Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pejabat Korlantas Polri Kesal Presensi Apel tak Sinkron dengan Jumlah Peserta, Sentil Kejujuran Anak Buahnya

Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026

MERAHPUTIH.COM – DIREKTUR Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri Brigjen Polri menyoroti kedisiplinan anggota Polisi Lalu Lintas. Prianto menyoroti adanya ketidaksinkronan data kehadiran personel yang sering kali hanya dianggap sebagai pemenuhan kewajiban administratif semata. Hal ini disampaikan dalam apel pagi yang berlangsung di Lapangan National Traffic Management Centre (NTMC) Korlantas Polri, Jakarta Selatan, Senin (6/4) pagi.

Prianto menegaskan ia secara langsung mengecek jumlah kehadiran personel saat apel karena menilai laporan yang disampaikan selama ini cenderung bersifat formalitas. “Dicek saja (jumlah personel) masih beda-beda, ada selisih 18 sampai 20 orang. Itulah kondisi yang harus diperbaiki,” kata Prianto dalam keterangannya.

Meskipun menekankan kedisiplinan, Dirkamsel menunjukkan sisi humanis dengan menyatakan bahwa setiap personel diperbolehkan tidak mengikuti apel, apabila memiliki alasan tertentu yang mendesak disertai keterangan jujur serta dapat dipertanggungjawabkan. “Tidak harus apel wajib jika memang berhalangan, yang penting ada keterangannya dan jangan dibuat-buat,” lanjutnya.

Kejujuran dalam pelaporan ini dianggap krusial agar pemimpin dapat memetakan kekuatan personel secara riil di lapangan.

Selain masalah sumber daya manusia, manajemen inventaris khususnya pada unit Patroli Jalan Raya (PJR) juga menjadi sasaran evaluasi. Dirkamsel meminta kepastian mengenai jumlah dan keberadaan unit kendaraan operasional agar kesiapsiagaan dalam melayani masyarakat tidak terhambat oleh masalah administratif. Fasilitas pendukung di NTMC pun tak luput dari pemeriksaan. Ia mempertanyakan kondisi videotron yang tidak berfungsi optimal.

Baca juga:

Korlantas Polri Mulai Terapkan One Way Tahap Pertama, Arus Mudik Tol Trans Jawa Padat



Dirkamsel pun menginstruksikan bagian terkait untuk segera mengecek karena fasilitas tersebut merupakan barang baru yang seharusnya menunjang operasional harian. Pascarampungnya pengamanan besar dalam Operasi Ketupat 2026, Dirkamsel menginstruksikan seluruh jajaran untuk segera kembali fokus pada agenda rutin yang sempat tertunda.

Hal tersebut mencakup percepatan pengadaan barang dan jasa serta penyelesaian temuan dari pengawasan dan pemeriksaan (wasrik). Prianto mengingatkan setiap kegiatan, sekecil apa pun, tetap memerlukan perhatian dan kewaspadaan. Ia menegaskan, jangan sampai sikap tak acuh membuat hal yang tampak sepele justru berpotensi menjadi masalah besar di kemudian hari.

“Kegiatan (Korlantas Polri) sebetulnya banyak, jangan sampai kita tak acuh. Kelihatannya sepele memang, tapi mana kala terjadi sesuatu itu akan menjadi masalah yang besar,” tutur Dirkamsel.(knu)

Baca juga:

Gunakan Sistem Digital, Korlantas Prediksi Lonjakan Mudik 17-18 Maret

Baca Artikel Asli