Ulos Simetria di BTN IFW 2026, Saat Wastra Sumatra Menjadi Bahasa Generasi Baru

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Ulos Simetria di BTN IFW 2026, Saat Wastra Sumatra Menjadi Bahasa Generasi Baru

Perjuangan para desainer muda di IFW 2026. (foto: dok/ifw)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wastra Sumatra tidak berhenti sebagai peninggalan tradisi ketika memasuki panggung BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. Di tangan para desainer muda, Ulos menjadi titik berangkat untuk membicarakan hal-hal yang lebih luas, mulai dari identitas, keberanian, transformasi, hingga perjuangan menghadapi kehidupan.

Gagasan itu terlihat dalam karya para siswa dari Immerse Fashion Academy, UIC College of Fashion, Il Teatro Della Moda Indonesia, dan JF Art School.

Mereka tidak sekadar menerjemahkan Ulos ke dalam busana, tetapi mencoba membaca kembali nilai-nilai yang terkandung di dalamnya melalui bahasa mode yang lebih kontemporer.

Mengusung tema utama 'Ulos Simetria', BTN IFW 2026 menempatkan Ulos bukan hanya sebagai wastra, melainkan sebagai sebuah sistem berpikir.

Struktur geometris yang presisi dan berulang di dalamnya merepresentasikan keseimbangan, keteraturan, serta hubungan antarelemen yang saling melengkapi.

Bagi para desainer muda, gagasan tersebut menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa harmoni tidak selalu lahir dari keseragaman. Perbedaan perspektif, pengalaman, dan karakter masing-masing desainer justru dapat berdiri berdampingan untuk menciptakan sesuatu yang baru.

Baca juga:

LUMINARA Bawa Wastra Nusantara dalam Tampilan Modern di IFW 2026

Ketika Pengalaman Pribadi Menjadi Busana

Perjalanan tersebut dibuka oleh jenama Bykarenju dari Immerse Fashion Academy.

Sembilan look gaun bernuansa putih dan pastel menjadi pembuka, sebelum koleksi dari sembilan desainer lainnya menghadirkan eksplorasi yang lebih gelap dan eklektik melalui warna hitam, merah, serta biru.

Di balik permainan warna dan siluet tersebut, terdapat gagasan yang lebih personal. Karen Junianti, desainer Bykarenju, melihat busana bukan semata-mata sebagai respons terhadap tren.

Koleksi ini untuk merangkul mode melampaui ritme tren sesaat. Tiap kreasi dirancang untuk menggugah emosi dan menginspirasi kehadiran bermakna,

Desainer Bykarenju, Karen Junianti.

Semangat menghadirkan pengalaman personal semakin terasa ketika koleksi dari Il Teatro Della Moda Indonesia mengambil alih panggung melalui tema 'Antara Arah dan Ruang'.

Koleksi ini merupakan pertemuan tiga gagasan berbeda. 'Gunslinger' hadir melalui siluet tegas, konstruksi presisi, dan garis-garis terstruktur yang dipertemukan dengan bentuk modern.

Sementara 'L'équilibre' mengeksplorasi keseimbangan antara struktur dan ekspresi melalui permainan proporsi, tekstur, serta material.

Adapun 'Chi va piano va lontano' menerjemahkan gagasan tentang perjalanan melalui siluet lengkung dan garis tegas. Palet moss green, dark brown, nude, beige, dan terracotta menciptakan karakter yang hangat, membumi, sekaligus autentik.

'Gunslinger' dan Perjalanan Natalie Grace

Di antara ketiga gagasan tersebut, 'Gunslinger' menjadi salah satu koleksi dengan cerita personal yang kuat.

Natalie Grace menjadikan pengalaman hidupnya sebagai titik awal penciptaan. Pada usia 17 tahun, Natalie didiagnosis mengidap penyakit autoimun. Kondisi tersebut membuatnya harus berhenti menari, sesuatu yang selama ini telah menjadi bagian penting dari identitas dirinya.

Koleksi Gunslinger merupakan refleksi dari perjalanan pribadi saya dalam menghadapi tantangan hidup. Setelah didiagnosis mengidap penyakit autoimun di usia 17 tahun, saya harus berhenti menari—sesuatu yang selama ini menjadi bagian dari identitas saya,

Natalie Grace.

Namun, kehilangan tersebut tidak berhenti sebagai sebuah keterbatasan. Ia mengubah pengalaman tersebut menjadi bahasa visual.

Baginya, 'Gunslinger' menjadi simbol ketangguhan, pengendalian diri, dan keberanian untuk tetap berjalan meski arah masa depan belum sepenuhnya diketahui.

Baca juga:

Indonesia Young Fashion Designers Competition Umumkan Empat Pemenang Terbaik di IFW 2026

Menjadikan Perubahan sebagai Proses Kreatif

Eksplorasi berlanjut melalui koleksi Il Teatro Della Moda Indonesia bertajuk 'Epilog Sentuhan'.

Kali ini, para desainer mengolah gagasan transformasi melalui beberapa pendekatan, seperti 'Cocoon Butterfly: Transformation', 'Sculpture Meets Painting: Silent Beauty', serta 'Eternal Form' dan 'AVE MATER: Gratitude & Courage'.

Siluet terstruktur, tekstur organik, material transparan, serta permainan cahaya dan bayangan menjadi perangkat untuk menggambarkan proses perubahan.

Warna hitam, perak, oranye, dan nude hadir berdampingan dengan nuansa klasik serta bentuk-bentuk yang lebih elegan.

Pada titik ini, busana tidak lagi hanya berfungsi sebagai benda yang dikenakan. Ia menjadi medium untuk menerjemahkan proses bertumbuh, perubahan identitas, dan pengalaman emosional yang tidak selalu mudah disampaikan melalui kata-kata.

Masa Depan Mode dari Perspektif Generasi Baru

Jika Il Teatro Della Moda Indonesia membawa pengalaman personal ke dalam konstruksi busana, UIC College of Fashion justru mengarahkan pandangan ke masa depan.

Melalui tema 'The Future of Fashion: Redefining Tomorrow', para desainer muda menghadirkan koleksi yang lebih futuristik.

Mereka mengeksplorasi sejumlah gagasan melalui tema 'Fragments of Identity', 'A'MEN', 'BRÜTALIST', 'Madman's Literature', 'Nap Of Star', 'Love that Awaits Across Centuries', dan 'Neo-Arrakis'.

Beragam isu kontemporer diterjemahkan ke dalam busana, mulai dari simbol perlawanan, arsitektur brutalisme, batas kewarasan, konsep genderless, gairah dan pengorbanan, hingga dunia futuristik yang terinspirasi dari Dune.

Para siswa senior menghadirkan lima look, sementara siswa junior menampilkan satu look yang terinspirasi dari British Council.

'Fragments of Identity' dan Ruang bagi Perbedaan

Salah satu gagasan paling personal hadir melalui 'Fragments of Identity' karya Gabriella Ixchel Bain.

Koleksi tersebut berbicara mengenai identitas dan transformasi dengan mengambil inspirasi dari subkultur Jepang.

Ketika saya membangun koleksi saya, tujuannya adalah untuk menyediakan ruang aman bagi orang-orang dianggap aneh atau berbeda, sebagai tempat aman untuk membayangkan kembali tubuh sebagai tempat sakral,

Gabriella Ixchel Bain.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana generasi desainer baru tidak hanya memandang mode sebagai persoalan estetika.

Tubuh, identitas, perbedaan, bahkan pengalaman menjadi bagian dari narasi yang ingin mereka bawa ke ruang publik.

Baca juga:

Ulos Jadi Magnet di IFW 2026, Tampil Modern dengan Sentuhan Warna Pastel

Dari Cerita Personal Menuju Panggung IFW

Sebagai penutup, JF Art School menghadirkan tiga koleksi melalui tema 'Celestial Lumina', 'Silk & Spores', dan 'Sculpture Denim'.

Masing-masing koleksi terdiri dari sembilan look yang memperlihatkan keberanian para desainer muda dalam mengeksplorasi siluet, material, dan tema.

Yang menarik, keberagaman tersebut tidak hadir tanpa alasan. Setiap koleksi berangkat dari cerita personal yang kemudian dikembangkan melalui proses riset dan eksplorasi estetika.

Koleksi kami terinspirasi dari cerita masing-masing, personal, namun selama proses desain itu kami mencari dan menggali lagi estetika dari tema-tema itu sehingga hasilnya seperti koleksi di panggung IFW,

Bella Anaswara.

Pernyataan tersebut sekaligus merangkum perjalanan para desainer muda di BTN IFW 2026.

Di balik setiap look yang berjalan di atas runway, terdapat proses panjang untuk mencari bentuk, merumuskan gagasan, mengolah kegelisahan, hingga menemukan cara menerjemahkan pengalaman menjadi sesuatu yang dapat dikenakan.

Ulos Simetria, Pertemuan Tradisi dan Masa Depan

Pada akhirnya, Ulos Simetria bukan sekadar tentang bagaimana wastra tradisional diterjemahkan ke dalam mode modern.

Ia menjadi ruang pertemuan antara masa lalu dan masa depan, antara tradisi dan eksperimentasi, serta antara pengalaman personal dan gagasan tentang dunia yang lebih luas.

Para desainer muda tersebut menunjukkan bahwa masa depan mode tidak hanya dibangun melalui tren baru.

Masa depan juga lahir dari keberanian untuk membawa cerita sendiri, menghadapi pengalaman yang membentuk diri, dan mengubahnya menjadi karya yang dapat berbicara kepada orang lain. (Far)

#Indonesia Fashion Week (IFW) #Fashion #Kain Ulos #Desainer
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fashion
Fast Fashion So Yesterday, 'Minimalisme Elegan' Ambil Alih Tren Tampilan Minimal dengan Bahan Berkualitas
Minimalisme elegan mendominasi pasar dengan merek-merek yang menekankan identitas mereka melalui bahan berkualitas tinggi.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
 Fast Fashion So Yesterday, 'Minimalisme Elegan' Ambil Alih Tren Tampilan Minimal dengan Bahan Berkualitas
Fashion
Dari Ruang Kelas ke Runway, ESMOD Jakarta Hadirkan First Edit
First Edit menjadi ruang bagi para mahasiswa untuk membawa karya yang sebelumnya dikerjakan sebagai tugas akhir keluar dari lingkungan kampus.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Dari Ruang Kelas ke Runway, ESMOD Jakarta Hadirkan First Edit
Fashion
UNIQLO x KAWS Hadirkan KAWS UNIVERSE, Bawa Pesan 'We Are Better Together'
UNIQLO dan KAWS kembali berkolaborasi lewat KAWS UNIVERSE yang menghadirkan COMPANION, karakter baru, dan plush charm mulai 14 September 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
UNIQLO x KAWS Hadirkan KAWS UNIVERSE, Bawa Pesan 'We Are Better Together'
Fashion
'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Penampilan dramatis Putri Diana saat tiba di Serpentine Gallery pada 1994 menjadi salah satu momen ikonis dalam budaya pop.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
 'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Fashion
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Lewat inisiatif ‘With Gemini, In Craft’, Google menjadikan akal imitasi sebagai mitra kreatif pendukung bagi rumah mode, studio kreatif, serta pelaku usaha di Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Olahraga
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Jersey Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mengangkat motif Gorga khas Toba dan Limar dari Sumatera Selatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Fashion
Alasan Mengejutkan Pameran John Galliano di The Met 2027 Dibatalkan
Pameran John Galliano di The Met 2027 resmi dibatalkan. Temukan alasan mengejutkan di balik kontroversi masa lalu, serta keputusan dari Anna Wintour dan pihak museum
Angga Yudha Pratama - Selasa, 01 September 2026
Alasan Mengejutkan Pameran John Galliano di The Met 2027 Dibatalkan
Fashion
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
ESMOD Jakarta memperkuat koneksi fashion global melalui Global Mobility Pathway, membuka pertukaran mahasiswa dengan jaringan ESMOD di berbagai negara.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
Fashion
Ulos Simetria di BTN IFW 2026, Saat Wastra Sumatra Menjadi Bahasa Generasi Baru
BTN IFW 2026 mengangkat Ulos melalui tema Ulos Simetria. Desainer muda menerjemahkan tradisi, identitas, transformasi, dan pengalaman personal ke dalam mode kontemporer.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Ulos Simetria di BTN IFW 2026, Saat Wastra Sumatra Menjadi Bahasa Generasi Baru
Fun
BRImo CODE.STRT 2026 Angkat Budaya Urban Lewat Fashion, Musik, dan Komunitas
BRImo CODE.STRT 2026 kembali hadir dalam rangkaian JF3 Fashion Festival dengan lebih dari 50 brand, kompetisi basket, skate, dance, musik, hingga area kuliner di Summarecon Mall Serpong.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Agustus 2026
BRImo CODE.STRT 2026 Angkat Budaya Urban Lewat Fashion, Musik, dan Komunitas
Bagikan