Penanganan Sampah Diperkuat, DLH DKI Dorong Pengurangan Risiko Banjir

Jumat, 23 Januari 2026 - Ananda Dimas Prasetya

MerahPutih.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta terus memperkuat upaya pengurangan risiko banjir melalui penanganan sampah di badan air secara menyeluruh, mulai dari wilayah hulu hingga hilir.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengoptimalkan pengoperasian Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS) sebagai penyaring awal sampah kiriman sebelum masuk ke aliran sungai di Jakarta.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan bahwa meningkatnya intensitas hujan berpotensi membawa sampah dari wilayah hulu, yang dapat menyebabkan penyumbatan sungai maupun saluran air.

Oleh karena itu, SSTBS dioptimalkan sebagai garda terdepan untuk menahan sampah agar tidak memperparah risiko banjir di Ibu Kota.

“Melalui SSTBS, material padat seperti plastik, kayu, dan berbagai jenis sampah lainnya dapat tertahan sejak awal. Sampah yang terkumpul kemudian diangkut secara berkala oleh petugas agar tidak terjadi penumpukan dan aliran air tetap lancar,” ujar Asep kepada wartawan, Jumat (23/1).

Baca juga:

Kelapa Gading hingga Koja Rawan Banjir, Pemprov DKI Fokus Benahi Kali Cakung Lama

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dari strategi pengelolaan sampah badan air sejak titik perbatasan kota. Dengan sistem ini, penanganan sampah selama musim hujan dapat dilakukan lebih cepat, efektif, dan berkelanjutan.

Selain mengoptimalkan SSTBS, DLH DKI Jakarta juga menerapkan pola penanganan khusus selama musim penghujan dengan menyiagakan Unit Pengelola Sampah Badan Air (UPSBA) di sembilan titik rawan banjir.

Upaya ini diperkuat dengan pengoperasian 29 unit saringan sampah otomatis, serta dukungan sarana pendukung berupa kubus apung, bus toilet, tangki air, dan toilet portable.

Untuk mempercepat penanganan di lapangan, DLH DKI juga menyiagakan sebanyak 1.790 personel Pasukan Orange. Ribuan petugas tersebut didukung oleh sarana dan prasarana berupa 101 unit truk pengangkut sampah, 116 unit alat berat, 15 perahu karet, 25 bus toilet, dan 48 toilet portable, serta ribuan peralatan kerja seperti cangkrang, cangkul, sapu, dan plastik sampah.

Baca juga:

Banjir Meluas di Jakarta, 143 RT dan 16 Ruas Jalan Terendam

DLH DKI Jakarta berkomitmen melakukan penanganan sampah secara cepat, terintegrasi, dan terkoordinasi guna mendukung pemulihan lingkungan, khususnya di wilayah terdampak banjir. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat juga dinilai menjadi kunci dalam menekan risiko banjir.

“Dengan disiplin membuang sampah pada tempatnya, masyarakat turut berperan menjaga lingkungan sekaligus bersama-sama mengurangi risiko banjir di Jakarta,” kata Asep.

Ia juga menambahkan, Pasukan Orange Unit Pengelola Sampah Badan Air DLH DKI Jakarta tidak hanya melakukan pengangkutan sampah di badan air, tetapi juga menangani sampah di rumah pompa milik Dinas Sumber Daya Air (DSDA) serta membantu proses evakuasi warga terdampak banjir. (Asp)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan