MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAH Kota (Pemkot) Surakarta menetapkan status tanggap darurat kebakaran TPA Putri Cempo, Kelurahan Mojosongo, Jebres, Solo. Pemadaman dibantu menggunakan water bombing yang akan dilakukan mulai Jumat (4/9).
Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan pihakmya menetapkan kebakaran TPA Putri Cempo sebagai status tanggap darurat. Penetapan tersebut berlangsung 14 hari mendatang dan berlaku mulai Rabu (14/9).
“Kebakaran TPA Putri Cempo kami tetapkan sebagai status tanggap darurat selama 14 hari mendatang. Terhitung mulai tanggal 3 September,” ujar Respati, Jumat (4/9).
Ia mengatakan penetapan status tanggap darurat ini sekaligus menyiapkan pemadaman melalui udara atau water bombing untuk menangani kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo.
Ia mengaku, sebelum menetapkan status tanggap darurat ini, pihaknya menggelar rakor bersama TNI, Polri, Danrem, Polda Jawa Tengah, Damkar, BPBD, serta unsur terkait lainnya untuk membahas perkembangan dan langkah penanganan kebakaran. Respati menyebut Pemkot akan menambah personel dari TNI, Polri, dan relawan untuk memperkuat penanganan kebakaran.
Baca juga:
KLH Sebut Kebakaran TPA Putri Cempo karena Gas Metana, belum Tetapkan Status KLB
Selain itu, bantuan armada dan personel pemadam kebakaran juga datang dari sejumlah daerah di Jawa Tengah, di antaranya Klaten, Boyolali, Sukoharjo, Sragen, Wonogiri, dan Karanganyar.
Untuk mempercepat pemadaman, kata dia, pemkot menyiapkan water bombing yang rencananya dilakukan Jumat (4/9) pagi dengan dukungan Polda Jawa Tengah, apabila kondisi cuaca memungkinkan.
“Jumat pagi, kita akan coba menggunakan water bombing bantuan dari Polda Jateng. Saya ucapkan terima kasih kepada Polda dan seluruh stakeholder yang ikut terlibat,” kata dia.
Ia menyebut metode tersebut dipilih karena sebagian titik api berada di bagian dalam TPA dan sulit dijangkau secara langsung oleh armada pemadam kebakaran. “Api ini ada di dalam dan sulit dijangkau. Menurut laporan rekan-rekan Damkar dan BPBD, akan lebih efektif menggunakan cairan khusus yang dimiliki Damkar,” katanya.
Ia menambahkan keterbatasan jangkauan armada menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman TPA Putri Cempo yang belum padam sampai sekarang. Respati mengatakan data pemerintah kelurahan terdapat 75 warga sempat mengungsi di Pendopo Kelurahan Mojosongo akibat kebakaran. Namun, sebagian warga telah kembali ke rumah sehingga saat ini tersisa belasan pengungsi.
“Total terdapat 75 warga yang mengungsi, namun ada beberapa sudah kembali, sehingga kini tinggal belasan warga,” kata Respati.
Ia menambahkan dapur umum tetap beroperasi untuk memenuhi kebutuhan makanan para pengungsi dan warga terdampak.
“Kita buatkan dapur umum untuk suplai makanan buat warga terdampak kebakaran TPA Putri Cempo,” tandasnya.(Ismail/Jawa Tengah)
Baca juga: