MERAHPUTIH.COM — TAMPILAN bersahaja, enggak ramai, dan simpel kini jadi tren terbaru. Mengikuti kebangkitan gaya quiet luxury dan old money era 2020-an, elegant minimalism (minimalisme elegan) muncul sebagai tren fesyen utama untuk musim gugur-dingin tahun ini. Tren ini menggeser demam fast fashion.
Minimalisme elegan mendominasi pasar dengan merek-merek yang menekankan identitas mereka melalui bahan berkualitas tinggi, potongan yang presisi, dan warna-warna lembut ketimbang ornamen mencolok atau logo yang menonjol. Ketika minimalisme berada di puncaknya pada era 1990-an, warna hitam dan putih merupakan hal yang lumrah. Namun musim ini, para pelaku industri memperkirakan warna-warna netral seperti krem, cokelat, dan abu-abu akan menjadi pusat perhatian.
Tak hanya soal warna, siluetnya pun bergeser. Jika dulu tubuh yang ramping menjadi prioritas, desain masa kini bergerak menuju siluet yang lebih lembut dan tiga dimensi. Penekanannya ada pada keluwesan yang mengikuti kontur tubuh dengan lembut.
Tekstur kain juga diperkirakan akan menonjol musim ini. “Kerapatan dan rasa dari suatu kain menjadi fondasi dari minimalisme elegan,” ujar seorang pejabat dari Samsung Fashion Research Institute, dikutip The Korea Times.
Baca juga:
Ia menekankan bahan-bahan ringan yang dapat menciptakan volume, seperti kasmir, sutra, dan satin, diperkirakan akan digunakan secara luas. Mantel (coat) akan mendominasi pakaian luar (outerwear) secara keseluruhan, sedangkan jaket blouson dan jaket padded (berbusa) ringan yang praktis dengan desain bersih juga diperkirakan tetap populer.
Teknik Layering untuk Tampilan Stylish
Dalam hal penatan gaya, teknik layering (menumpuk pakaian) muncul sebagai kunci. Mengenakan pakaian berlapis dengan warna dan tekstur berbeda menambah dimensi pada penampilan minimalis yang mungkin akan terlihat polos. Teknik layering memungkinkan setiap individu untuk mengekspresikan gaya pribadi mereka dengan cara yang elegan.
Tampilan berlapis menawarkan keuntungan berupa kemudahan beradaptasi dengan cuaca yang memiliki rentang perubahan suhu tajam dari siang ke malam.
Merek-merek fesyen terkemuka baru-baru ini meluncurkan produk-produk baru yang mengusung minimalisme elegan.
Baca juga:
Hartono Gan Rilis Koleksi Ready to Wear, Usung Gaya Timeless dan Elegan
Minimalisme Bangkitkan Slow Fashion
Kepopuleran minimalisme juga dikaitkan dengan kebangkitan slow fashion di tengah ketidakpastian ekonomi. Hal ini juga terhubung dengan budaya konsumsi rasional yang mendorong orang-orang untuk mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.
“Konsumen yang lelah dengan tren yang berubah dengan cepat sedang mencari pakaian berkualitas tinggi yang tidak terikat pada tren dan dapat dikenakan dalam waktu lama,” kata seorang pejabat industri fesyen.(dwi)
Baca juga:
JF3 Fashion Festival 2026 Bawa Optimisme Memperkuat Masa Depan Ekosistem Fesyen Indonesia