MERAHPUTIH.COM - BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten mendapati sedikitnya tiga desa di lereng Gunung Merapi mulai kesukitan mendapatkan air bersih. Hal itu terjadi karena puncak musim kemarau. Ketiga desa tersebut yakni Desa Tegalmulyo, Desa Sidorejo, dan Desa Tlogowatu di Kecamatan Kemalang, Klaten
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Syahruna, mengatakan Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, selama ini masuk zona merah rawan bencana kekeringan parah.
“Ada tiga desa di Kecaman Kemalang mulai terdampak musim kemarau. Ketiga desa tersebut yakni Desa Tegalmulyo, Desa Sidorejo, dan Desa Tlogowatu,” ujar Syahruna, Selasa (23/6).
"Ketiga desa di Kecamatan Kemalang itu mengalami kerawanan tinggi karena sama sekali tidak memiliki sumber air permukaan yang dapat diandalkan saat musim kemarau tiba."
Syahruna, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten
“Hari ini (Selasa) kami dropping air bersih ketiga desa tersebut. Desa Tegalmulyo 3 tangki, Tlogowatu 3 tangki, dan Tlogowatu 6 tangki,” ujar dia.
Dia menegaskan dropping air bersih ini merupakan upaya memenuhi kebutuhan air bersih warga. Total warga yang terdampak kekeringan ketiga desa tersebut ribuan jiwa.
Baca juga:
El Nino Bakal Menggila Hingga Paruh Kedua 2026, Pemerintah Diminta Antisipasi Ancaman Kekeringan
Pemkab Klaten, kata dia, mengantisipasi dampak kekeringan. Sebenarnya sebagian wilayah di Desa Tlogowatu sudah berhasil tersambung oleh jaringan pipa milik PDAM yang mengaliri sekitar 400 jiwa. Namun, sebagian warga lainnya hingga kini tercatat belum terfasilitasi sambungan pipa infrastruktur tersebut sehingga belum seluruh area desa dapat teraliri air bersih secara merata.
“Kami tengah merancang rencana baru untuk membuat sumur dalam di Desa Sidorejo dan Tegalmulyo begitu titik sumber air dengan kapasitas besar berhasil ditemukan,” katanya.
Dia menambahkan BPBD juga akan segera berkoordinasi secara intensif dengan kepala desa Sidorejo dan Tegalmulyo terkait dengan lokasi teknis pengeboran sumur dalam agar tepat sasaran.
“Kami akan retap memenuhi air bersih warga selama sumber air lain belum bisa ditemukan,” pungkasnya.(Ismail/Jawa Tengah)
Baca juga:
BMKG Peringatkan Ancaman El Nino 2026, Risiko Kekeringan dan Karhutla Meningkat