Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Modus DM Telegram! Sindikat Pedofil Global Incar Anak Indonesia, Konten Dijual ke Pasar Gelap

Wisnu CiptoWisnu Cipto - 2 jam, 22 menit lalu
Modus DM Telegram! Sindikat Pedofil Global Incar Anak Indonesia, Konten Dijual ke Pasar Gelap

Aplikasi pesan Telegram. (Foto: Unsplash/Dimas olomin)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kini marak sindikat pedofil global yang memanfaatkan aplikasi Telegram untuk menjaring anak-anak Indonesia. Modus yang dilakukan sindikat itu sangat rapi dalam menjebak dan merayu korbannya.

Setelah korban terjebak mengikuti rayuan pelaku, konten eksploitasi seksual anak yang diperoleh itu lalu dijual ke pasar gelap komunitas pedofil internasional.

Baca juga:

Mahasiswi Pemasok Anak Korban Pedofil Eks Kapolres Ngada AKBP Fajar Divonis 11 Tahun Bui

Modus DM Telegram dan Iming-Iming Uang

Kasubag Binops Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Bareskrim, Kombes Ema Rahmawati, menjelaskan pelaku pedofil kerap berinteraksi langsung dengan korban melalui pesan pribadi (DM) di media sosial.

Mereka kenalan di medsos, lalu di DM ditawarkan sejumlah uang untuk jajan dan lainnya, akhirnya disuruh ini-itu difotokan lalu dikirim ke pelaku,

Kasubag Binops Direktorat PPA-PPO Bareskrim Polri, Kombes Ema Rahmawati

Menurut Kombes Ema, pelaku kemudian menjual konten pornografi anak tersebut ke pasar gelap global. Kepada Antara, dia menambahkan Telegram disebut menjadi platform favorit karena sistem penyimpanan data yang ketat, sehingga dianggap “aman” oleh pelaku kejahatan.

Baca juga:

Ancam Keselamatan Anak, Roblox Dijuluki sebagai Sarang Pedofil

Kasus Internasional Ungkap Korban di Indonesia

Kombes Ema mengungkapkan Polri pernah menangani kasus eksploitasi seksual anak online yang berawal dari temuan polisi Amerika Serikat terhadap seorang warga negara Australia. Saat ditolak masuk ke AS, ponsel pelaku diperiksa dan ditemukan banyak video eksploitasi seksual anak, termasuk yang berasal dari Indonesia.

Polisi Australia kemudian berkoordinasi dengan Polri dan berhasil mengidentifikasi korban di Sulawesi Selatan. Korban, seorang siswi kelas dua SMA, mengaku berkenalan dengan pelaku melalui Telegram dan menerima bayaran sebesar 19 dolar AS melalui dompet elektronik milik ibunya.

Baca juga:

Memutus Rantai Pedofil Melalui Terapi

Jejak Transaksi Sindikat Pedofil

Ema menambahkan, untuk sindikat yang terorganisir, Polri bekerja sama dengan PPATK menelusuri transaksi keuangan. Menurut dia, stretegi ini cukup ampuh untuk membongkar jaringan pedofil global yang beroperasi lintas negara dengan sistem pembayaran digital.

Apabila ada seseorang yang tidak memiliki hubungan bisnis tetapi menerima transferan secara rutin dalam jumlah besar, dicurigai terlibat sindikat tersebut,

Kasubag Binops Direktorat PPA-PPO Bareskrim Polri, Kombes Ema Rahmawati

(*)

#Pedofil #Telegram #Polri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Modus DM Telegram! Sindikat Pedofil Global Incar Anak Indonesia, Konten Dijual ke Pasar Gelap
Polri ungkap sindikat pedofil global yang memanfaatkan Telegram untuk menjaring anak-anak Indonesia. Konten eksploitasi seksual dijual ke pasar gelap internasional.
Wisnu Cipto - 2 jam, 22 menit lalu
Modus DM Telegram! Sindikat Pedofil Global Incar Anak Indonesia, Konten Dijual ke Pasar Gelap
Indonesia
DPR Tegaskan Kasus Eks JAM-Pidsus Febrie Adriansyah Jadi Momentum Bersih-Bersih Aparat Penegak Hukum
Penanganan perkara harus dilakukan secara transparan dan bebas dari konflik kepentingan.
Dwi Astarini - 2 jam, 37 menit lalu
DPR Tegaskan Kasus Eks JAM-Pidsus Febrie Adriansyah Jadi Momentum Bersih-Bersih Aparat Penegak Hukum
Indonesia
Legislator Demokrat Usul DPR Gunakan Hak Angket Redakan Ketegangan Polri-Kejagung
Konflik terbuka yang terus berlarut antara Polri dan Kejaksaan ini mengindikasikan adanya disfungsi koordinasi atau bahkan pembiaran di tingkat eksekutif.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
Legislator Demokrat Usul DPR Gunakan Hak Angket Redakan Ketegangan Polri-Kejagung
Indonesia
Presiden Instruksikan Jaksa, TNI, Polisi Introspeksi. Prabowo: Bintangmu dari Rakyat!
Presiden Prabowo mengingatkan jajaran TNI, anggota Polri, hingga jajaran kejaksaan introspeksi dan menyadari jabatan yang mereka emban merupakan amanah dari rakyat.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 Juli 2026
Presiden Instruksikan Jaksa, TNI, Polisi Introspeksi. Prabowo: Bintangmu dari Rakyat!
Indonesia
Jampidsus Tepis Isu Terlibat Bisnis Kafe De Clan, Singgung Pemilik Emas 74 Kg Sentul
Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah menegaskan tidak terlibat bisnis kafe De’Clan Cipete. Ia juga menyinggung temuan emas 74 kg di rumah Sentul
Wisnu Cipto - Jumat, 10 Juli 2026
Jampidsus Tepis Isu Terlibat Bisnis Kafe De Clan, Singgung Pemilik Emas 74 Kg Sentul
Indonesia
Ruko di Jalan Asem Cipete Digeledah Polisi Buntut Dugaan TPPU PLN, Asabri Hingga Krakatau Steel
Budi belum merinci hasil operasi karena proses hukum masih berjalan ketat
Angga Yudha Pratama - Jumat, 10 Juli 2026
Ruko di Jalan Asem Cipete Digeledah Polisi Buntut Dugaan TPPU PLN, Asabri Hingga Krakatau Steel
Indonesia
Presiden Prabowo Diminta Turun Tangan, Pastikan Aparat tak Menghalangi Proses Hukum
Pada saat saat yang sama, kepolisian tidak boleh mundur sedikit pun.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
Presiden Prabowo Diminta Turun Tangan, Pastikan Aparat tak Menghalangi Proses Hukum
Indonesia
Isu Ledakan di Kantor BGN, Kaca Pecah karena Suhu Panas
Berdasarkan keterangan pengelola, kaca gedung tersebut kerap pecah saat cuaca panas.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
Isu Ledakan di Kantor BGN, Kaca Pecah karena Suhu Panas
Indonesia
Komisi III DPR Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Batu Bara PLTU hingga Tuntas
Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendukung Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya mengusut dugaan korupsi serta TPPU pengadaan batu bara PLTU hingga tuntas.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 Juli 2026
Komisi III DPR Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Batu Bara PLTU hingga Tuntas
Indonesia
TNI Bantah Datangi Polda Metro Jaya, Tegaskan Patuh pada Proses Hukum
TNI menyesalkan informasi di media sosial yang menyebut TNI menggeruduk Polda Metro Jaya.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
TNI Bantah Datangi Polda Metro Jaya, Tegaskan Patuh pada Proses Hukum
Bagikan