Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pendidikan Berkualitas di Tengah Pandemi Corona Jadi Kunci Masa Depan Berkelanjutan

Andika Pratama - Jumat, 27 November 2020

MerahPutih.com - Mencapai pendidikan yang berkualitas dan merata untuk semua lapisan masyarakat diprediksi masih menjadi tantangan utama dalam mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia.

Belum meratanya pendidikan di dalam negeri tergambar dalam rendahnya literasi siswa pada laporan PISA (Programme for International Student Assessment) yang dirilis Desember 2019 lalu.

Baca Juga

BPIP Soroti Sandiwara di Media Sosial Akibat Kurangnya Pemikiran Kritis

Dari laporan itu, skor membaca Indonesia ada di peringkat 72 dari 77 negara, skor matematika ada di peringkat 72 dari 78 negara, dan skor sains ada di peringkat 70 dari 78 negara.

Dampak pandemi COVID-19 juga menambah tantangan baru dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan inklusif di Indonesia. UNESCO menyebut 1,6 miliar pelajar atau 90 persen dari seluruh populasi pelajar di dunia diliburkan untuk mencegah penyebaran virus.

“Kita perlu memastikan bahwa secara bersama-sama, kita tidak hanya fokus pada aspek pemulihan tetapi juga akselerasi transformatif," kata Koordinator Kerja Sama Luar Negeri Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud, Adi Nuryanto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (27/11)

Webinar IBSCD soal pendidikan. Foto: IBSCD

Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) sebagai asosiasi bisnis mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia dengan berkomitmen mendorong pembahasan peran penting kepemimpinan dan aksi kolektif sektor bisnis, salah satunya di bidang pendidikan.

IBCSD Executive Committee, Djoni Wesida mengatakan tantangan memperbaiki akses pendidikan juga dipengaruhi oleh meningkatnya masalah kemiskinan, tak hanya dihadapi di Indonesia namun juga di dunia.

Di sisi lain, tantangan ke depan akan semakin kompleks, terutama bagaimana mewujudkan pendidikan sebagai salah satu pintu masuk untuk mempersiapkan revolusi Industry 4.0.

“Di tengah tantangan ini, semua pihak dapat berkontribusi untuk semakin mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan inklusif demi mencapai masa depan yang sejahtera dan berkelanjutan," ujarnya.

Saat ini, dukungan untuk school improvement sendiri telah menjangkau 5 kabupaten, 60 sekolah dasar, 73 fasilitator daerah, 60 kepala sekolah, 1.037 guru dan 15.075 siswa. (Pon)

Baca Juga

Guru di Atas 60 Tahun Dipastikan Tak Bakal Lolos Seleksi PPPK

Baca Artikel Asli