MerahPutih.com – Kondisi panas dan minimnya curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ribuan titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan, Papua Selatan, dan Sumatera Selatan.
Baca juga:
BMKG Peringatkan Hujan Lebat di 6 Provinsi 27-29 Oktober 2026, Waspada Banjir dan Longsor
BMKG Catat Ribuan Titik Panas di Indonesia
Selama periode 22–25 Oktober 2026, suhu maksimum mencapai 38 derajat Celsius atau lebih tercatat di Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Pada saat bersamaan, tutupan awan dan curah hujan masih terbatas di beberapa daerah. Dalam 10 hari terakhir, citra satelit mendeteksi 4.098 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan, 879 titik di Papua Selatan, dan 784 titik di Sumatera Selatan.
BMKG mengingatkan, bahwa titik panas tidak selalu menandakan terjadinya kebakaran. Namun, peningkatan jumlah titik panas perlu diwaspadai sebagai dasar untuk memperkuat upaya mitigasi dan penanganan karhutla.
Asap juga masih menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Baca juga:
Karhutla Gunung Lawu Belum Padam, Water Bombing Terganggu Cuaca Cuaca
Hujan Intensitas Tinggi Masih Tercatat di Beberapa Wilayah
Sementara di tengah kondisi panas dan kering, hujan dengan intensitas tinggi masih tercatat di beberapa wilayah selama periode 22–25 Oktober 2026.
Curah hujan harian tertinggi mencapai 187 milimeter di Aceh, 103 milimeter di Sumatera Utara, 86,2 milimeter di Jawa Barat, 80 milimeter di Sumatera Barat, 78 milimeter di Kepulauan Riau, 65 milimeter di Papua, dan 61 milimeter di Riau.
Kondisi tersebut menunjukkan, bahwa potensi hujan dan cuaca kering dapat terjadi secara bersamaan di wilayah Indonesia yang berbeda. Lalu, kewaspadaan terhadap dampak cuaca perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.
BMKG mengimbau masyarakat mengantisipasi dampak cuaca panas dan udara kering dengan menjaga kecukupan cairan tubuh, menggunakan tabir surya, serta menghemat penggunaan air.
Baca juga:
4 Ton Garam Ditebar di Langit! Begini Cara Hujan Buatan BMKG Usir Polusi Jakarta
Masyarakat juga diminta tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, terutama di kawasan gambut, semak belukar, dan hutan yang mudah terbakar.
Jika menemukan indikasi titik api, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sedini mungkin.
Sementara itu, warga di daerah yang berpotensi mengalami hujan lebat tetap perlu mewaspadai genangan, longsoran material, sambaran petir, dan angin kencang. (knu)