MerahPutih.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Solo mencatat, sekitar 30 orang siswa SMP diduga terpapar narkotika.
Kasus tersebut bermula dari laporan sejumlah sekolah yang mendapati siswanya memiliki ciri-ciri seperti pengguna narkoba.
Kepala BNN Kota Solo, Kombes Pol Ventie Bernard Musak menyebutkan, temuan kasus narkoba di kalangan siswa tersebut berasal dari adanya laporan sejumlah sekolah.
Berdasarkan laporan tersebut, BNN Solo berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk melaksanakan penanganan lebih lanjut.
Baca juga:
BNN Sebut Vape Jadi Pintu Masuk Narkoba, Dipakai untuk Sabu Cair hingga NPS
“Kami temukan ada sekitar 30 orang siswa SMP di Solo terpapar narkotika. Temuan itu berdasarkan laporan masing-masing sekolah memberi laporan ke BNNK Surakarta,” ujar Ventie, Kamis (26/2).
Ia mengatakan, mereka mengonsumsi obat-obatan berbahaya, bahkan ada yang menggunakan jenis pil yang kandungan Trihex dan Alprazolam.
“Beberapa sekolah itu langsung meminta kita untuk melakukan penanganan awal," kata dia.
Atas aduan tersebut, kata dia, BNN Solo melakukan penanganan termasuk rehabilitasi kepada puluhan siswa yang terindikasi terpapar.
Baca juga:
BNN Ungkap 4,11 Juta Penduduk Indonesia Terpapar Narkoba pada 2025
"Kami datang ke sekolah untuk melakukan screening atau Shield (Screening intervensi lapangan), kita mendatang siswa, kan kita mencari tahu bagaimana riwayat pengguna, jenis-jenis yang digunakan, sudah berapa lama, terus mereka berteman sama siapa,” katanya.
Ia menambahkan, ada berbagai jenis narkotika yang digunakan oleh para siswa terpapar, termasuk obat terlarang golongan G serta tembakau sintetis.
Disinggung terkait identifikasi awal dari pihak BNN Solo mengenai awal terpaparnya siswa tersebut, Bernard menduga bermula dari lingkungan pergaulan di luar sekolah.
“Terpaparnya para siswa juga tak lain karena murahnya barang haram itu di kantong para siswa. Ini jadi perhatian orang tua agar mengawasi anaknya masing-masing terutama saat diluar sekolah,” pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)