MERAHPUTIH.COM - SUASANA Plenary Hall di BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 dipenuhi antusiasme saat babak puncak Indonesia Young Fashion Designers Competition (IYFDC) 2026 digelar pada Sabtu (1/8). Para finalis, tamu undangan, hingga pencinta mode memadati area peragaan untuk menyaksikan momen penentuan desainer muda terbaik tahun ini. Sebelum pengumuman pemenang dimulai, atmosfer dibuat lebih hangat melalui penampilan girl group Papilon yang membawakan tiga lagu, yakni Push the Button, Song From My Heart, dan Sinaran. Penampilan mereka menghibur para penonton sekaligus meredakan ketegangan yang dirasakan para finalis.
Perjalanan menuju malam puncak bukanlah proses yang singkat. Kompetisi ini diawali dengan 270 sketsa desain dari para peserta di berbagai daerah. Jumlah tersebut mencerminkan tingginya minat generasi muda Indonesia untuk berkarya di industri mode sekaligus menjadikan IYFDC sebagai salah satu ajang bergengsi bagi desainer muda.
Dari ratusan karya yang masuk, dewan juri menyeleksi 50 semifinalis untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Pada fase ini, para peserta diminta mewujudkan rancangan mereka menjadi busana siap pakai. Setiap karya kemudian dinilai berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari kualitas desain, kerapian pengerjaan, kenyamanan saat dikenakan, hingga potensi komersial yang dimiliki koleksi tersebut.
Setelah melalui proses penjurian yang menyeluruh, terpilihlah 12 finalis terbaik yang berkesempatan menampilkan koleksi mereka di atas runway BTN Indonesia Fashion Week 2026. Dari penampilan tersebut, dewan juri yang terdiri atas Musa Widyatmodjo, Naniek Rachmat, Misan Kopaka, Dana Duriyatna, dan Ariy Arka akhirnya menetapkan Rizki Ramadityo Wicaksono sebagai juara pertama, David Bryan Adam sebagai juara kedua, Giselle Tiomualana sebagai juara ketiga, serta Syahrusfarabi sebagai juara favorit.
Baca juga:
12 Desainer Muda Lolos Semifinal IYFDC 2026, Siap Tampil di BTN Indonesia Fashion Week
Bagi Rizki Ramadityo Wicaksono, kemenangan tersebut menjadi momentum penting dalam perjalanan kariernya sebagai desainer. Ia mengaku pencapaian ini memberinya semangat baru untuk lebih serius menekuni dunia fashion.
"Makna pencapaian ini bagi saya seperti titik balik untuk memulai kembali untuk fokus menekuni dunia fashion designer," kata Rizki Ramadityo Wicaksono.
Koleksi yang mengantarkannya menjadi juara terinspirasi dari tradisi lompat batu di Nias. Inspirasi tersebut kemudian berkembang menjadi sebuah karya yang juga memuat refleksi pribadi mengenai pergulatan batin yang ia alami di usia 31 tahun. Melalui kemenangan ini, Rizki berharap dapat terus berkarya dan menghadirkan karya yang memberi pengaruh positif bagi industri fashion Indonesia.
Juara kedua diraih David Bryan Adam. Baginya, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa keputusan beralih profesi dari dunia arsitektur ke dunia mode merupakan langkah yang tepat. "Puji Tuhan, sepertinya ini jalan Tuhan buat saya untuk menjadi desainer, sebab background saya sesungguhnya arsitek. Pencapaian ini sangat bermakna dalam buat saya," tegas David Bryan.
Sementara itu, Giselle Tiomaulana yang masih menempuh pendidikan di ESMOD Jakarta mengaku sangat bersyukur dapat meraih juara ketiga. Kesempatan tampil di panggung Indonesia Fashion Week menjadi pengalaman berharga yang melengkapi perjalanan belajarnya sebagai mahasiswa fashion.
"Ini menjadi pengalaman sangat berharga buat saya yang selama tiga tahun belajar fashion akhirnya bisa runway di Indonesia Fashion Week dan bisa mendapat kesempatan pula membuat koleksi," kata Giselle.
Rasa syukur juga disampaikan Syahrusfarabi yang terpilih sebagai juara favorit. Baginya, kesempatan mengikuti IYFDC 2026 dan menampilkan karya di BTN Indonesia Fashion Week menjadi pengalaman yang membanggakan sekaligus motivasi untuk terus berkembang sebagai desainer muda. "Saya bangga terhadap pencapaiannya ini dan terus ingin berkarya di dunia fashion design," tandas Syahrusfarabi.
Melalui penyelenggaraan IYFDC 2026, BTN Indonesia Fashion Week kembali menghadirkan ruang bagi lahirnya para talenta baru di industri mode Tanah Air. Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, tetapi juga menjadi langkah awal bagi para desainer muda untuk memperkenalkan karya mereka kepada publik dan pelaku industri fashion Indonesia.(Far)
Baca juga:
IYFDC 2025 Rayakan Kreativitas Desainer Muda dalam Semangat Ronakultura Jakarta