MerahPutih.Com - Pelaku penganiaya KH Umar Basri ditangkap polisi dari Polres Bandung tak lama setelah kejadian. Hanya sekitar satu hari, polisi membekuk pria yang diketahui bernama Asep.
Penangkapan Asep melibatkan Polres Bandung dan Ditreskrimum Polda Jabar di Mushala Al-Fadhulah, Margahayu Cicalengka. Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto menyatakan saat ditangkap petugas, pelaku penganiaya KH Umar Basri tidak melakukan perlawanan.
“Pelaku yang berhasil diamankan berinisial A, 50 tahun, pria asal Garut, Jawa Barat, “ papar Irjen Agung kepada awak media di Mapolres Cirebon, Minggu (28/1) kemarin.
Lebih lanjut, Agung menyatakan pelaku ditangkap di lokasi yang berjarak sekitar dua kilometer dari Mushala Ponpes Al Hidayah.
Lantas, bagaimana kondisi sebenarnya dari pelaku? Apakah ada motif tertentu dibalik aksi pelaku menganiaya KH Umar Basri?
Ditreskrimum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana memaparkan berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga mengidap gangguan jiwa. Hal itu berdasarkan komunikasi pelaku yang selalu memberikan jawaban ngawur dan ngelantur.
“Kemungkinan orang gila, stress. Ditanya gak nyambung, senyum-senyum sendiri,” terang Kombes Umar.
Selain itu, dari keterangan saksi yang melihat, pelaku menunjukan tingkah laku aneh dan gelagat yang tak lazim sebelum Asep melakukan pemukulan terhadap KH Umar Basri.
“Salat subuh 3 rakaat dari seharusnya 2 rakaat,” jelasnya.
Kombes Umar S Fana kepada awak media juga mengungkapkan bahwa setelah melakukan penganiayaan, pelaku tidak langsung kabur tapi mondar-mandur di sekitar TKP.
Meski diduga kurang waras atau mengalami gangguan jiwa, pihak kepolisian akan mencari bukti pendukung lain. Salah satunya dengan membawa Asep ke RS Polri Sartika Asih Bandug guna dianalisis psikolog.
“Kita lakukan pengamanan dalam rangka observasi oleh pskilog di (Rumah Sakit) Sartika Asih,” ujarnya.
Berdasarkan foto, pelaku tampak sedikit berjenggot dan berkumis. Dia tampak mengenakan kemeja biru dengan penutup kepala berwarna hitam.
Sebagaimana diberitakan merahputih.com sebelumnya, KH Umar Basri atau Ceng Emon Sentiong mendapat penganiayaan oleh satu orang oknum tidak dikenal, Sabtu (27/1). Kejadian bermula saat pimpinan ponpes Al Hidayah itu sedang melakukan dzikir seusai melaksanakan salat Subuh.
Akibat penganiayaan oleh Asep tersbeut, Ceng Emon bukan hanya mengalami luka lebam tapi juga berdarah-darah di bagian muka dan harus mendapat perawatan di Rumah Sakit Islam, Bandung.(*)