu, rintik air tidak lantas menyapu bersih seluruh partikel jahat di udara. BMKG dengan tegas menjelaskan bahwa efektivitas hujan dalam membilas polutan sangat bergantung pada seberapa deras intensitasnya dan apa saja karakteristik racun yang melayang di udara saat itu.

Baca juga:

Prakiraan Cuaca Sabtu 24 Oktober 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat hingga Banjir Rob

Artinya, operasi modifikasi cuaca ini adalah alat bantu mitigasi darurat, sebuah jalan pintas sementara untuk melegakan paru-paru warga.

Untuk solusi jangka panjang, PR terbesarnya tetap ada pada kita semua: mengendalikan emisi gas buang dan membatasi sumber polusi dari akarnya agar kualitas udara bisa benar-benar pulih secara berkelanjutan. (Knu)

#Modifikasi #Modifikasi Cuaca #Operasi Modifikasi Cuaca
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
4 Ton Garam Ditebar di Langit! Begini Cara Hujan Buatan BMKG Usir Polusi Jakarta
BMKG tebar 4.000 kg garam untuk operasi hujan buatan di Jakarta demi mengatasi polusi udara. Simak proses modifikasi cuaca selengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 24 Oktober 2026
4 Ton Garam Ditebar di Langit! Begini Cara Hujan Buatan BMKG Usir Polusi Jakarta
Indonesia
Efek Modifikasi Cuaca, Polusi Turun Drastis di Hari Pertama Jakarta Running Festival 2026
Penasaran kenapa cuaca Jakarta Running Festival 2026 terasa sangat sejuk dan bebas polusi? Temukan rahasia di balik hujan buatan dan semprotan water mist dari Pemprov DKI di sini!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 24 Oktober 2026
Efek Modifikasi Cuaca, Polusi Turun Drastis di Hari Pertama Jakarta Running Festival 2026
Indonesia
Padamkan Karhutla di Gunung Bromo hingga Ijen, BNPB Tambah Water Bombing dan OMC
emerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah dukungan armada udara untuk mempercepat pemadaman di sejumlah kawasan gunung.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
Padamkan Karhutla di Gunung Bromo hingga Ijen, BNPB Tambah Water Bombing dan OMC
Indonesia
Tekan Polusi Udara, Pemprov DKI Gelar Modifikasi Cuaca Jelang Running Festival dan Konser Ye
Pemprov DKI menggelar modifikasi cuaca menjelang Jakarta Running Festival dan konser Ye.
Soffi Amira - Rabu, 21 Oktober 2026
Tekan Polusi Udara, Pemprov DKI Gelar Modifikasi Cuaca Jelang Running Festival dan Konser Ye
Indonesia
BNPB Uji Coba Dry Ice untuk Modifikasi Cuaca, Upaya Kurangi Dampak Asap Karhutla
BNPB menguji coba dry ice dalam operasi modifikasi cuaca. Teknologi ini dinilai bisa mengurangi dampak karhutla.
Soffi Amira - Rabu, 21 Oktober 2026
BNPB Uji Coba Dry Ice untuk Modifikasi Cuaca, Upaya Kurangi Dampak Asap Karhutla
Indonesia
Pemerintah Fokus OMC di 4 Provinsi Buat Padamkan Karhutla
Volume curah hujan total yang telah dihasilkan mencapai 222,67 juta meter kubik selama kegiatan OMC.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Pemerintah Fokus OMC di 4 Provinsi Buat Padamkan Karhutla
Indonesia
BNPB Andalkan Modifikasi Cuaca untuk Tekan Asap Karhutla
BNPB tetap memprioritaskan pemadaman api di sumber kebakaran.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
BNPB Andalkan Modifikasi Cuaca untuk Tekan Asap Karhutla
Berita
IMX 2026 Sukses Pukau Raffi Ahmad Lewat Modifikasi Mobil Berkelas
Kerapian bodi hingga tingkat presisi proses pembentukan logam mobil kustom buatan modifikator lokal terbukti mampu menandingi kualitas kancah internasional
Angga Yudha Pratama - Minggu, 11 Oktober 2026
IMX 2026 Sukses Pukau Raffi Ahmad Lewat Modifikasi Mobil Berkelas
Indonesia
Abu Vulkanik Anak Krakatau Berkurang, Sekolah di Jakarta Kembali Tatap Muka Mulai Rabu 9 September 2026
Sekolah di Jakarta kembali menggelar pembelajaran tatap muka mulai 9 September 2026 setelah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berkurang.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Abu Vulkanik Anak Krakatau Berkurang, Sekolah di Jakarta Kembali Tatap Muka Mulai Rabu 9 September 2026
Indonesia
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Laut Hindia, Lampung hingga Jakarta Lebih Kondusif
BNPB menyebut abu vulkanik Gunung Anak Krakatau cenderung bergerak ke Laut Hindia. Lampung, Banten, Jawa Barat hingga Jakarta lebih kondusif.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Laut Hindia, Lampung hingga Jakarta Lebih Kondusif
Bagikan