MerahPutih.com - Kementerian Kebudayaan meresmikan Tahir Solo Museum yang dibangun Tahir Foundation di atas tanah seluas 5 hektare milik Pemkot Solo, Sabtu (25/7).
Museum yang disebut sebagai museum terbesar di Indonesia tersebut telah dibangun sejak 2023. Salah satu koleksi utamanya adalah fosil Omeisaurus tianfuensis yang memiliki leher sepanjang 20 meter.
Kehadiran koleksi tersebut menjadi salah satu daya tarik utama museum yang menawarkan pengalaman wisata berbasis sejarah, sains, dan teknologi.
Fosil Asli Didatangkan dari Tiongkok

Fosil asli Omeisaurus tianfuensis didatangkan dari museum di Tiongkok dan dipajang di lantai 1 Tahir Solo Museum.
Koleksi tersebut ditempatkan bersama sejumlah materi edukasi dan visual yang menghadirkan pemandangan batu meteor serta tata surya.
Sementara itu, lantai 2 menghadirkan replika berbagai elemen tata surya, mulai dari matahari dan planet-planet hingga astronot.
Beranjak ke lantai 3, pengunjung dapat menemukan permainan game robotik.
Ragam koleksi dan fasilitas tersebut menjadi bagian dari konsep museum yang tidak hanya menghadirkan benda bersejarah, tetapi juga pengalaman edukasi yang lebih interaktif.
Baca juga:
Mengunjungi Pameran Simfoni Perjuangan: Mengubah Derap di Masa Perjuangan di Museum Sejarah Jakarta
Tahir: Museum Bisa Jadi Magnet Wisatawan
Ketua Tahir Foundation, Dato' Sri Tahir, mengaku terhormat dapat berkontribusi menghadirkan museum di Kota Solo.
Menurutnya, museum tersebut berpotensi menjadi salah satu magnet wisatawan di kota tersebut.
“Itu kehormatan saja bagi saya. Saya lahir di Solo merasa terhormat, diberi kesempatan oleh Wali Respati sama masyarakat Solo bisa berbuat sesuatu di Kota Solo,” ujar Tahir, Sabtu (25/7).
Tahir mengatakan, salah satu daya tarik utama museum adalah koleksi fosil asli yang didatangkan langsung dari China.
Koleksi tersebut juga akan terus diperbarui agar pengunjung memiliki pengalaman berbeda ketika kembali berkunjung.
Ada fosil (Omeisaurus) tersebut dipinjam dari Museum Zigong, Tiongkok selama enam bulan, tapi nanti kita minta perpanjangan dan masalah robotik, planet, itu terus ada perubahan. Jadi tidak menetap gitu aja,
Ketua Tahir Foundation, Dato' Sri Tahir.
Tahir juga mengungkapkan rencana pengembangan Tahir Solo Museum pada tahap selanjutnya. Ke depan, akan dibangun President Center yang mencakup auditorium tertutup dan terbuka.
Fasilitas tersebut nantinya diharapkan dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari ceramah tokoh dunia hingga pertunjukan budaya.
“Tahap kedua akan ada President Center. Kita membuat auditorium tertutup dan terbuka. Nanti Walkot Solo bisa mengundang Nobel Prize atau tokoh luar negeri memberikan ceramah, atau pertunjukan budaya,” kata dia.
Rencana tersebut menjadi bagian dari pengembangan kawasan museum agar tidak hanya berfungsi sebagai ruang pamer, tetapi juga dapat menjadi tempat berlangsungnya berbagai kegiatan edukasi dan kebudayaan.
Baca juga:
Jadi Museum Terbesar di Indonesia
Direktur Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan, Agus Mulyana, mengemukakan Tahir Solo Museum menjadi museum yang terbesar di Indonesia.
Presiden Prabowo telah membentuk Kemenbud sebagai wujud kepedulian terhadap kebudayaan. Ini jadi museum yang terbesar di Indonesia,
Direktur Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan RI, Agus Mulyana.
Menurut dia, Tahir Solo Museum merupakan salah satu bagian penting dari upaya membangun kemajuan kebudayaan.
Ia menilai kebudayaan merupakan sesuatu yang penting karena menjadi salah satu kekuatan besar bangsa Indonesia.
“Semoga museum ini membangun memori kolektif Solo sebagai pusat kebudayaan Jawa di Indonesia. Solo jadi pusat kebudayaan yang penting, salah satu bentuknya berupa Keraton Solo,” tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

