Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Pejabat Korlantas Polri Kesal Presensi Apel tak Sinkron dengan Jumlah Peserta, Sentil Kejujuran Anak Buahnya

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Pejabat Korlantas Polri Kesal Presensi Apel tak Sinkron dengan Jumlah Peserta, Sentil Kejujuran Anak Buahnya

Dirkamsel Korlantas Polri Brigjen Prianto/ dok Korlantas

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM – DIREKTUR Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri Brigjen Polri menyoroti kedisiplinan anggota Polisi Lalu Lintas. Prianto menyoroti adanya ketidaksinkronan data kehadiran personel yang sering kali hanya dianggap sebagai pemenuhan kewajiban administratif semata. Hal ini disampaikan dalam apel pagi yang berlangsung di Lapangan National Traffic Management Centre (NTMC) Korlantas Polri, Jakarta Selatan, Senin (6/4) pagi.

Prianto menegaskan ia secara langsung mengecek jumlah kehadiran personel saat apel karena menilai laporan yang disampaikan selama ini cenderung bersifat formalitas. “Dicek saja (jumlah personel) masih beda-beda, ada selisih 18 sampai 20 orang. Itulah kondisi yang harus diperbaiki,” kata Prianto dalam keterangannya.

Meskipun menekankan kedisiplinan, Dirkamsel menunjukkan sisi humanis dengan menyatakan bahwa setiap personel diperbolehkan tidak mengikuti apel, apabila memiliki alasan tertentu yang mendesak disertai keterangan jujur serta dapat dipertanggungjawabkan. “Tidak harus apel wajib jika memang berhalangan, yang penting ada keterangannya dan jangan dibuat-buat,” lanjutnya.

Kejujuran dalam pelaporan ini dianggap krusial agar pemimpin dapat memetakan kekuatan personel secara riil di lapangan.

Selain masalah sumber daya manusia, manajemen inventaris khususnya pada unit Patroli Jalan Raya (PJR) juga menjadi sasaran evaluasi. Dirkamsel meminta kepastian mengenai jumlah dan keberadaan unit kendaraan operasional agar kesiapsiagaan dalam melayani masyarakat tidak terhambat oleh masalah administratif. Fasilitas pendukung di NTMC pun tak luput dari pemeriksaan. Ia mempertanyakan kondisi videotron yang tidak berfungsi optimal.

Baca juga:

Korlantas Polri Mulai Terapkan One Way Tahap Pertama, Arus Mudik Tol Trans Jawa Padat



Dirkamsel pun menginstruksikan bagian terkait untuk segera mengecek karena fasilitas tersebut merupakan barang baru yang seharusnya menunjang operasional harian. Pascarampungnya pengamanan besar dalam Operasi Ketupat 2026, Dirkamsel menginstruksikan seluruh jajaran untuk segera kembali fokus pada agenda rutin yang sempat tertunda.

Hal tersebut mencakup percepatan pengadaan barang dan jasa serta penyelesaian temuan dari pengawasan dan pemeriksaan (wasrik). Prianto mengingatkan setiap kegiatan, sekecil apa pun, tetap memerlukan perhatian dan kewaspadaan. Ia menegaskan, jangan sampai sikap tak acuh membuat hal yang tampak sepele justru berpotensi menjadi masalah besar di kemudian hari.

“Kegiatan (Korlantas Polri) sebetulnya banyak, jangan sampai kita tak acuh. Kelihatannya sepele memang, tapi mana kala terjadi sesuatu itu akan menjadi masalah yang besar,” tutur Dirkamsel.(knu)

Baca juga:

Gunakan Sistem Digital, Korlantas Prediksi Lonjakan Mudik 17-18 Maret

#Korlantas #Polri #Polisi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Tegaskan TNI dan Polri Bagian dari Rakyat, Harus Selalu Hadir di Tengah Masyarakat
Presiden Prabowo Subianto menegaskan TNI dan Polri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rakyat. Ia menyebut kedua institusi harus selalu hadir membantu masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 17 Juli 2026
Prabowo Tegaskan TNI dan Polri Bagian dari Rakyat, Harus Selalu Hadir di Tengah Masyarakat
Indonesia
Bareskrim Bongkar Sindikat Pencurian BTS, Biang Kerok Hilang Sinyal di Jabodetabek Bikin Rugi Capai Rp 60 Miliar
Polisi telah menangkap sejumlah tersangka dan menyita 38 unit modul BTS beserta barang bukti lainnya.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Bareskrim Bongkar Sindikat Pencurian BTS, Biang Kerok Hilang Sinyal di Jabodetabek Bikin Rugi Capai Rp 60 Miliar
Indonesia
Belum Pernah Dicecar Polri, Pemeriksaan Pertama Tersangka Eks Jampidsus Ditekel Kejagung Hari Ini 
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah jalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka di Kejagung. Polri serahkan barang bukti Rp467 miliar dan 74 kg emas.
Wisnu Cipto - Jumat, 17 Juli 2026
Belum Pernah Dicecar Polri, Pemeriksaan Pertama Tersangka Eks Jampidsus Ditekel Kejagung Hari Ini 
Indonesia
Perpres Pengamanan Jaksa Disorot, Imparsial Minta Pemerintah Evaluasi Aturan dan Perjelas Peran TNI-Polri
Imparsial meminta pemerintah mengevaluasi Perpres Nomor 66 Tahun 2025 tentang pengamanan jaksa. Nilai pembagian kewenangan TNI dan Polri perlu diperjelas.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Perpres Pengamanan Jaksa Disorot, Imparsial Minta Pemerintah Evaluasi Aturan dan Perjelas Peran TNI-Polri
Indonesia
Naik Turun Status Tersangka Eks Jampidsus, Kejagung: Bukan Gugur, Tapi Lagi Dipelajari
Status eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan Don Ritto turun jadi saksi di Sprindik Kejagung
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Naik Turun Status Tersangka Eks Jampidsus, Kejagung: Bukan Gugur, Tapi Lagi Dipelajari
Indonesia
Pertemuan Kapolri, Jaksa Agung, dan Panglima TNI, Komisi III DPR: jangan Ada Narasi Keretakan
Kerja sama tersebut dibutuhkan, terutama dalam penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta penguatan pertahanan negara.
Dwi Astarini - Rabu, 15 Juli 2026
Pertemuan Kapolri, Jaksa Agung, dan Panglima TNI, Komisi III DPR: jangan Ada Narasi Keretakan
Indonesia
Kapolri Temui Panglima TNI, Tegaskan TNI-Polri Solid sesuai Arahan Prabowo
Kapolri temui Panglima TNI di Cilangkap, Jakarta Timur. Pertemuan ini menjadi silaturahmi demi menjaga hubungan TNI-Polri.
Soffi Amira - Selasa, 14 Juli 2026
Kapolri Temui Panglima TNI, Tegaskan TNI-Polri Solid sesuai Arahan Prabowo
Indonesia
Bilang Motifnya Iseng, Pelaku Teror Bom SDN 15 Pagi Jagakarsa Akan Dites Kejiwaan
Polisi akan melakukan tes kejiwaan terhadap MY (34), pelaku teror bom SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa, yang mengaku motifnya cuma iseng.
Wisnu Cipto - Senin, 13 Juli 2026
Bilang Motifnya Iseng, Pelaku Teror Bom SDN 15 Pagi Jagakarsa Akan Dites Kejiwaan
Indonesia
Modus DM Telegram! Sindikat Pedofil Global Incar Anak Indonesia, Konten Dijual ke Pasar Gelap
Polri ungkap sindikat pedofil global yang memanfaatkan Telegram untuk menjaring anak-anak Indonesia. Konten eksploitasi seksual dijual ke pasar gelap internasional.
Wisnu Cipto - Senin, 13 Juli 2026
Modus DM Telegram! Sindikat Pedofil Global Incar Anak Indonesia, Konten Dijual ke Pasar Gelap
Indonesia
DPR Tegaskan Kasus Eks JAM-Pidsus Febrie Adriansyah Jadi Momentum Bersih-Bersih Aparat Penegak Hukum
Penanganan perkara harus dilakukan secara transparan dan bebas dari konflik kepentingan.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
DPR Tegaskan Kasus Eks JAM-Pidsus Febrie Adriansyah Jadi Momentum Bersih-Bersih Aparat Penegak Hukum
Bagikan