MerahPutih.com - Polresta Surakarta menerjunkan sebanyak 510 personel untuk mengamankan pertandingan Persis Solo vs Persebaya Surabaya di BRI Super League, Sabtu (9/5).
Pada pertandingan tersebut, suporter Persebaya, Bonek, dilarang datang ke Stadion Manahan Solo.
Kabagops Polresta Surakarta, Kompol Wahyu Joko Nugroho mengatakan, pihaknya menerapkan pengamanan ketat dalam pertandingan tersebut.
Total ada sebanyak 510 personel gabungan yang dikerahkan guna memastikan jalannya pertandingan berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa kehadiran suporter tim tamu.
“Kami terjunkan 510 personel amankan pertandingan Persis Solo vs Persebaya. Suporter Persebaya dikarang hadir,” ujar Wahyu, Kamis (7/5).
Baca juga:
Ada Diskusi Intens di Ruang Ganti di Balik Kemenangan Besar 4-0 Persebaya atas Arema FC
Ia mengungkapkan, pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Polres Sragen dan Polres Karanganyar untuk melaksanakan penyekatan di sejumlah titik strategis.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi kedatangan suporter Persebaya Surabaya, sejalan dengan kebijakan PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang masih melarang kehadiran suporter tandang dalam pertandingan Liga 1.
“Penyekatan dilakukan di wilayah perbatasan Sragen tepatnya Kecamatan Sambungmacan dan Tugu Gading, serta kawasan Palur oleh Polres Karanganyar,” kata dia.
Ia juga menyebutkan, pihaknya memperketat pengawasan di terminal dan stasiun guna mengantisipasi adanya suporter tamu yang datang menggunakan transportasi umum menuju Kota Solo.
Baca juga:
Melalui pengamanan tersebut, sebanyak 410 personel ditempatkan di ring 2 dan ring 3 Stadion Manahan serta kawasan sekitar stadion untuk memastikan situasi tetap aman dan tidak ada suporter tamu yang lolos dari penyekatan.
Sementara itu, sebanyak 100 personel lainnya disiagakan di Mapolresta Surakarta sebagai pasukan cadangan untuk membackup apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam situasi kontinjensi.
Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, mengimbau kepada seluruh suporter Persebaya Surabaya agar mematuhi aturan yang telah ditetapkan dan mendukung tim kesayangannya dari rumah.
“Kerja sama semua pihak sangat penting demi menciptakan atmosfer sepak bola yang aman, nyaman, dan lebih baik,” kata Catur.
Baca juga:
Ia mengingatkan petugas keamanan internal stadion pun diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan adanya suporter tamu yang mencoba masuk ke area stadion.
“Kebijakan tersebut bukan bentuk diskriminasi terhadap suporter tim tamu, melainkan bagian dari penerapan regulasi PT Liga Indonesia Baru yang hingga saat ini masih belum mengizinkan suporter tim tamu hadir langsung di stadion,” pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)