MerahPutih.com – Kota Solo diguncang kasus keracunan massal yang menimpa 108 siswa SDII Al Abidin pada Selasa (28/7) lalu.
Akibatnya, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Al Abidin di Banyuanyar 1 resmi ditutup sementara oleh Satgas Makan Bergizi (MBG) Kota Solo.
Baca juga:
108 Siswa SDII Al Abidin Solo Keracunan, Dinkes Uji Sampel Makanan MBG
Penutupan SPPG dan Investigasi
SDII Al Abidin mencantumkan plakat Cambridge Assessment International Education (CAIE) di biodata mereka. CAIE merupakan penyedia program dan kualifikasi pendidikan serta kurikulum internasional terkemuka di dunia untuk anak usia 5 hingga 19 tahun.
Kepala Satgas MBG Kota Solo, Purwanti, menegaskan langkah penutupan dilakukan segera setelah temuan kasus keracunan.
Itu SPPG berada di Banyuanyar 1 milik Yayasan Al-Abidin sendiri,
Kepala Satgas MBG Kota Solo, Purwanti, Senin (3/8).
Tim investigasi telah diterjunkan untuk menelusuri penyebab keracunan. Hasil awal menunjukkan tidak semua siswa yang mengalami gejala mual, pusing, sakit perut, dan muntah mengonsumsi menu MBG. Sebagian siswa diketahui juga membeli makanan di kantin sekolah.
Baca juga:
Fokus Investigasi
Investigasi lapangan tidak hanya menyasar tata kelola MBG, tetapi juga kantin sekolah dan air minum. Dinas Kesehatan (Dinkes) Solo telah mengambil sampel makanan MBG, jajanan kantin, serta air minum galon untuk diuji laboratorium.
Minggu depan, paling cepat Selasa, hasil lab keluar,
Kepala Satgas MBG Kota Solo, Purwanti
Satgas MBG bersama Dinkes dan Dinas Pendidikan Solo kini memperketat pengawasan terhadap dapur MBG dan kantin sekolah.
Penutupan sementara SPPG Al Abidin dilakukan hingga hasil investigasi keluar dan standar keamanan pangan dipastikan terpenuhi. (Ismail/Jawa Tengah)