MerahPutih.com - Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) menggelar wisuda bagi 289 wisudawan jenjang sarjana, magister, dan doktor ilmu kepolisian.
Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri Komjen Pol. Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak mengatakan bahwa disrupsi teknologi menjadi tantangan bagi polisi ke depan.
Sekarang tugas polisi tidak hanya ada di dalam ruangan, tapi sekarang sudah tersebar di dunia maya,
kata Panca saat ditemui di Gedung Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta Selatan, Rabu (17/6).
Ia menjelaskan, kemajuan teknologi tidak hanya membawa dampak positif, tetapi juga dampak negatif, seperti semakin gencarnya penyebaran konten negatif.
Termasuk misalnya bagaimana informasi itu tidak terkurasi. Semua informsi masuk,
katanya.
Gencarnya informasi tanpa terakurasi, kata dia, dapat menimbulkan konflik di tengah masyarakat. Polisi sebagai penjaga keamanan dan ketertiban pun akan menghadapi hal tersebut.
Dia akan berhadapan dengan kondisi di lapangan ketika rasa sosial masyarakat itu semakin menipis dan persatuan masyarakat semakin menipis. Pada akhirnya dapat menimbulkan konflik sosial yang ada di masyarakat. Itu tantangan yang paling nyata,
katanya.
Polri melalui Lemdiklat, utamanya STIK, memberikan ilmu-ilmu kepada para personel sebagai bekal menghadapi dampak disrupsi teknologi di masa mendatang.
Kita harap mereka akan terus dapat meningkatkan pengetahuannya. Tidak hanya dari lembaga ini, tetapi melalui pelatihan-pelatihan yang Polri akan dan terus lakukan untuk peningkatan kapasitas SDM-nya,
imbuhnya.