Perkara Desain Logo Mirip, Adidas Gugat Merek Australia White Fox

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
Perkara Desain Logo Mirip, Adidas Gugat Merek Australia White Fox

Perkara Desain Logo Mirip, Adidas Gugat Merek Australia White Fox.(foto: whitefoxboutique)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — ADIDAS menggugat merek asal Australia, White Fox, karena menjual dan mempromosikan pakaian dengan desain empat garis. Merek apparel olahraga raksasa asal Jerman ini menilai desain tersebut ‘mirip secara menyesatkan’ dengan logo khas mereka, the three stripes. Pengadilan mengonfirmasi persidangan yang diperkirakan berlangsung selama tiga hingga empat hari akan digelar pada awal tahun depan.

Pihak Adidas menyatakan telah berulang kali meminta White Fox untuk menghentikan penjualan dan promosi pakaian tersebut sejak Maret, tapi perusahaan yang berbasis di Sydney tersebut menolaknya.

Ritel fast-fashion daring ini sangat populer di kalangan remaja dan dewasa muda di Australia, Inggris, dan Amerika Serikat. Merek ini berkembang pesat berkat penggunaan baliho, iklan bus, serta kerja sama dengan pembuat konten (influencer) yang umumnya berusia mahasiswa.

Dalam persidangan di Pengadilan Federal pada Jumat (9/10), pengacara White Fox membantah adanya pelanggaran hak kekayaan intelektual atau merek dagang. Meskipun White Fox belum mengajukan berkas pembelaan resmi, pengacaranya menyampaikan kepada hakim Ian Jackman bahwa perusahaan berencana memberikan argumentasi bahwa merek-merek ternama Australia lainnya, seperti Cotton On, Sportscraft, dan Glassons, juga menjual pakaian dengan garis-garis dekoratif serupa.

Baca juga:

Jennie BLACKPINK Kena Imbas Kontroversi Adidas, Penggemar Mulai Desak Putus Kerja Sama



Sebaliknya, pengacara Adidas menegaskan di pengadilan bahwa White Fox memiliki niat untuk menumpang reputasi Adidas dengan mengiklankan dan menjual pakaian bergaris empat tersebut. Dalam dokumen gugatan tertulisnya, Adidas menyatakan desain tiga garis miliknya memiliki reputasi yang kuat dan bernilai tinggi di Australia, tempat logo tersebut telah didaftarkan sebagai merek dagang sejak 1957.

Adidas mengklaim setidaknya sejak Maret, White Fox telah menjual dan mempromosikan pakaian dengan empat garis sejajar berukuran lebar sama, yang dinilai melanggar hak merek dagang Adidas. Pihak Adidas menegaskan desain White Fox secara substansial identik atau mirip secara menyesatkan dengan milik Adidas.

Selain itu, dokumen gugatan juga menyoroti iklan pakaian bergaris empat serta kaus kaki berlabel White Fox menampilkan model yang mengenakan produk ‘asli’ buatan Adidas. Hal itu dinilai dapat memicu persepsi publik Australia bahwa Adidas menjalin kerja sama dengan White Fox atau telah menyetujui desain tersebut.

Adidas menyebut White Fox berupaya menciptakan keterkaitan dalam benak konsumen antarkedua merek, atau setidaknya sengaja mengambil risiko yang mendekati batas pelanggaran.

Adidas, yang mencatatkan pendapatan sebesar USD 28 miliar (atau sekira Rp 448 triliun) pada 2025, juga menuntut ganti rugi. Mereka mendesak White Fox untuk menyerahkan keuntungan dari penjualan produk-produk tersebut, beserta bunga dan biaya perkara.

Bukti-bukti yang diajukan Adidas mencakup perbandingan berdampingan antara produknya dan pakaian White Fox, seperti celana training (sweatpants) dan celana pendek santai (lounge shorts). Mereka juga menyertakan foto-foto papan iklan di bus dan halte bus. Dalam salah satu contoh, Adidas mengklaim katalog produk di toko daring pada Juni 2025 memperlihatkan sepasang kaus kaki berlabel White Fox diperagakan model yang mengenakan sepatu Adidas berwarna merah muda.

Dokumen gugatan menguraikan beberapa hari setelah berkas perkara diajukan bulan lalu, logo Adidas pada sepatu di foto tersebut diubah secara digital untuk menghapus satu garis. Seminggu kemudian, seluruh bagian dari tiga garis tersebut dihapus total dari foto.

Ini bukan pertama kalinya Adidas mengambil langkah hukum terkait dengan penggunaan jumlah garis. Pada 2013, Adidas memenangi gugatan terhadap Pacific Brands di Australia atas kasus penjualan sepatu bergaris empat.

White Fox didirikan pada 2013 oleh pasangan keturunan Yunani-Australia, Georgia dan Daniel Contos, bersama ibu Daniel, Melina Maceri, sebagai perusahaan swasta. Merek ini terus memperluas pangsa pasarnya di AS dan resmi merambah pasar Inggris pada 2024.

Menurut laporan Australian Financial Review, dalam periode 12 bulan hingga Juni 2025, White Fox mengantongi pendapatan sebesar USD 377 juta (Rp 6,75 triliun), melonjak empat kali lipat dari perolehan pada 2022 yang mencatatkan angka USD 121 juta.(dwi)

Baca juga:

Adidas Minta Maaf karena Pekerjakan Mantan Tentara Israel dalam Kampanye Iklan

#White Fox #Adidas #Fashion
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fashion
Perkara Desain Logo Mirip, Adidas Gugat Merek Australia White Fox
Merek apparel olahraga raksasa asal Jerman ini menilai desain tersebut ‘mirip secara menyesatkan’ dengan logo khas mereka, the three stripes.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
Perkara Desain Logo Mirip, Adidas Gugat Merek Australia White Fox
Fashion
Inovasi dan Diversifikasi, Jalan Baru Pelestarian Batik
Batik perlu terus beradaptasi dengan perkembangan tren fesyen agar dapat memperluas pasar.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Inovasi dan Diversifikasi, Jalan Baru Pelestarian Batik
ShowBiz
Celine Dion Kejutan Paris Fashion Week 2026, Tampil Enerjik dengan ‘I’m Alive’
Dion tampil tepat di bawah Menara Eiffel yang terkenal di kota tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Celine Dion Kejutan Paris Fashion Week 2026, Tampil Enerjik dengan ‘I’m Alive’
Fashion
Fast Fashion So Yesterday, 'Minimalisme Elegan' Ambil Alih Tren Tampilan Minimal dengan Bahan Berkualitas
Minimalisme elegan mendominasi pasar dengan merek-merek yang menekankan identitas mereka melalui bahan berkualitas tinggi.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
 Fast Fashion So Yesterday, 'Minimalisme Elegan' Ambil Alih Tren Tampilan Minimal dengan Bahan Berkualitas
Fashion
Dari Ruang Kelas ke Runway, ESMOD Jakarta Hadirkan First Edit
First Edit menjadi ruang bagi para mahasiswa untuk membawa karya yang sebelumnya dikerjakan sebagai tugas akhir keluar dari lingkungan kampus.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Dari Ruang Kelas ke Runway, ESMOD Jakarta Hadirkan First Edit
Fashion
UNIQLO x KAWS Hadirkan KAWS UNIVERSE, Bawa Pesan 'We Are Better Together'
UNIQLO dan KAWS kembali berkolaborasi lewat KAWS UNIVERSE yang menghadirkan COMPANION, karakter baru, dan plush charm mulai 14 September 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
UNIQLO x KAWS Hadirkan KAWS UNIVERSE, Bawa Pesan 'We Are Better Together'
ShowBiz
Jennie BLACKPINK Kena Imbas Kontroversi Adidas, Penggemar Mulai Desak Putus Kerja Sama
Jennie BLACKPINK terseret seruan boikot Adidas setelah iklan di Israel menuai kritik. Jennie disebut tak terlibat dalam kampanye yang kontroversial.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Jennie BLACKPINK Kena Imbas Kontroversi Adidas, Penggemar Mulai Desak Putus Kerja Sama
Fashion
'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Penampilan dramatis Putri Diana saat tiba di Serpentine Gallery pada 1994 menjadi salah satu momen ikonis dalam budaya pop.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
 'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Fashion
Adidas Minta Maaf karena Pekerjakan Mantan Tentara Israel dalam Kampanye Iklan
Adidas mengakui materi promosi yang digunakan tim lokal telah menimbulkan kekhawatiran di tengah publik.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Adidas Minta Maaf karena Pekerjakan Mantan Tentara Israel dalam Kampanye Iklan
Fashion
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Lewat inisiatif ‘With Gemini, In Craft’, Google menjadikan akal imitasi sebagai mitra kreatif pendukung bagi rumah mode, studio kreatif, serta pelaku usaha di Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Bagikan